ANALISIS GAYA BAHASA DAN NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL NEGERI DI UJUNG TANDUK KARYA TERE LIYE DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI KELAS X SMK
No Thumbnail Available
Date
2015-08-18
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Prodi. PBSI, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Setiyani, Fajar Endah. 2015. “Analisis Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan
dalam Novel Negeri di Ujung Tanduk Karya Tere Liye dan rencana relaksanaan
pembelajaran di Kelas X SMK”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Penelitaian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkapkan dan
mendeskripsikan: gaya bahasa, nilai-nilai pendidikan, dan rencana pelaksanaan
pembelajaran novel Negeri di Ujung Tanduk di kelas X SMK.
Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Negeri di ujung Tanduk
karya Tere Liye, objek penelitian berupa gaya bahasa, nilai pendidikan dan
rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas X SMK, penelitian ini difokuskan
pada empat kelompok gaya bahasa meliputi; (a) gaya bahasa penegasan terdiri
dari paralelisme, erotesis, klimaks, repetisi, antiklimaks, (b) gaya bahasa
penegasan terdiri dari hiperbola, metonomia, personifikasi, pleonasme, metafora,
sinekdoke, alusi, simile, asosiasi, eufenisme, epitet, eponim, hipalase, (c) gaya
bahasa pertentangan terdiri dari litotes, paradoks, histeron prosteron, oksimoron,
okupasi, (d) gaya bahasa sindiran terdiri dari meliosis, sinisme, ironi, innuendo,
sarkasme, satire, dan empat nilai pendidikan terdiri dari nilai pendidikan religius,
nilai pendidikan moral, nilai pendidikan sosial, dan nilai pendidikan budaya, serta
rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas X SMK. Teknik pengumpulan data
dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Teknik analisis data dilakukan teknik
analisis isi (content analisys). Teknik penyajian hasil analisis menggunakan teknik
informal.
Berdasarkan pembahasan data, penulis memperoleh simpulan, identifikasi
gaya bahasa dalam novel Negeri di Ujung Tanduk karya Tere Liye, yaitu; (a) gaya
bahasa penegasan, meliputi; lima data gaya bahasa erotesis, tiga data gaya bahasa
klimaks, dan enam gaya bahasa repetisi, (b) gaya bahasa perbandingan, meliputi;
empat data gaya bahasa hiperbola, sepuluh data gaya bahasa personifikasi,
delapan data gaya bahasa metafora, dua data gaya bahasa sinekdoke pars pro toto,
empat data gaya bahasa simile, satu data gaya bahasa asosiasi, tujuh data gaya
bahasa epitet, dan satu data gaya bahasa eponim, (c) gaya bahasa pertentangan
yang terdapat dalam novel tersebut hanya ada satu yaitu litotes, (d) gaya bahasa
sindiran, meliputi; dua data gaya bahasa sinisme, satu data gaya bahasa ironi dan
dua data gaya bahasa sarkasme. Nilai pendidikan dalam novel Negeri di Ujung
Tanduk, antara lain; (a) nilai pendidikan religius meliputi; menjaga amanat,
menjaga silaturahmi, bersyukur, dan berserah diri kapada Allah, (b) nilai
pendidikan moral meliputi; balas budu, peduli, disiplin dan kerja keras, serta
pantang menyerah, (c) nilai pendidikan sosial meliputi; pemimpin yang
mementingkan kepentingan rakyat, penegakan hokum, tolong menolong, dan rasa
terimakasih atas kepedulian orang lain, (d) nilai pendidikan budaya meliputi;
kebiasaan tolong menolong, kebiasaan makan malam di sekolah Thomas. Novel
Negeri di Ujung Tanduk karya Tere Liye dapat dijadikan bahan pembelajaran di
xiii
kelas X SMK pada kompetensi dasar 7.1 menganalisis unsur-unsur intrinsik dan
ekstrinsik novel Indonesia/ terjemahan dalam Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Metode yang digunakan novel tersebut digunakanantara lain
metode pemodelan, tanya jawab dan penugasan. Strategi pembelajaran yang
digunakan ialah pendahuluan, penentuan sikap aktif, penyajian, dan tugas-tugas
praktis.
Kata kunci: gaya bahasa, nilai pendidikan, novel Negeri di Ujung Tanduk, dan
rencana pelaksanaan pembelajaran di smk