Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa by Author "Cahyani"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemBentuk dan Makna Simbolik Dalam Tradisi Rejeban di Pesarean Nyi Candi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo(Prodi Pend. Bahasa dan Sastra Jawa, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-06-16) CahyaniCahyani. Bentuk dan Makna Simbolik Dalam Tradisi Rejeban di Pesarean Nyi Candi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2025 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Bentuk Tradisi Rejeban di Pesarean Nyi Candi, Desa Jenar Wetan Kecamatan, Purwodadi, Kabupaten Purworejo. (2) Makna simbolik yang terkandung dalam tradisi Rejeban di Pesarean Nyi Candi, Desa Jenar Wetan Kecamatan, Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan pasif, wawancara semiterstruktur dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk tradisi Rejeban mencakup lima unsur utama yakni: (1) asal-usul Pesarean Nyi Candi, (2) penentuan waktu pelaksanaan, (3) tempat pelaksanaan, (4) pelaku tradisi Rejeban, (5) prosesi tradisi Rejeban. Prosesi ini terbagi menjadi dua tahap, yakni tahap pra-pelaksanaan dan tahap pelaksanaan. Tahap pra-pelaksanaan meliputi: (1) rapat persiapan (2) persiapan uborampe. Sementara itu tahap pelaksanaan terdiri dari: 1) bersih makam, 2) penyembelihan wedhus gembel betina, 3) kenduri, 4) pertunjukan jaran kepang. Uborampe utama meliputi: (a) wedhus gembel betina, (b) kembang, (c) ancak. Unsur-unsur tersebut memiliki makna simbolik yang mencerminkan nilainilai budaya masyarakat Jawa, seperti penghormatan terhadap leluhur, semangat gotog royong, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi Rejeban merupakan bentuk pelestarian budaya lokal yang sarat makna spiritual dan sosial. Penafsiran simbol dalam tradisi ini dianalisis menggunakan teori simbol Clifford Geetz. Kata kunci: folklor, tradisi, simbol, Rejeban