Eksperimentasi Model Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning (DL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMA Negeri 1 Prembun
No Thumbnail Available
Date
2026-08-07
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruanan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang dikenai model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih baik daripada siswa yang dikenai model pembelajaran Discovery Learning (DL). Kemampuan berpikir kritis matematis dalam penelitian ini diukur berdasarkan enam indikator menurut Facione, yaitu interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, dan self-regulation, yang menggambarkan kemampuan siswa dalam memahami permasalahan, menganalisis informasi, mengevaluasi penyelesaian, menarik kesimpulan, memberikan alasan, serta melakukan refleksi terhadap jawaban yang diperoleh.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) menggunakan desain posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Prembun Tahun Pelajaran 2025/2026. Sampel ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, sehingga diperoleh kelas X-10 sebagai kelas eksperimen I yang dikenai model Problem Based Learning (PBL) dan kelas X-3 sebagai kelas eksperimen II yang dikenai model Discovery Learning (DL). Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji keseimbangan, dan uji hipotesis menggunakan uji-t setelah seluruh prasyarat analisis terpenuhi.
Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa nilai ๐กโ๐๐ก๐ข๐๐=2,326 lebih besar daripada ๐ก๐ก๐๐๐๐=1,667 pada taraf signifikansi ๐ผ=0,05, sehingga ๐ป0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang dikenai model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih baik daripada siswa yang dikenai model pembelajaran Discovery Learning (DL). Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik pembelajaran matematika yang berorientasi pada peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.