Bentuk, Makna Simbolik, dan Nilai Pendidikan dalam Tradisi Mitoni di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo
No Thumbnail Available
Date
2026-08-27
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi belum adanya kajian yang secara khusus
membahas bentuk pelaksanaan, makna simbolik, dan nilai pendidikan dalam tradisi
Mitoni di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, sehingga diperlukan
pemahaman yang lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan:
(1) bentuk pelaksanaan tradisi Mitoni di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo,
(2) makna simbolik yang terkandung dalam tradisi Mitoni di Kecamatan Pituruh,
Kabupaten Purworejo, dan (3) nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi
Mitoni di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan pasif, wawancara
semiterstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi
sumber dan metode. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, makna simbolik yang terdapat dalam
prosesi dan ubarampe tradisi Mitoni dianalisis menggunakan teori simbol Clifford
Geertz.
Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Ngampel, Desa Karanggetas, Desa
Keburusan, dan Desa Dlisen wetan, menunjukkan bahwa bentuk pelaksanaan
tradisi Mitoni di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, terdiri atas beberapa
unsur, yaitu waktu, pelaku, prosesi, dan perlengkapan atau ubarampe. Proses
pelaksanaan tradisi Mitoni dilakukan dari delapaan tahap, yaitu pembacaan ayatayat Al-Qur’an, siraman, probolan, mecah kelapa gading, ganti kain jarik, kening,
mengangkat tumpeng robyong, serta kenduri dan bocah angon. Ubarampe yang
digunakan meliputi air tujuh sumber, kelapa gading, beras, tali wenang, telur,
kembang telon, teropong, tumpeng robyong atau gilig pitu, bubur abang putih, gula
batu, dan kupat. Unsur prosesi dan ubarampe tersebut memiliki makna simbolik
salah satunya prosesi siraman sebagai simbol penyucian diri dan ubarampe air tujuh
sumber sebagai simbol sumber kehidupan dan keberkahan. Unsur-unsur tersebut
secara umum memiliki makna simbolik yang mencerminkan doa, harapan, dan rasa
syukur yang diyakini masyarakat setempat. Sedangkan nilai pendidikan yang
terkandung dalam tradisi Mitoni di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo
terdapat empat nilai yaitu nilai religius yang tercermin melalui pembacaan doa-doa
dan rasa syukur kepada Tuhan, nilai sosial, nilai estetika, dan nilai ekonomi.