“Perkembangan Psikososial Tokoh Utama Dalam Film Perayaan Mati Rasa Karya Umay Shahab Berdasarkan Teori Erik Erikson Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran
No Thumbnail Available
Date
2026-07-05
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Film sebagai media audiovisual sering kali menghadirkan representasi
realitas psikologis manusia, termasuk pergulatan identitas dan relasi emosional
yang dialami generasi muda dalam menghadapi tekanan keluarga dan kehilangan.
Film Perayaan Mati Rasa (2025) karya Umay Shahab menggambarkan perjalanan
psikososial tokoh utama yang menarik untuk dikaji karena merepresentasikan krisis
identitas dan keintiman yang relevan dengan kondisi banyak individu dewasa muda
saat ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perkembangan psikososial tokoh
utama pada tahap Identity vs. Role Confusion dan Intimacy vs. Isolation berdasarkan
teori Erik Erikson, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap pembelajaran
afektif dan pendidikan karakter. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan jenis deskriptif yang menganalisis dialog dan adegan dalam film
dengan pendekatan analisis konten (content analysis). Hasil penelitian
menunjukkan pada tahap Identity vs Role Confusion, tokoh utama mengalami krisis
identitas karena adanya tekanan ekspektasi keluarga yang mengharuskan tokoh
utama menjadi anak pertama sekaligus kakak sebagai panutan sehingga
memunculkan jarak emosional serta perbandiang pencapaian yang kemudian
menimbulkan isolasi untuk tokoh utama. Kemudian pada fase Intimacy vs Isolation,
saat tokoh utama mengsisolasi untuk melindungi identitasnya, ia kehilangan
ayahnya secara mendadak, yang kemudian memaksanya keluar dari isolasi tersebut
menuju keterbukaan emosional dengan keluarga, rekonsiliasi dengan adiknya, serta
penerimaan diri untuk keluar dari isolasinya, hingga akhirnya mencapai virtue cinta
dan penerimaan identitas secara bersamaan. Temuan-temuan tersebut memiliki
implikasi signifikan terhadap pembelajaran afektif, seperti pengembangan
kesadaran diri, empati, dan penerimaan diri, sekaligus terhadap pendidikan karakter
melalui penguatan nilai integritas, kemandirian, bernalar kritis, dan gotong royong
sebagaimana termuat dalam Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, penelitian
ini menegaskan bahwa perjalanan psikososial tokoh utama dalam film Perayaan
Mati Rasa juga dapat dijadikan sumber belajar kontekstual yang efektif untuk
membangun kesadaran emosional dan karakter peserta didik secara holistik.