Kesantunan Berbahasa Dalam Novel Manuk Prenjak Mabur Ing Pengging Karya Endang Wiryanti Serta Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Bahasa Jawa di SMA

dc.contributor.authorAstri Kurnia
dc.date.accessioned2025-11-24T07:06:02Z
dc.date.available2025-11-24T07:06:02Z
dc.date.issued2022-08-29
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan maksim kesantunan, bentuk-bentuk tingkat kesantunan berdasarkan dialog atau tuturan antar tokoh yang terdapat dalam novel Manuk Prenjak Mabur Ing Pengging kaya Endang Wiryanti dan mendeskripsikan relevansinya terhadap pembelajaran bahasa Jawa di SMA. Sesuai dengan tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan teori pragmatik pada umumnya dan teori kesantunan pada khususnya yaitu menggunakan teori Geoffrey Leech Prinsip-prinsip kesantunan yang merupakan bagian dari teori pragmatik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa dialog tuturan dan narasi petika novel Manuk Prenjak Mabur Ing Pengging karya Endang Wiryanti. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik analisis data yang peneliti lakukakan dalam penelitian ini diuraikan ke dalam tiga tahapan, antara lain, tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan yaitu antara lain pertama, ditemukan enam maksim kesantunan berbahasa yang ditemukan dalam dialog atau tuturan antar tokoh dalam novel Manuk Prenjak Mabur Ing Pengging Karya Endang Wiryanti. Keenam maksim tersebut adalah maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian. Maksim kebijaksanaan merupakan maksim yang dominan dalam dialog maupun tuturan antar tokoh pada novel Manuk Prenjak Mabur Ing Pengging Karya Endang Wiryanti. Sedangkan maksim kedermawanan jarang ditemukan oleh penulis. Kedua tingkat kesantunan antar tokoh dalam novel Manuk Prenjak Mabur Ing Pengging Karya Endang Wiryanti terdiri dari tiga kategori tuturan yaitu, skala untung-rugi, skala ketaklangsungan, dan skala kemanasukaan. Dari ketiga kategori tuturan tersebut skala untung-rugi yang paling dominan sering ditemukan, dan skala ketaklangsungan yang kurang dominan, hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesantunan tuturan antar tokoh dalam Manuk Prenjak Mabur Ing Pengging Karya Endang Wiryanti saling menguntungkan dan jarang merugikan orang lain.
dc.identifier.urihttps://repository.umpwr.ac.id/handle/123456789/2065
dc.language.isoother
dc.publisherProgram Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
dc.relation.ispartofseriesWisuda Periode I 2022/2023; S.PBSJ.749
dc.titleKesantunan Berbahasa Dalam Novel Manuk Prenjak Mabur Ing Pengging Karya Endang Wiryanti Serta Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Bahasa Jawa di SMA
dc.typeThesis
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
File ke-3 ABSTRAK.pdf
Size:
308.01 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: