Analisis Kecemasan Matematis Siswa Quitters dalam Menyelesaikan Permasalahan Matematika
No Thumbnail Available
Date
2022-10-27
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan
kecemasan matematis pada siswa quitters dan faktor penyebab kecemasan.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian ini termasuk penelitian
kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini 3 siswa kelas VIII
yang telah dipilih secara purposive yaitu dengan pertimbangan guru kelas dan hasil
tes AQ dengan tipe siswa quitters. Teknik pengumpulan data menggunakan
kuesioner AQ, kuesioner kecemasan matematis, soal tes, wawancara, dan catatan
lapangan. Teknik analisis data menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian diperoleh bahwa siswa quitters mengalami kecemasan
matematis. Siswa mengalami gangguan faktor kognitif, siswa tidak dapat menjawab
soal tes dengan benar, hal tersebut dipicu karena pengetahuan matematika siswa
hilang atau menurun. Siswa yang tidak dapat menjawab dengan benar juga
kehilangan konsenterasi serta kemampuan dan kepercayaan diri hilang, mengacu
dari jawaban siswa yang tidak rasional. Siswa yang tidak dapat menjawab soal
dengan benar mengalami gangguan secara emosional perasaan gugup, tidak senang,
dan gelisah, hal tersebut terlihat dari sikap siswa selama mengerjakan soal di kelas.
Siswa yang mengalami gangguan pada faktor kognitif dan emosional juga
mengalami gangguan pada gejala fisiologis (tubuh berkeringat, pusing, dan jantung
berdebar kencang). Faktor kepribadian penyebab kecemasan siswa yaitu
kepercayaan diri dan motivasi diri yang rendah. Faktor harapan keluarga yang
tinggi yang tidak didukung dengan bantuan belajar, kurangnya dukungan teman,
iklim kelas yang tidak mendukung, seperti kurang kerjasama antar teman,
kurangnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan metode pemelajaran guru
yang monoton