KAJIAN STRUKTURAL DAN NILAI MORAL DALAM NOVEL OMBAK SANDYAKALANING KARYA TAMSIR AS
No Thumbnail Available
Date
2023-07-13
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) struktur novel
Ombak Sandyakalanng karya Tamsir AS, dan (2) nilai-nilai moral dalam novel
Ombak Sandyakalanng karya Tamsir AS. Objek penelitian ini adalah tema, fakta
cerita (tokoh dan penokohan, alur, latar), sarana sastra (judul dan sudut pandang),
serta nilai moral dalam novel Ombak Sandyakalanng karya Tamsir AS.
Data dikumpulkan menggunakan metode baca dan catat dengan peneliti
sendiri sebagai human instrument yang dibantu dengan menggunakan kartu data.
Analisis data menggunakan metode analisis isi dan hasil analisis data dipaparkan
menggunakan metode informal.
Hasil penelitian ini adalah: (1) struktur novel Ombak Sandyakalaning karya
Tamsir AS terdiri dari tema, fakta cerita, dan saran sastra. Tema novel Ombak
Sandyakalaning adalah kelicikan Sabrang untuk mendapatkan Nikmah. Fakta
cerita terdiri dari tokoh dan penokohan, alur dan latar. Tokoh dalam novel Ombak
Sandyakalanaing yaitu Darus, Nikmah, Rejeb, Ibunya Nikmah, Layarini, Rabun,
Goan Jie, Sabrang, Tawi brewok, Kiman kera, Pak sulaiman, Pak Suja’i. Alur
cerita dalam novel Ombak Sadyakalaning menggunakan alur progresif atau maju
karena peristiwa cerita berjalan secara runtut atau kronologis. Secara garis besar
alur cerita dalam novel Ombak Sandyakalaning terbagi kedalam lima bagian,
yakni tahap pendahuluan, penggawatan, penanjakan, tahap klimaks, peleraian.
Latar novel Ombak Sandyakalaning terdiri dari: Latar waktu terjadi siang, empat
tahun yang lalu, sore, malam, tujuh tahun, pagi, enam bulan yang lalu, seminggu
yang lalu, subuh. Latar tempat di perahu, Sunglon, di pulau penuh batu, dasar laut,
tepi pantai, kebon kelapa dan jalan setapak cabang dua. Latar sosial novel Ombak
Sandyakalaning berkaitan kehidupan masyarakat di pantai yang tetap miskin dan
sengsara. Sementara itu sarana sastra terdiri dari judul dan sudut pandang. Judul
novel adalah Ombak Sandyakalaning. Sudut pandang adalah sudut pandang
persona ketiga yang serba tau. (2) Nilai moral dalam novel Ombak
Sandyakalaning diantaranya: mensyukuri pemberian Tuhan, jangan menerima
uang dari sesuatu yang tidak baik, jika mengalami ketakutan menyebut nama
Tuhan, menjalankan pesan orang tua, jika mendapatkan pertolongan orang lain
mengucapkan terima kasih, menyayangi suami dengan sepenuh hati, ketika
menghadapi masalah bersabar, berbicara penting jangan di muka umum, teguh
menjaga harga diri, berhati-hati dengan perbuatan.