Psikologi
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Psikologi by Author "Alvin Afrian 223080090"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemPengaruh Intensitas Bermain Mobile Legends Terhadap Toxic Behavior Pada Remaja Awal Di Jawa Tengah Dengan Anonimitas Sebagai Moderator(Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi, Hukum,dan Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-06-14) Alvin Afrian 223080090Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas bermain Mobile Legends terhadap toxic Behavior pada remaja awal di Jawa Tengah serta mengetahui peran anonimitas sebagai variabel moderator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional moderasi (moderated correlational research). Populasi penelitian adalah remaja awal usia 13–16 tahun di Jawa Tengah yang aktif bermain Mobile Legends. Sampel penelitian berjumlah 160 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang mengukur variabel intensitas bermain, Toxic Behavior , dan anonimitas. Analisis data menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan software JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas bermain Mobile Legends berpengaruh signifikan terhadap Toxic Behavior dengan nilai signifikansi p < 0,001 (p < 0,05). Variabel anonimitas tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Toxic Behavior dengan nilai signifikansi p = 0,771 (p > 0,05). Namun, anonimitas terbukti mampu memoderasi pengaruh intensitas bermain terhadap Toxic Behavior dengan nilai signifikansi interaksi p = 0,006 (p < 0,05). Koefisien interaksi yang bernilai negatif (B = -0,058) menunjukkan bahwa anonimitas cenderung memperlemah pengaruh intensitas bermain terhadap Toxic Behavior . Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,382 menunjukkan bahwa intensitas bermain, anonimitas, dan interaksi keduanya memberikan kontribusi sebesar 38,2% terhadap toxic Behavior , sedangkan 61,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa upaya pencegahan toxic Behavior pada remaja tidak hanya perlu difokuskan pada pengendalian intensitas bermain Game, tetapi juga pada penguatan literasi digital, pengelolaan interaksi dalam permainan daring, serta pembinaan perilaku berkomunikasi yang positif di lingkungan Game.