Analisis Implementasi Pembelajaran Teaching Factory dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa SMK di Era Industri 4.0 : Studi Kasus di SMK Pusat Keunggulan Daerah Karesidenan Kedu
No Thumbnail Available
Date
2025-07-25
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini menganasilis implementasi pembelajaran Teaching Factory
(TeFa) dalam meningkatkan kompetensi siswa di era Indutri 4.0. Penelitian ini
memiliki tiga tujuan utama yaitu menganalisis implementasi pembelajaran TeFa di
SMK Pusat Keunggulan wilayah Karesidenan Kedu dalam meningkatkan
keterampilan otomotif siswa menghadapi tantangan era Industri 4.0, menganalisis
kontribusi pembelajaran TeFa dalam meningkatkan kompetensi siswa, khususnya
kompetensi abad 21 (4C: critical thinking, creativity, collaboration, dan
communication), menganalisis kendala dan faktor pendukung dalam pelaksanaan
TeFa di SMK Pusat Keunggulan tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
survei. Metode survei dipilih untuk mengumpulkan data dari sekelompok
responden melalui kuesioner atau wawancara. Populasi penelitian ini adalah siswa-
siswi otomotif (240 siswa) dari 5 SMK Pusat Keunggulan di daerah Karesidenan
Kedu. Seluruh populasi dijadikan sampel dengan teknik total sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan TeFa di Jurusan Keahlian
Teknik Otomotif pada SMK tersebut telah dilaksanakan dengan cukup baik,
terutama dalam hal perencanaan sumber daya manusia (SDM). Pelaksanaan
produksi dan pemasaran juga telah sesuai dengan perencanaan. Namun, terdapat
beberapa kendala, yaitu siswa kurang dilibatkan dalam proses pembelajaran praktik
di workshop TeFa, sehingga implementasi TeFa dapat dikatakan kurang baik. Selain
itu, sebagian guru masih belum memahami alur pembelajaran TeFa dan pengaturan
sistem blok. Faktor pendukung utama adalah tersedianya fasilitas praktik yang
lengkap dan tenaga pendidik yang kompeten. Rekomendasi yang diberikan adalah
perlunya peningkatan keterlibatan siswa dalam seluruh siklus TeFa, pelatihan
berkelanjutan bagi guru, dan peningkatan strategi pemasaran melalui media sosial