Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 96
  • Item
    Analisis Psikologi Sastra dan Psikologi Pembaca Novel Sekar Rinonce Karya Tulus Setiyadi
    (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2026-01-21) Indra Septiawan 192160009
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembacaan novel Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi untuk menemukan: 1) psikologi sastra (id, ego, superego) dalam novel Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi; 2) psikologi pembaca novel Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi . Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan teknik wawancara. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, narasumber, alat dokumentasi dan rekaman berupa gawai, serta instrumen tambahan berupa kertas pencatat data dan buku￾buku pengkajian sastra yang relevan. Teknik keabsahan data pada penelitian ini menggunakan peningkatan ketekunan dan triangulasi. Teknik analisis data pada skripsi ini menggunakan teknik analisis isi. Teknik penyajian data pada skripsi ini menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini meliputi: 1) deskripsi psikologi sastra novel Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi ditinjau dari teori psikoanalisa kepribadian Sigmund Freud: (a) id pada tokoh Yuli dalam novel Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi berupa luapan emosi-emosinya ketika menghadapi permasalahan yang terjadi dan terlihat pada kutipan berikut “Menawa nganti nekad, aku bisa tumindak sing luwih nekad”, (b) ego pada tokoh Yuli berupa cara untuk menahan emosi yang ada dan terlihat pada kutipan berikut “Yuli mung meneng wae, nadyan batine nyimpen rasa was-was sumelang”, (c) superego tokoh Yuli berupa proses moral dan introspeksi terhadap peristiwa yang terjadi dan terlihat pada kutipan berikut “Pangalaman sing biyen bisa kanggo sangu anggonmu nerusake laku”. (2) psikologi pembaca novel novel Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi; (a) proses kognitif berupa hasil analisis atau pemahaman pembaca tentang novel Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi dan terlihat pada jawaban narasumber 1 Makhasin “Menurut saya Yuli adalah seseorang yang mudah ragu, cerewet, dan terkadang susah dimengerti”, (b) proses afektif pembaca berupa kesan/perasaan setelah membaca novel Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi dan terihat pada jawaban narasumber 1 Makhasin “Mengenai keseluruhan cerita sangat membuat perasaan bolak-balik, terkadang bisa menjadi kesal, terharu, malas, atau bahkan tidak karuan saat membacanya”, (c) proses evaluatif berupa nilai-nilai moral yang dapat diambil dari novel Sekar Rinonce karya Tulus Setiyadi dan terlihat pada jawaban narasumber 1 Makhasin “kita belajar bahwa cinta dan ketulusan dapat menjadi obat bagi luka masa lalu, meskipun pasti butuh waktu untuk benar-benar pulih”
  • Item
    Analisis Bentuk Pertunjukan dan Makna Simbolik Ubarampe Kesenian Jaran Kepang Turangga Sakti Desa Semawung, Kecamatan Purworejo
    (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-10-13) Arifin Septiyanto 202160016
    Penelitian ini dilakukan atas dasar kepopuleran tari jaran kepang sebagai hiburan masyarakat di Kabupaten Purworejo yang masih bertahan hingga saat ini dan terus berkembang seiring kemajuan zaman. Kajian mengenai kesenian ini memang telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya, namun penelitian yang secara spesifik membahas bentuk pertunjukan, makna simbolik ubarampe, dan fungsi kesenian jaran kepang, khususnya pada grup Turangga Sakti di Desa Semawung, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, belum pernah dilakukan. Aspek-aspek tersebut belum banyak diketahui oleh masyarakat awam, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Untuk mengungkap permasalahan tersebut maka diperlukan analisis mengenai (1) Bentuk pertunjukan kesenian jaran kepang Turangga Sakti Desa Semawung, (2) Makna simbolik ubarampe kesenian jaran kepang Turangga Sakti Desa Semawung, (3) Fungsi kesenian jaran kepang Turangga Sakti Desa Semawung. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian yaitu, ketua kesenian jaran kepang Turangga Sakti, wakil ketua kesenian jaran kepang Turangga Sakti, dan sesepuh kesenian jaran kepang Turangga Sakti. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif deskriptif. Selanjutnya teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi metode. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pertunjukan kesenian jaran kepang Turangga Sakti Desa Semawung, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, memiliki unsur-unsur pembentuknya, yaitu sejarah, penari atau pelaku, pawang, wiraswara dan waranggono, waktu, tempat, alat musik, tata rias, tata busana, perlengkapan penari/properti, serta ubarampe/sesaji. Seluruh unsur tersebut berpadu secara harmonis dan saling melengkapi, sehingga menghasilkan sajian pertunjukan yang terstruktur dan dapat dinikmati penonton secara utuh. Makna simbolik pada setiap ubarampe yang ada pada dasarnya merupakan ungkapan rasa syukur manusia kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai tempat memohon dan berserah diri. Sedangkan fungsi pada kesenian jaran kepang Turangga Sakti terbagi menjadi lima fungsi, yaitu sebagai sarana ekspresi diri, sebagai tontonan atau seni pertunjukan, sebagai media pendidikan, sebagai wujud pelestarian budaya, serta sebagai penunjang ekonomi masyarakat.
