“Analisis Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menyelesaikan Soal Fungsi Invers pada Siswa dengan Kemandirian Nilai Tinggi
No Thumbnail Available
Date
2025-11-20
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis
siswa dalam menyelesaikan soal fungsi invers pada siswa dengan kemandirian nilai
tinggi.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK di
Purworejo tahun pelajaran 2024/2025 dengan kemandirian nilai tinggi. Teknik
pengambilan subjek yang digunakan yaitu purposive sampling, subjek yang diambil
adalah 4 subjek dari 6 calon subjek dengan kemandirian nilai tinggi. Penelitian
diawali dengan memberikan angket kemandirian nilai untuk mengetahui tingkat
kemandirian nilai siswa. Dari hasil angket diperoleh 6 calon subjek dengan kategori
kemandirian nilai tinggi. Keenam calon subjek mengerjakan tes kemampuan
berpikir kritis berupa soal fungsi invers, kemudian dipilih 4 subjek yang identik
untuk dianalisis lebih lanjut. Instrumen yang digunakan berupa angket kemandirian
nilai, dan lembar tes kemampuan berpikir kritis. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini menggunakan angket, tes, wawancara, catatan lapangan, dan
dokumentasi. Analisis data kualitatif menggunakan reduksi data dengan triangulasi
teknik, penyajian data dan verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemandirian nilai tinggi
mampu melakukan interpretasi dengan memahami soal secara utuh, melakukan
analisis melalui perancangan strategi penyelesaian yang logis, melakukan evaluasi
hasil perhituungan dengan meninjau kembali kesesuaian jawaban, serta
menunjukkan kemampuan inferensi dalam menarik kesimpulan berdasarkan
penalaran yang selaras dengan konteks permasalahan. Pada aspek regulasi diri,
siswa memperlihatkan konsistensi dalam memeriksa langkah penyelesaian.
Namun, kelemahan masih tampak pada aspek eksplanasi, dimana sisa cenderung
hanya menyajikan prosedur tanpa alasan logis yang mendalam. Materi fungsi invers
terbukti efektif sebagai sarana untuk mengungkap kemampuan berpikir kritis
karena menuntut pemahaman konseptual, penalaran yang konsisten, serta evaluasi
terhadap proses penyelesaian. Secara keseluruhan, siswa dengan kemandirian nilai
tinggi cenderung lebih mandiri, konsisten, dan terarah dalam berpikir, meskipun
tetap memerlukan penguatan pada kemampuan memberikan penjelasan logis agar
aspek berpikir kritis berkembang lebih seimbang.