Analisis Bentuk Pertunjukan dan Makna Simbolik Kesenian Jathilan Cahya Turangga Mudha di Desa Munggangsari Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang
No Thumbnail Available
Files
Date
2026-07-30
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini dilakukan atas dasar kepopuleran tari jathilan sebagai hiburan
masyarakat di Kabupaten Magelang yang masih bertahan hingga saat ini dan terus
berkembang seiring kemajuan zaman. Kajian mengenai kesenian ini memang telah
banyak dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya, namun penelitian yang secara
spesifik membahas bentuk pertunjukan dan makna simbolik kesenian jathilan,
khususnya pada grup Cahya Turangga Mudha di Desa Munggangsari Kecamatan
Kaliangkrik Kabupaten Magelang, belum pernah dilakukan. Aspek-aspek tersebut
belum banyak diketahui oleh masyarakat, sehingga diperlukan penelitian lebih
lanjut. Untuk mengungkap permasalahan tersebut maka diperlukan analisis
mengenai (1) Bentuk pertunjukan kesenian jathilan Cahya Turangga Mudha Desa
Munggangsari, (2) Makna simbolik ubarampe dalam kesenian jathilan Cahya
Turangga Mudha Desa Munggangsari. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan
teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis
data interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pertunjukan kesenian
jathilan Cahya Turangga Mudha di Desa Munggangsari Kecamatan Kaliangkrik
Kabupaten Magelang, memiliki unsur-unsur pembangunnya yaitu sejarah kesenian
Cahya Turangga Mudha, penari atau pelaku, wiraswara dan waranggana, waktu
pertunjukan, tempat pertunjukan, alat musik, tata rias, tata busana, serta pawang.
Seluruh unsur tersebut berpadu secara harmonis dan saling melengkapi, sehingga
menghasilkan sajian pertunjukan yang terstruktur dan dapat dinikmati penonton
secara utuh. Makna simbolik pada setiap ubarampe yang ada pada dasarnya
merupakan ungkapan rasa syukur manusia kepada Sang Pencipta sebagai tempat
memohon dan tempat berserah diri.