Eksplorasi Etnomatematika Pada Candi Arjuna Di Dieng Jawa Tengah
No Thumbnail Available
Date
2026-09-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Matematika sering dipandang sebagai ilmu yang abstrak, kaku, dan terpisah dari
kehidupan budaya masyarakat, padahal keduanya memiliki keterkaitan yang erat dan
dikenal dengan istilah etnomatematika. Etnomatematika merupakan kajian yang
menghubungkan konsep-konsep matematika dengan praktik budaya suatu masyarakat,
termasuk pada peninggalan arsitektur seperti candi. Candi Arjuna yang berada di Kompleks
Percandian Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah,
merupakan salah satu candi tertua peninggalan Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno yang
diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi, dan diduga menyimpan berbagai unsur
matematis dalam struktur bangunannya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan konsep-konsep matematika yang terdapat pada bangunan Candi
Arjuna di Dieng, Jawa Tengah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
etnografi. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer yang diperoleh langsung
dari Candi Arjuna dan Bapak Alif selaku budayawan Dieng, serta data sekunder berupa
dokumen dan gambar resmi Kompleks Percandian Arjuna. Pengumpulan data dilakukan
melalui tiga teknik, yaitu observasi partisipasi pasif, wawancara semi terstruktur dengan
budayawan Dieng, dan dokumentasi visual termasuk foto udara dari Google Earth. Data
yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan
Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data secara deskriptif naratif, dan
penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan
teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Candi Arjuna mengandung empat konsep
matematika utama yang tersusun secara sistematis, yaitu bangun datar (persegi, persegi
panjang, dan segitiga), bangun ruang (balok dan limas bersusun), unsur sudut (siku-siku,
lancip, dan tumpul), serta kedudukan dua garis (sejajar, berpotongan, tegak lurus, dan
berhimpit). Keempat konsep tersebut terkonfirmasi melalui triangulasi data dari observasi
lapangan, wawancara, dan dokumentasi visual. Temuan ini membuktikan bahwa
perancangan Candi Arjuna oleh masyarakat Mataram Kuno telah mempertimbangkan
prinsip-prinsip matematis, khususnya geometri, meskipun tidak disadari secara eksplisit
sebagai ilmu matematika formal. Penelitian ini merekomendasikan perluasan kajian pada
konsep matematika lain, penggunaan teknologi dokumentasi yang lebih canggih, pelibatan
narasumber yang lebih beragam, serta pemanfaatan hasil penelitian sebagai bahan ajar
matematika berbasis budaya lokal bagi siswa sekolah dasar dan menengah pertama