ANALISA PENGEMBANGAN JARINGAN IRIGASI BENDUNG PEKATINGAN

No Thumbnail Available
Date
2016-08-21
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang mengacu pada Pengembangan Jaringan irigasi dalam hal pengaturan distribusi air Daerah Bendung Pekatingan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) untuk mengevaluasi kemampuan debit yang tersedia dilokasi penelitian, sehingga pengembangan jaringan irigasi dapat dilakuakan. (2) ubtuk menganalisa faktor K atau faktor penyedia air relatif (PAR). (3) membuat model pengembangan pembagian air DI Pekatingan. Studi ini mengambil lokasi di Daerah Irigasi Bendung Pekatingan yang terletak di Desa Binangun, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Teknik pengupulan data dilakukan dengan cara observasi yang kemudian data diolah. Dari hasil perhitungan tersebut, ketersediaan sumber daya air yang ada dianaisis dan diinterprestasikan. Hasil dari data ketersediaan air periode setengah bulanan, maka besarnya debit andalan 80 % yang terjadi cukup bervariasi, dimana debit terbesar terjadi pada bulan Mei Periode II yaitu sebesar 17,64 m3/dt, dan debit terkecil terjadi pada bulan Oktober Periode I dan II yaitu sebesar 0,00 m3/dt. Dari hasil antara debit andalan dan kebutuhan air terhadap luas areal yang dapat dikembangkan menjadi areal irigasi, yaitu kondisi pada Musim Tanam I mengalami surplus, pada Musim Tanam II mengalami defisit pada bulan Maret periode I sebesar -1,1 m3/dt, dan bulan April periode I sebesar -1,13 m3/dt. Pada Musim Tanam III juga mengalami defisit pada bulan Agustus periode I sebesar - 0,68 m/dt, bulan September periode I sebesar -0,448 m3/dt, dan bulan Oktober periode I sebesar -0,21 m3/dt. Berdasarkan analisis faktor K didapat nilai rata-rata faktor K dari 3 (tiga) musim tanam yaitu sebesar 5,72 untuk musim tanam I (MT-I), 4,563 untuk musim tanam II (MT-II), dan 4,18 untuk musim tanam III (MT-III). Sehingga pola pemberian air untuk musim tanam I (MT-I), musim tanam II(MT-II), musim tanam III (MT-III) adalah menggunakan pola irigasi menerus Dari perhitungan Neraca Air terjadi pengembangan pada Musim Tanam I (MT-I) kondisi airnya surplus atau berlebih sehingga dapat dikembangkan untuk mengairi DI dan sekitarnya.
Description
Keywords
Citation
Collections