Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Adversity Quotient
No Thumbnail Available
Date
2022-03-27
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir kritis matematis
siswa dalam memecahkan masalah matematika yang ditinjau dari adversity
quotient. Indikator berpikir kritis matematis pada penelitian ini yaitu
implementasi, analisis, evaluasi, inferensi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan subjek menggunakan purposive.
Instrumen yang peneliti gunakan yaitu angket dan lembar soal berpikir kritis
matematis yang berbentuk soal pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah kuesioner (angket), tes, wawancara, dan catatan lapangan.
Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian siswa dengan kategori climber mampu memahami
permasalahan dan menuliskan informasi dalam kalimat soal (implementasi),
mampu mengubungkan permasalahan dengan konsep yang siswa climber miliki
(analisis), mampu menyusun dan menjelaskan strategi yang digunakan (evaluasi),
mampu menarik kesimpulan dengan tepat (inferensi). Pada saat mengerjakan soal
siswa climber sangat antusias dalam memahami permasalahan dan berupaya
mencari jawaban. Siswa dengan kategori camper mampu memahami
permasalahan dan menuliskan informasi dalam kalimat matematika
(implementasi), mampu menghubungkan permasalahan dengan konsep yang
siswa camper miliki (analisis), namun dalam menyusun strategi kurang tepat
(evaluasi) seingga dalam menarik kesimpulan sesuai dengan hasil perhitungan
yang tidak tepat (inferensi). Pada saat mengerjakan soal siswa camper kurang
inisiatif dalam memecahkan masalah dan hanya mengerjakan sesuai dengan
kemampuannya. Sedangkan siswa dengan kategori quitter kurang mampu
memahami permasalahan sehingga dalam menuliskan informasi kurang lengkap
(implementasi), tidak mampu mengubungkan permasalahan dengan konsep yang
mereka miliki (analisis), kurang mampu menjelaskan strategi yang digunakan dan
melakukan penghitungan dengan salah (evaluasi), tidak menarik kesimpulan
(inferensi). Pada saat mengerjakan soal siswa quitter tidak antusias dalam
memecahkan masalah dan langsung mengatakan tidak bisa sehingga dalam
mengerakan soal mereka cenderung mengarang.