PENGARUH INCOME DIVERSIFICATION TERHADAP RISIKO DAN KINERJA PERBANKAN DI INDONESIA (Studi pada 10 Bank Komersial Terbesar di Indonesia Tahun 2007-2013)
No Thumbnail Available
Date
2015-08-05
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Prodi. Manajemen, FE, Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Nita Ayu Riyanti. “Pengaruh Income Diversification terhadap Risiko dan Kinerja
pada Perbankan di Indonesia (Studi pada 10 Bank Komersial Terbesar di
Indonesia Tahun 2007-2013)”. Skripsi. Manajemen. Fakultas Ekonomi,
Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh: (1) income
diversification terhadap risiko bank dan (2) income diversification terhadap
kinerja bank di Indonesia.
Populasi penelitian ini adalah perbankan komersial di Indonesia. Sampel
penelitian adalah 10 bank komersial terbesar di Indonesia dengan jenis data yang
digunakan adalah data panel untuk pengamatan 7 tahun (2007-2013).
Risiko dalam penelitian ini adalah risiko likuiditas yang diukur dengan
LDR, sedangkan kinerja diukur dengan ROA. ROE digunakan sebagai uji
robustness untuk ROA. Income diversification (IDIV) merupakan rasio antara
pendapatan bunga bersih dan non bunga bersih bank. Variabel kontrol digunakan
untuk mengendalikan (mengontrol) pengaruh variabel independen, yang terdiri
dari: size, asset growth, dan type of ownership. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa : (1) income diversification
berpengaruh positif terhadap risiko, sebab nilai koefisien IDIV = 0,364 dengan
p-value = 0,077 (< 0,10). Pengaruh variabel kontrol, size berpengaruh negatif
signifikan terhadap risiko dengan koefisien size = -0,205 dan tingkat signifikan
0,000 (< 0,05), sedangkan signifikansi asset growth = 0,777 (> 0,10) dan
signifikansi type of ownership = 0,778 (> 0,10) sehingga asset growth dan type of
ownership tidak berpengaruh terhadap risiko likuiditas; (2) income diversification
(IDIV) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja, sebab nilai koefisien IDIV
= 0,053 dengan p-value = 0,000 (< 0,05). Pengaruh variabel kontrol, yaitu size,
asset growth, dan type of ownership sebagai berikut. Size berpengaruh positif
signifikan terhadap kinerja (size = 0,053 dengan p-value = 0,000). Asset growth
tidak berpengaruh terhadap kinerja, sebab p-value = 0,750 (> 0,10). Signifikansi
type of ownership = 0,029 yang artinya ada pengaruh tipe kepemilikan bank
terhadap kinerja. Tipe kepemilikan ini dibedakan menjadi D1 (bank milik
pemerintah) berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja (D1 = -0,484),
sedangkan D2 (bank milik swasta) berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja,
sebab nilai koefisien D2 = 0,484. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar empiris
bagi manajemen bank dalam menentukan kebijakan terkait dengan diversifikasi
pendapatan. Meskipun diversifikasi pendapatan terbukti meningkatkan kinerja dan
menurunkan risiko, namun bank-specific factor seperti size, asset growth, dan
type of ownership juga perlu dipertimbangkan dalam penentuan kebijakan
diversifikasi pendapatan. Selanjutnya, penelitian ini dapat digunakan sebagai
referensi ataupun bahan pembanding untuk penelitian lanjutan dalam bidang dan
topik yang relevan dengan penelitian ini.
Kata kunci : income diversification, risiko likuiditas, kinerja.