Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Adversity Quotient
| dc.contributor.author | Agil Bekti Lestariasih | |
| dc.date.accessioned | 2025-11-25T06:27:12Z | |
| dc.date.available | 2025-11-25T06:27:12Z | |
| dc.date.issued | 2022-03-27 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir kritis matematis siswa dalam memecahkan masalah matematika yang ditinjau dari adversity quotient. Indikator berpikir kritis matematis pada penelitian ini yaitu implementasi, analisis, evaluasi, inferensi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan subjek menggunakan purposive. Instrumen yang peneliti gunakan yaitu angket dan lembar soal berpikir kritis matematis yang berbentuk soal pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner (angket), tes, wawancara, dan catatan lapangan. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian siswa dengan kategori climber mampu memahami permasalahan dan menuliskan informasi dalam kalimat soal (implementasi), mampu mengubungkan permasalahan dengan konsep yang siswa climber miliki (analisis), mampu menyusun dan menjelaskan strategi yang digunakan (evaluasi), mampu menarik kesimpulan dengan tepat (inferensi). Pada saat mengerjakan soal siswa climber sangat antusias dalam memahami permasalahan dan berupaya mencari jawaban. Siswa dengan kategori camper mampu memahami permasalahan dan menuliskan informasi dalam kalimat matematika (implementasi), mampu menghubungkan permasalahan dengan konsep yang siswa camper miliki (analisis), namun dalam menyusun strategi kurang tepat (evaluasi) seingga dalam menarik kesimpulan sesuai dengan hasil perhitungan yang tidak tepat (inferensi). Pada saat mengerjakan soal siswa camper kurang inisiatif dalam memecahkan masalah dan hanya mengerjakan sesuai dengan kemampuannya. Sedangkan siswa dengan kategori quitter kurang mampu memahami permasalahan sehingga dalam menuliskan informasi kurang lengkap (implementasi), tidak mampu mengubungkan permasalahan dengan konsep yang mereka miliki (analisis), kurang mampu menjelaskan strategi yang digunakan dan melakukan penghitungan dengan salah (evaluasi), tidak menarik kesimpulan (inferensi). Pada saat mengerjakan soal siswa quitter tidak antusias dalam memecahkan masalah dan langsung mengatakan tidak bisa sehingga dalam mengerakan soal mereka cenderung mengarang. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.umpwr.ac.id/handle/123456789/2097 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo | |
| dc.relation.ispartofseries | Wisuda Periode I 2022/2023; S.MAT.9144 | |
| dc.title | Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Adversity Quotient | |
| dc.type | Thesis |