NILAI MORAL DALAM CERITA BERSAMBUNG “EVELYN” PADA MAJALAH DJOKO LODANG TAHUN 2014
No Thumbnail Available
Date
2016-08-15
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik yang
terdapat dalam cerita bersambung;dan (2) nilai moral yang terdapat dalam Cerita
Bersambung “Evelyn”
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data
penelitian ini adalah cerita bersambung “Evelyn” pada majalah Djoko Lodang. Data
penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari dalam Cerita Bersambung “Evelyn”. Dalam
pengumpulan data digunakan teknik observasi, pustaka, simak catat dan terjemahan.
Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, kartu pencacat data,
bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mendukung sebagai acuan. Dalam
keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data digunakan
“content analysis” atau analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan metode
informal.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik cerita
bersambung “Evelyn” terdiri dari: (a) tema dalam cerita bersambung “Evelyn” adalah
penyesalan, (b) tokoh utamanya: Nyonya Evelyn memiliki sifat kurang menghargai
waktu, kurang sopan, dan baik; Alfredo memiliki sifat baik, pemberani, jujur, tidak
berpendirian, dan penakut; tokoh tambahannya: Marilyn memiliki sifat perhatian dan
dapat dipercaya; Nyonya Maria dengan sifat penyayang, pekerja keras, ramah; Katrin
dengan sifat rajin; Peter dengan sifat tanggung jawab, sederhana, perhatian; Samson
dengan sifat kasar dan jahat; Clara dengan sifat pandai, pemberani, pekerja keras,
mandiri dan jujur; Bismarck dengan sifat nakal; Jane dengan sifat perhatian dan baik;
Philip dengan sifat pemberani dan teguh pendirian, (c) alur: alur campuran, (d) latar
tempat meliputi: Kinibato, Pulau Niihau, Mauna Loa, ruang tamu, kamar, cafe,
rumah biliar, terminal, ruang makan dan makam; latar waktu meliputi: sore, siang,
pagi, hari Minggu; dan latar suasana meliputi: sepi, aman, senang, takut,
menegangkan, ramai, (e) sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia”
serba tahu; (2) nilai moral terdiri dari nilai moral hubungan manusia dengan diri
sendiri meliputi: pemberani, pandai, pekerja keras, rajin, hemat, mandiri, bijaksana
berhati-hati, teguh pendirian, dan percaya diri; nilai moral hubungan manusia dengan
sesama manusia dalam lingkup sosial dan dengan lingkungan alam meliputi: baik
kepada orang tua, memahami orang lain, perhatian kepada sesama, ramah,
menghargai orang lain, setia kawan, penyayang, menepati janji, jujur kepada orang
lain, dan sopan; nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: percaya
adanya Tuhan, berdoa, beribadah, mengingat Tuhan.