EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR FAKTOR PRODUKSI USAHATANI TEMBAKAU RAJANGAN (Nicotiana tabacum L.) DI DESA KETANGI KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN PURWOREJO
No Thumbnail Available
Date
2015-08-27
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor-faktor produksi yang
mempengaruhi usahatani tembakau rajangan di Desa Ketangi Kecamatan
Purwodadi Kabupaten Purworejo, 2) besarnya biaya, penerimaan, pendapatan dan
keuntungan usahatani tembakau rajangan di Desa Ketangi Kecamatan Purwodadi
Kabupaten Purworejo, 3) kelayakan usahatani tembakau rajangan di Desa Ketangi
Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo dan 4) efisiensi alokatif usahatani
tembakau rajangan di Desa Ketangi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo.
Sampel penelitian berjumlah 39 orang, ditentukan dengan mengaplikasikan
rumus Yamane dengan presisi sebesar 15%. Pengambilan sampel menggunakan
teknik Snowball Sampling. Analisis data menggunakan fungsi produksi, biaya
produksi, kelayakan dan efisiensi alokatif.
Hasil analisis diketahui bahwa faktor produksi yang berpengaruh signifikan
(nyata) terhadap produksi tembakau rajangan adalah luas lahan, jumlah bibit,
curahan tenaga kerja, jumlah pupuk organik, jumlah pupuk urea, jumlah pupuk
ZA dan pengalaman bertani. Faktor produksi yang tidak berpengaruh signifikan
(nyata) terhadap produksi tembakau rajangan adalah jumlah pupuk SP36, jumlah
pestisida matador dan jumlah pestisida lannate. Usahatani tembakau rajangan di
Desa Ketangi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo per 1306,41 m
2
membutuhkan rata-rata total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 2.291.242,38
dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp 5.765.384,62, rata-rata pendapatan
sebesar Rp 4.219.500,06 dan rata-rata keuntungan sebesar Rp 3.474.142,23. Nilai
produktivitas tenaga kerja sebesar Rp 96.433,35 lebih besar dari biaya tenaga
kerja yang berlaku sehingga layak diusahakan, nilai produktifitas modal ( /C
ratio) sebesar 151,63% lebih besar dari suku bunga simpanan (simpedes) sebesar
0,33% sehingga layak diusahakan dan nilai R/C ratio sebesar 2,52 lebih dari 1
sehingga layak diusahakan. Hasil analisis efisiensi alokatif diketahui bahwa
variabel luas lahan, jumlah bibit, jumlah pupuk organik, jumlah pupuk ZA,
jumlah pupuk SP36, jumlah pestisida matador dan jumlah pestisida lannate sudah
efisien sedangkan variabel curahan tenaga kerja tidak efisien dan variabel jumlah
pupuk urea belum efisien.