Implementasi Pendekatan Student Active Learning Berbasis Project Work Untuk Mengembangkan Karakter Kerja Sama Peserta Didik Kelas V SD Negeri 1 Jangkrikan
No Thumbnail Available
Date
2025-10-06
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan penerapan pendekatan
Student Active Learning berbasis Project Work pada materi magnet di kelas V SD
Negeri 1 Jangkrikan, 2) mengetahui peningkatan karakter kerja sama peserta didik
kelas V SD Negeri 1 Jangkrikan setelah diterapkannya pendekatan Student Active
Learning berbasis Project Work.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis & McTaggart. Subyek
penelitian yaitu peserta didik kelas V SD Negeri 1 Jangkrikan tahun pelajaran
2025/2026 dengan jumlah 19 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, tes, dan catatan lapangan. Data
yang diperoleh yaitu, hasil wawancara, lembar observasi kerja sama peserta didik,
lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar peserta didik. Data
yang diperoleh dianalisis menggunakan teknis analisis deskriptif kuantitatif dan
kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Student Active Learning
berbasis Project Work dapat meningkatkan kerja sama dan hasil belajar peserta
didik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan rata-rata skor kerja sama
peserta didik dari pra siklus ke siklus I dan siklus II. Pada tahap prasiklus persentase
rata-rata kerja sama peserta didik sebesar 57,89% dan pada akhir siklus meningkat
hingga 85%. Hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan yang
signifikan setelah diterapkannya pendekatan Student Active Learning berbasis
Project Work, Berdasarkan kajian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan
pendekatan Student Active Learning berbasis Project Work dapat mengembangkan
kerja sama peserta didik peserta didik. Dengan demikian, model ini layak
digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran aktif di sekolah dasar.