Analisis Psikologi Sastra dan Psikologi Pembaca Novel Sekar Rinonce Karya Tulus Setiyadi
No Thumbnail Available
Date
2026-01-21
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembacaan novel Sekar Rinonce
karya Tulus Setiyadi untuk menemukan: 1) psikologi sastra (id, ego, superego)
dalam novel Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi; 2) psikologi pembaca novel
Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi .
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada
penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan teknik wawancara. Instrumen
penelitian ini adalah peneliti sendiri, narasumber, alat dokumentasi dan rekaman
berupa gawai, serta instrumen tambahan berupa kertas pencatat data dan bukubuku pengkajian sastra yang relevan. Teknik keabsahan data pada penelitian ini
menggunakan peningkatan ketekunan dan triangulasi. Teknik analisis data pada
skripsi ini menggunakan teknik analisis isi. Teknik penyajian data pada skripsi ini
menggunakan metode informal.
Hasil penelitian ini meliputi: 1) deskripsi psikologi sastra novel Sekar
Rinonce karya Tulus Setiyadi ditinjau dari teori psikoanalisa kepribadian Sigmund
Freud: (a) id pada tokoh Yuli dalam novel Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi
berupa luapan emosi-emosinya ketika menghadapi permasalahan yang terjadi dan
terlihat pada kutipan berikut “Menawa nganti nekad, aku bisa tumindak sing
luwih nekad”, (b) ego pada tokoh Yuli berupa cara untuk menahan emosi yang ada
dan terlihat pada kutipan berikut “Yuli mung meneng wae, nadyan batine nyimpen
rasa was-was sumelang”, (c) superego tokoh Yuli berupa proses moral dan
introspeksi terhadap peristiwa yang terjadi dan terlihat pada kutipan berikut
“Pangalaman sing biyen bisa kanggo sangu anggonmu nerusake laku”. (2)
psikologi pembaca novel novel Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi; (a) proses
kognitif berupa hasil analisis atau pemahaman pembaca tentang novel Sekar
Rinonce karya Tulus Setiyadi dan terlihat pada jawaban narasumber 1 Makhasin
“Menurut saya Yuli adalah seseorang yang mudah ragu, cerewet, dan terkadang
susah dimengerti”, (b) proses afektif pembaca berupa kesan/perasaan setelah
membaca novel Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi dan terihat pada jawaban
narasumber 1 Makhasin “Mengenai keseluruhan cerita sangat membuat perasaan
bolak-balik, terkadang bisa menjadi kesal, terharu, malas, atau bahkan tidak
karuan saat membacanya”, (c) proses evaluatif berupa nilai-nilai moral yang
dapat diambil dari novel Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi dan terlihat pada
jawaban narasumber 1 Makhasin “kita belajar bahwa cinta dan ketulusan dapat
menjadi obat bagi luka masa lalu, meskipun pasti butuh waktu untuk benar-benar
pulih”