Kesantunan Berbahasa Dalam Novel Manuk Prenjak Mabur Ing Pengging Karya Endang Wiryanti Serta Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Bahasa Jawa di SMA
No Thumbnail Available
Date
2022-08-29
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan maksim
kesantunan, bentuk-bentuk tingkat kesantunan berdasarkan dialog atau
tuturan antar tokoh yang terdapat dalam novel Manuk Prenjak Mabur Ing
Pengging kaya Endang Wiryanti dan mendeskripsikan relevansinya terhadap
pembelajaran bahasa Jawa di SMA. Sesuai dengan tujuan tersebut, penelitian
ini menggunakan teori pragmatik pada umumnya dan teori kesantunan pada
khususnya yaitu menggunakan teori Geoffrey Leech Prinsip-prinsip
kesantunan yang merupakan bagian dari teori pragmatik.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data
penelitian ini berupa dialog tuturan dan narasi petika novel Manuk Prenjak
Mabur Ing Pengging karya Endang Wiryanti. Metode pengumpulan data
dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik
analisis data yang peneliti lakukakan dalam penelitian ini diuraikan ke dalam
tiga tahapan, antara lain, tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap
penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan yaitu antara lain
pertama, ditemukan enam maksim kesantunan berbahasa yang ditemukan
dalam dialog atau tuturan antar tokoh dalam novel Manuk Prenjak Mabur Ing
Pengging Karya Endang Wiryanti. Keenam maksim tersebut adalah maksim
kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan
hati, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian. Maksim kebijaksanaan
merupakan maksim yang dominan dalam dialog maupun tuturan antar tokoh
pada novel Manuk Prenjak Mabur Ing Pengging Karya Endang Wiryanti.
Sedangkan maksim kedermawanan jarang ditemukan oleh penulis. Kedua
tingkat kesantunan antar tokoh dalam novel Manuk Prenjak Mabur Ing
Pengging Karya Endang Wiryanti terdiri dari tiga kategori tuturan yaitu, skala
untung-rugi, skala ketaklangsungan, dan skala kemanasukaan. Dari ketiga
kategori tuturan tersebut skala untung-rugi yang paling dominan sering
ditemukan, dan skala ketaklangsungan yang kurang dominan, hal ini
menunjukkan bahwa tingkat kesantunan tuturan antar tokoh dalam Manuk
Prenjak Mabur Ing Pengging Karya Endang Wiryanti saling menguntungkan
dan jarang merugikan orang lain.