Peningkatan Keterampilan Praktik Siswa dalam Perawatan dan Perbaikan Mesin Otomotif Kendaraan Bermotor Melalui Pendekatan Pembelajaran Berbasis Kerja WBL (Work-Based Learning) di SMK Dian Teknik Ambal

No Thumbnail Available
Date
2026-07-21
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui penerapan pendekatan Pembelajaran Berbasis Kerja (WBL) pada mata pelajaran perawatan dan perbaikan mesin otomotif kendaraan bermotor di kelas XI TBSM SMK Dian Teknik Ambal; (2) Meningkatkan keterampilan praktik dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran perawatan dan perbaikan mesin otomotif kendaraan bermotor melalui penerapan pendekatan Pembelajaran Berbasis Kerja (WBL) di kelas XI TBSM SMK Dian Teknik Ambal. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, masing￾masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: (1) Perencanaan (Planning); (2) Pelaksanaan (Action); (3) Pengamatan (Observation); dan (4) Refleksi (Reflection). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI TBSM SMK Dian Teknik Ambal dengan jumlah 30 siswa. Objek penelitian ini adalah keterampilan praktik dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran perawatan dan perbaikan mesin otomotif kendaraan bermotor. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah modul ajar berbasis WBL, job sheet terstruktur, lembar observasi keterampilan praktik, dan soal tes hasil belajar pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kuantitatif. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Kerja (WBL) terbukti meningkatkan keterampilan praktik dan hasil belajar siswa kelas XI TBSM pada mata pelajaran perawatan dan perbaikan mesin otomotif secara signifikan. Rata-rata persentase keterampilan praktik meningkat dari 48,75% (kategori Kurang, pra siklus) menjadi 66,25% (kategori Cukup, siklus I) dan 83,13% (kategori Baik, siklus II). Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 60,80 (pra siklus) menjadi 68,10 (siklus I) dan 78,60 (siklus II). Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 43,33% (pra siklus) menjadi 60,00% (siklus I) dan 90,00% (siklus II). Target indikator keberhasilan penelitian berupa ketuntasan klasikal ≥ 80% dengan rata-rata nilai ≥ 70 tercapai pada siklus II, sehingga penelitian dinyatakan berhasil.
Description
Keywords
Citation