EVALUASI KERENTANAN RUMAH TINGGAL TERHADAP GEMPA BUMI MENGGUNAKAN APLIKASI InaRISK DENGAN FITUR ACeBS (Studi Kasus : Desa Kemangguan, Kec. Alian, Kab. Kebumen)
No Thumbnail Available
Date
2025-08-19
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Wilayah Indonesia yang berada di zona pertemuan tiga lempeng tektonik
menyebabkan tingginya risiko gempa bumi, termasuk di Kabupaten Kebumen.
Meskipun Desa Kemangguan tergolong wilayah dengan ancaman gempa sedang
hingga rendah, masih banyak rumah tinggal yang dibangun tanpa
mempertimbangkan standar konstruksi tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi tingkat kerentanan rumah tinggal satu lantai terhadap gempa bumi
dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penilaian kerentanan
dilakukan menggunakan fitur ACEBS pada aplikasi InaRISK untuk mempermudah
evaluasi bangunan.
Penelitian ini menggunakan metode mixed methods, yakni pendekatan
kuantitatif melalui penilaian numerik menggunakan aplikasi InaRISK fitur ACeBS
(Asesmen Cepat Bangunan Sederhana), serta pendekatan kualitatif melalui
observasi dan wawancara. Sebanyak 92 rumah dipilih sebagai sampel
menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 10%. Penilaian dilakukan
berdasarkan 47 indikator teknis seperti kondisi fondasi, kolom, sambungan struktur,
hingga penutup atap.
Hasil asesmen menunjukkan bahwa 46% bangunan termasuk dalam kategori
kerentanan rendah, 43% sedang, dan 11% tinggi. Faktor dominan yang
memengaruhi kerentanan meliputi kedalaman dan material fondasi, kualitas
tulangan struktur, serta sambungan antara elemen struktur dan atap. Sebagian
rumah belum sepenuhnya memenuhi standar teknis konstruksi tahan gempa sesuai
Permen PUPR No. 5 Tahun 2016.