  • Item
    Kajian Makna Konotatif dan Denotatif pada Lagu Ndarboy Genk
    (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-12-11) Anang Prasetyo 202160016
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekayaan makna yang terdapat dalam lirik lagu Ndarboy Genk yang menggunakan bahasa Jawa sebagai media ungkap baik secara denotatif maupun konotatif, serta kuatnya representasi nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Jawa yang diwujudkan melalui pilihan diksi dan gaya Bahasa. Lirik lagu tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media penyampai pesan emosional, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu Ndarboy Genk pada lagu Balungan Kere, Koyo Jogja Istimewa, Ojo Nangis, Anak Lanang, dan Lanang Tenan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa lirik lagu yang mengandung makna denotatif dan konotatif. Sumber data diperoleh dari lima lagu karya Ndarboy Genk. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, baca, dan catat. Analisis data menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan semantik. Teknik penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 116 data yang dianalisis, terdapat 29 data bermakna denotatif dan 87 data bermakna konotatif. Makna denotatif umumnya digunakan untuk menggambarkan aktivitas dan realitas kehidupan secara langsung, seperti pada larik “Aku kerja esuk sore”, “Biyen omahku gedhek”, dan “Trocoh yen udan bledek”. Sebaliknya, makna konotatif lebih dominan dan berfungsi untuk menyampaikan perasaan, konflik batin, kritik sosial, serta pesan moral. Contohnya pada larik “Tresnaku mbok sepelekke” yang menyiratkan kekecewaan dan luka batin. Makna konotatif diperkuat melalui penggunaan berbagai majas, antara lain metafora, simile, hiperbola, ironi, litotes, personifikasi, antitesis, serta simbol budaya. Metafora tampak pada ungkapan “balungan kere” dan “abote donya”, simile terdapat pada larik “mangan tempe rasane kaya mangan lawuh sate”, hiperbola pada ungkapan “ati wis bubrah”, serta simbol budaya pada penggunaan janur melengkung, Arjuna, dan Jogja. Secara keseluruhan, lirik lagu Ndarboy Genk merepresentasikan nilai-nilai budaya Jawa seperti kerja keras, kesederhanaan, kesabaran, religiusitas, unggah-ungguh, dan pandangan tentang peran laki-laki dalam keluarga, misalnya pada larik “anak lanang kudu isa nyangga abote donya”. Penelitian ini membuktikan bahwa lirik lagu Ndarboy Genk mengandung kekayaan makna linguistik dan nilai budaya yang layak dikaji secara akademis.
  • Item
    Upaya Peningkatan Keterampilan Menulis Tembang macapat Pupuh Pangkur Dengan Menggunakan Metode Studen Team Achievemen Devision (STAD) Pada Siswa Kelas X IPS 2 SMA N Mirit Tahun Ajaran 2019/2020
    (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2019-09-03) Ana Utami Yunitasari 152160004
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (1) langkah-langkah menulis syair tembang macapat menggunakan metode Studen Team Achievemen Devision (STAD) pada siswa kelas X IPS 2 SMA N Mirit Tahun Ajaran 2019/2020, (2) peningkatan keterampilan menulis syair tembang macapat menggunakan metode Studen Team Achievemen Devision (STAD) pada siswa kelas X IPS 2 SMA N Mirit Tahun Ajaran 2019/2020. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 2 SMA N Mirit Tahun Ajaran 2019/2020 dengan jumlah 29 siswa. Hasil penelitian pembelajaran menulis syair tembang macapat pada siswa kelas X IPS 2 SMA N Mirit tahun ajaran 2019/2020 yaitu, (1) langkah-langkah pembelajaran menulis syair tembang macapat pangkur terdiri dari tiga kegiatan yaitu prasiklus, siklus I, siklus II. (2) hasil nilai rata-rata dari keterampilan menulis syair tembang macapat pangkur. Nilai rata-rata prasiklus sebesar 61.78, nilai rata-rata Siklus I sebesar 67.5, dan nilai rata-rata siklus II sebesar 75. Nilai ketuntasan pada prasiklus 20%, siklus I 40%, dan siklus II 40% Dengan demikian media pembelajaran Studen Team Achievemen Devision (STAD) telah berhasil meningkatkan keterampilan menulis syair tembang macapat
  • Item
    ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM CERITA BERSAMBUNG LINTANG-LINTANG DADI SEKSI KARYA SAWITRI DALAM MAJALAH DJAKA LODANG TAHUN 2013
    (PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-25) Buyung Dwi Hanggara 112160815
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan jenis tindak tutur yang terdapat dalam cerita bersambung lintang-lintang dadi seksi karya Sawitri; (2) Mendeskripsikan fungsi penggunaan tindak tutur dalam cerita bersambung lintang-lintang dadi seksi karya Sawitri. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita bersambung Lintang-Lintang Dadi Seksi Karya Sawitri dalam Majalah Djaka Lodang Tahun 2013. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari cerita bersambung Lintang-Lintang Dadi Seksi Karya Sawitri dalam Majalah Djaka Lodang Tahun 2013. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, kartu pencacat data, bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik kredibilitas atau kepercayaan (credibility). Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) jenis tindak tutur lokusi dan fungsinya dalam Cerita Bersambung Lintang-lintang Dadi Seksi karya Sawitri, dengan rincian data jenis tindak tutur lokusi sebanyak 10 data. (2) jenis tindak tutur ilokusi dan fungsinya dalam Cerita Bersambung Lintang-lintang Dadi Seksi karya Sawitri, dengan rincian data jenis tindak tutur asertif 21 data, direktif 17 data, ekspresif 5 data, komisif 10 data, dan deklarasi 5 data. (3) jenis tindak tutur perlokusi dan fungsinya dalam Cerita Bersambung Lintang-lintang Dadi Seksi karya Sawitri, dengan rincian data jenis tindak tutur sebanyak 5 data