Kendala dan Solusi yang Dihadapi dalam Pelaksanaan Pembelajaran Materi Perawatan Sistem Pendingin pada Kelas XI Program Teknik Sepeda Motor (TSM) di SMK YPP Purworejo
No Thumbnail Available
Date
2026-07-06
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kendala yang dihadapi
dalam pelaksanaan pembelajaran materi perawatan sistem pendingin pada kelas XI
TSM di SMK YPP Purworejo; (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang
menyebabkan terjadinya kendala pembelajaran; (3) mendeskripsikan solusi yang
diterapkan guru dan sekolah dalam mengatasi kendala pembelajaran; serta (4)
mendeskripsikan efektivitas solusi yang diterapkan dalam mengatasi kendala
pembelajaran materi perawatan sistem pendingin.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan
studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru mata pelajaran dan siswa kelas XI
TSM SMK YPP Purworejo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan
Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi dalam
pelaksanaan pembelajaran materi perawatan sistem pendingin meliputi
keterbatasan sarana dan prasarana praktik, belum tersedianya modul pembelajaran
khusus, keterbatasan media pembelajaran, rendahnya pemahaman dasar sebagian
siswa, serta terbatasnya waktu praktik. Faktor penyebab kendala berasal dari faktor
internal siswa berupa perbedaan kemampuan memahami materi dan faktor
eksternal berupa keterbatasan fasilitas praktik, metode pembelajaran yang masih
didominasi ceramah, serta kurangnya media pendukung pembelajaran. Solusi yang
diterapkan guru dan sekolah antara lain penggunaan video pembelajaran sebagai
media visual, pemberian bimbingan dan pendampingan secara langsung kepada
siswa, pelaksanaan praktik secara berkelompok, serta upaya pengembangan sarana
pembelajaran berupa penyediaan modul dan trainer sistem pendingin. Solusi yang
diterapkan cukup membantu meningkatkan pemahaman siswa dan mendukung
kelancaran proses pembelajaran, meskipun efektivitasnya belum optimal karena
keterbatasan fasilitas praktik yang masih ada