Analisis Kesiapan dan Pengaruh Lima Pilar Modernisasi Irigasi di Daerah Irigasi Kabupaten Kulon Progo (Studi Kasus: D.I Kalibawang, D.I Sapon dan D.I Kejuron Kayangan)
No Thumbnail Available
Date
2024-03-05
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini dilakukan di tiga Daerah Irigasi di Kabupaten Kulon Progo,
meliputi D.I Kalibawang, D.I Sapon dan D.I Kejuron Kayangan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis kesiapan modernisasi irigasi dan menganalisis
pengaruh lima pilar terhadap produktivitas tanaman padi di Daerah Irigasi
Kabupaten Kulon Progo.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah IKMI, Structural
Equation Modeling dan Analisis SWOT. Kesiapan pada setiap Daerah Irigasi
berdasarkan Pedoman Umum Modernisasi Irigasi 2011, pengaruh lima pilar
modernisasi irigasi terhadap produktivitas tanaman padi diperoleh dari analisis
SEM dengan aplikasi SmartPLS 3.0 dan strategi yang dilakukan untuk menunjang
peningkatan modernisasi irigasi diperoleh dari kuadran SWOT. Penilaian Indeks
Kesiapan Modernisasi Irigasi menghasilkan D.I Kalibawang didapatkan angka
sebesar 88,32 maka termasuk dalam kategori memadai (>80) yang berarti
modernisasi dapat diterapkan di D.I Kalibawang. Sedangkan D.I Sapon
didapatkan angka 79,31 dan D.I Kejuron Kayangan didapatkan angka 74,44 maka
termasuk dalam kategori cukup (50-80) yang berarti modernisasi ditunda dan
dilakukan penyempurnaan 1-2 tahun.
Hasil penelitian ini, bahwa variabel lima pilar modernisasi irigasi
terhadap produktivitas tanaman padi termasuk dalam kategori lemah. Hal ini dapat
dilihat dari nilai R2 sebesar 0,468, bahwa nilai tersebut mengindikasikan bahwa
variabel lima pilar modernisasi irigasi hanya mampu menjelaskan produktivitas
tanaman padi sekitar 46,80%. Pada pilar 2 berpengaruh negatif signifikan dan
pilar 3 berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas tanaman padi. Hasil
SWOT pada Daerah Irigasi Kabupaten Kulon Progo menempatkannya pada
kuadran I yang berarti kuadran ini lebih efektif menerapkan strategi Strenghts-
Opportunities yang menitik beratkan pada pertumbuhan yang agresif dengan
mengoptimalkan kekuatan dan memanfatkan peluang yang tersedia