PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI MEDIA KOMIK BERBAHASA JAWA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SIDOMUKTI KECAMATAN ADIMULYO KABUPATEN KEBUMEN TAHUN AJARAN 2012/2013
No Thumbnail Available
Date
2016-02-14
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) langkah-langkah
pembelajaran bahasa Jawa menggunakan media komik berbahasa Jawa: (2)
mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa setelah
mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan media komik berbahasa Jawa: (3)
mendeskripsikan perubahan perilaku belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran
membaca pemahaman dengan menggunakan media komik berbahasa Jawa untuk
siswa kelas IV SD N 1 Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen.
Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari
empat tahap yaitu: perencanaan (planning); pelaksanaan tindakan (acting);
pengamatan (observing); dan refleksi (reflecting). Dalam pengumpulan data
dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Teknik tes terdiri dari tes pilihan ganda,
nontes terdiri dari hasil observasi dan wawancara.Teknik analisis data dilakukan
secara deskriptif prosentase.
Berdasarkan analisis data penelitian terlihat bahwa pembelajaran
menggunakan media komik berbahasa Jawa, mampu meningkatkan keterampilan
siswa dalam membaca pemahaman. Peningkatan nilai rata-rata yaitu 65 pada
kondisi awal menjadi 76,67 pada siklus I dan menjadi 82,22 pada siklus II. Nilai ratarata siklus I meningkat 44,44 %dari kondisi awal, nilai rata-rata siklus II meningkat
51,11 % dari siklus I. Sedangkan ketuntasan belajar pada siklus I ada peningkatan
sebesar 61,12% dari kondisi awal, siklus II meningkat 88,91 % dari kondisi awal
sedangkan perubahan perilaku yang terjadi dari pra siklus ke siklus 1 ada
peningkatan sebanyak 19%, ini berarti ada peningkatan sebanyak 4 anak yang
memperhatikan pelajaran dengan sungguh-sungguh. Sedangkan dari siklus I ke
siklus II ada peningkatan yang cukup besar yaitu sebesar 36% atau dengan kata lain
dari 18 siswa, hanya tersisa 3 siswa yang masih tidak memperhatikan pelajaran
dengan sungguh-sungguh. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaaan
komik berbahasa Jawa sebagai media pembelajaran membaca pemahaman
khususnya dalam kompetensi membaca pemahaman terbukti efektif