ANALISA KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER ABU SEKAM PADI, KAPUR TOHOR, AKTIVATOR ALKALI DAN SUPERPLASTICIZER
No Thumbnail Available
Date
2019-04-15
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Pemakaian beton dalam proses pembangunan yang berkelanjutan, terdapat proses
produksi semen yang banyak menghasilkan banyak gas karbon dioksida (CO2). Gas
karbondioksida yang berkelanjutan dapat memicu terjadinya pemanasan global yang dapat
membahayakan peradaban manusia di bumi. Ada beberapa alternatif pembuatan beton tanpa
semen untuk mengurangi resiko pemanasan global di antaranya pengembangan riset ikatan
geopolimer, Salah satu bahan untuk pembuatan beton geopolimer yaitu Abu Sekam Padi.
Dalam penelitian ini akan dilakukan studi tentang kuat tekan beton geopolimer berbahan abu
sekam dan kapur tohor, menganalisa berapa proporsi yang tepat dalam penggunaan
perbandingan variasi abu sekam padi dengan kapur tohor, dan menganalisa apakah abu sekam
padi dan kapur tohor bisa digunakan untuk beton geopolimer.
Pada penelitian ini yaitu menggunakan metode eksperimental, dibuat benda uji silinder
berbentuk silinder dengan ukuran diameter 75 mm dan tinggi 150 mm. Perbandingan prekursor
menggunakan variasi abu sekam padi : kapur tohor yaitu 70 : 30, 80 : 20, 90 : 10 dan 100 : 0.
Penggunaan masing- masing variasi berjumlah 9 benda uji dari total 36 buah untuk pengujian
kuat tekan 7,14 dan 28 hari. Perbandingan binder : Agregat yaitu menggunakan 1 : 5 dengan
prosentase larutan alkali 26 % : prekursor 74 % untuk perbandingan berat dari binder.
Perbandingan alkali aktivator NaOH : Na2SiO3 yang digunakan adalah 1 : 2,5. Pemeliharaan
benda uji menggunakan curing suhu ruangan di laboratorium.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kuat tekan beton geopolimer tertinggi
pada GEO 70 yaitu 3.51 MPa pada umur 14 hari, dan selanjutnya di umur selanjutnya 28 hari
mengalami penurunan. Kuat tekan paling tinggi pada variasi GEO 80 = 0.75 MPa, GEO 90 =
0.55 Mpa, GEO 100 = 0.36 MPa juga terdapat pada umur 14 hari, dan selanjutnya di umur 28
hari menurun, kecuali GEO 80 tetap. Kuat tekan beton geopolimer yang dihasilkan dalam
penelitian ini termasuk beton sederhana karena kurang dari 10 MPa