Bentuk, Makna Simbolik, dan Nilai Pendidikan dalam Tradisi Mitoni di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo
| dc.contributor.author | Rossiana Fadhilah 222160015 | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-30T08:19:02Z | |
| dc.date.available | 2026-09-30T08:19:02Z | |
| dc.date.issued | 2026-08-27 | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi belum adanya kajian yang secara khusus membahas bentuk pelaksanaan, makna simbolik, dan nilai pendidikan dalam tradisi Mitoni di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, sehingga diperlukan pemahaman yang lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk pelaksanaan tradisi Mitoni di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, (2) makna simbolik yang terkandung dalam tradisi Mitoni di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, dan (3) nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi Mitoni di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan pasif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, makna simbolik yang terdapat dalam prosesi dan ubarampe tradisi Mitoni dianalisis menggunakan teori simbol Clifford Geertz. Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Ngampel, Desa Karanggetas, Desa Keburusan, dan Desa Dlisen wetan, menunjukkan bahwa bentuk pelaksanaan tradisi Mitoni di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, terdiri atas beberapa unsur, yaitu waktu, pelaku, prosesi, dan perlengkapan atau ubarampe. Proses pelaksanaan tradisi Mitoni dilakukan dari delapaan tahap, yaitu pembacaan ayatayat Al-Qur’an, siraman, probolan, mecah kelapa gading, ganti kain jarik, kening, mengangkat tumpeng robyong, serta kenduri dan bocah angon. Ubarampe yang digunakan meliputi air tujuh sumber, kelapa gading, beras, tali wenang, telur, kembang telon, teropong, tumpeng robyong atau gilig pitu, bubur abang putih, gula batu, dan kupat. Unsur prosesi dan ubarampe tersebut memiliki makna simbolik salah satunya prosesi siraman sebagai simbol penyucian diri dan ubarampe air tujuh sumber sebagai simbol sumber kehidupan dan keberkahan. Unsur-unsur tersebut secara umum memiliki makna simbolik yang mencerminkan doa, harapan, dan rasa syukur yang diyakini masyarakat setempat. Sedangkan nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi Mitoni di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo terdapat empat nilai yaitu nilai religius yang tercermin melalui pembacaan doa-doa dan rasa syukur kepada Tuhan, nilai sosial, nilai estetika, dan nilai ekonomi. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.umpwr.ac.id/handle/123456789/4085 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo | |
| dc.relation.ispartofseries | Wisuda Periode I 2026/2027; 075.S.PBSJ.004 | |
| dc.title | Bentuk, Makna Simbolik, dan Nilai Pendidikan dalam Tradisi Mitoni di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo | |
| dc.type | Thesis |