Analisis Bentuk Pertunjukan dan Makna Simbolik Ubarampe Kesenian Jaran Kepang Turangga Sakti Desa Semawung, Kecamatan Purworejo
No Thumbnail Available
Date
2025-10-13
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini dilakukan atas dasar kepopuleran tari jaran kepang sebagai
hiburan masyarakat di Kabupaten Purworejo yang masih bertahan hingga saat ini
dan terus berkembang seiring kemajuan zaman. Kajian mengenai kesenian ini
memang telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya, namun penelitian yang
secara spesifik membahas bentuk pertunjukan, makna simbolik ubarampe, dan
fungsi kesenian jaran kepang, khususnya pada grup Turangga Sakti di Desa
Semawung, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, belum pernah
dilakukan. Aspek-aspek tersebut belum banyak diketahui oleh masyarakat awam,
sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Untuk mengungkap permasalahan
tersebut maka diperlukan analisis mengenai (1) Bentuk pertunjukan kesenian jaran
kepang Turangga Sakti Desa Semawung, (2) Makna simbolik ubarampe kesenian
jaran kepang Turangga Sakti Desa Semawung, (3) Fungsi kesenian jaran kepang
Turangga Sakti Desa Semawung. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan
teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Informan penelitian yaitu, ketua kesenian jaran kepang Turangga Sakti, wakil
ketua kesenian jaran kepang Turangga Sakti, dan sesepuh kesenian jaran kepang
Turangga Sakti. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif
deskriptif. Selanjutnya teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi
metode.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pertunjukan kesenian
jaran kepang Turangga Sakti Desa Semawung, Kecamatan Purworejo, Kabupaten
Purworejo, memiliki unsur-unsur pembentuknya, yaitu sejarah, penari atau pelaku,
pawang, wiraswara dan waranggono, waktu, tempat, alat musik, tata rias, tata
busana, perlengkapan penari/properti, serta ubarampe/sesaji. Seluruh unsur
tersebut berpadu secara harmonis dan saling melengkapi, sehingga menghasilkan
sajian pertunjukan yang terstruktur dan dapat dinikmati penonton secara utuh.
Makna simbolik pada setiap ubarampe yang ada pada dasarnya merupakan
ungkapan rasa syukur manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai tempat
memohon dan berserah diri. Sedangkan fungsi pada kesenian jaran kepang
Turangga Sakti terbagi menjadi lima fungsi, yaitu sebagai sarana ekspresi diri,
sebagai tontonan atau seni pertunjukan, sebagai media pendidikan, sebagai wujud
pelestarian budaya, serta sebagai penunjang ekonomi masyarakat.