Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa by Title
Now showing 1 - 20 of 93
Results Per Page
Sort Options
- ItemAJARAN MORAL DAN RELEVANSINYA DALAM ANTOLOGI CERKAK LELAKONE SI LAN MAN KARYA SUPARTO BRATA(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-03-03) Pradika Mustafidahsari 112160796Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) ajaran moral yang terkandung dalam Antologi Cerkak Lelakone Si Lan Man Karya Suparto Brata; (2) relevansi ajaran moral yang terdapat pada Antologi Cerkak Lelakone Si Lan Man Karya Suparto Brata. Jenis penelitian dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Antologi Cerkak Lelakone Si Lan Man Karya Suparto Brata. Adapun sumber penelitian tersebut terdiri dari dua puluh judul cerita dengan judul sebagai berikut: (1) Kasaputing Kasepen, (2) Ruwete Benang Tenun, (3) Swara Kendhang, (4) Nyandran, (5) Pasien Pungkasan, (6) Crita Saka Daerah Kana, (7) Lagu Gandrung Wong Kampung, (8) Pen Friend, (9) Reca, (10) Mripat, (11) Lelakone Si Lan Man, (12) Tanti Peteng, (13) Viruse Ogam, (14) Reuni, (15) Ing Pulo Wekasane Urip, (16) Di Bayangi Tali Gantungan, (17) Janjian Karo Peri, (18) Wong Wadon , (19) Manten Anyar, (20) Omah Sewan Anyar. Data penelitian dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan bagian tertentu dari Antologi Cerkak Karya Suparto Brata yang mengandung ajaran moral dan keseluruhan isi Antologi Cerkak Karya Suparto Brata guna mengetahui relevansinya dalam kehidupan sekarang. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan teknik pustaka lan teknik catat. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu peneliti itu sendiri dan kartu data. Teknik keabsahan data penulis menggunakan teknik kredibilitas atau keterpercayaan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa: (1) ajaran moral pada Antologi Cerkak Lelakone Si Lan Man Karya Suparto Brata memiliki empat jenis yakni, (a) ajaran moral hubungan manusia dengan Tuhan yang meliputi: taat kepada Tuhan, berdo’a kepada Tuhan, pasrah kepada Tuhan, jangan berbuat musyrik, menyembah hanya kepada Allah; (b) ajaran moral hubungan manusia dengan sesama manusia yang meliputi: keakraban persahabatan, patuh kepada orang tua, jangan bersifat iri hati, mengalah, menepati janji, jangan bertindak asusila, jangan berlaku tidak sopan, bertanggung jawab, berbakti kepada orang tua, kepedulian seorang sahabat, kasih sayang terhadap sahabat, kesetiaan dalam persahabatan, membantu orang lain, jangan bertindak anarkis, memberi kebaikan kepada orang lain; (c) ajaran moral hubungan manusia dengan diri sendiri yang meliputi: pantang menyerah, sabar, intropeksi diri, yakin, berniat baik, ramah, hemat, bertindak hati-hati, sedih, rela berkorban, merasa simpati, jangan berlaku sombong. (2) Relevansi ajaran moral pada antologi cerkak Lelakone Si Lan Man karya Suparto Brata sebagian ada yang relevan dan juga ada yang tidak relevan dengan kehidupan sekarang
- Itemajian Bentuk dan Makna Simbolik Tradisi Palakiyah di Desa Watulawang, Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen(ROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2023-08-07) Ayu Putri RahmawatiPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk pelaksanaan tradisi palakiyah di Desa Watulawang, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. (2) makna simbolik yang terdapat dalam tradisi palakiyah di Desa Watulawang, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan etnografi. Sumber data primer penelitian ini diperoleh dari informan atau narasumber yang mengetahui tradisi palakiyah di Desa Watulawang Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen. Sumber data sekunder berupa foto, video, dan referensi yang relevan dengan penelitian ini. Data dalam penelitian ini yaitu hasil observasi, hasil wawancara dengan narasumber,dan catatan lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi partisipan, yaitu peneliti ikut serta dalam pelaksanaan tradisi yang diteliti, wawancara semi terstruktur, dokumentasi.Validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif model Miles dan Hurberman. Hasil dari penelitian adalah (1) bentuk pelaksanaan dalam tradisi palakiyah di Desa Watulawang Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen meliputi (a) pra pelaksanaan tradisi palakiyah, yaitu rapat persiapan tradisi palakiyah, mempersiapkan kambing kendhit, mempersiapkan ubarampe, (b) pelaksanaan yaitu penyembelihan kambing kendhit, ziarah kubur, berdoa, penguburan kambing kendhit, kenduri bersama, dzikir sepuh. (2) makna simbolik yang terdapat pada tradisi palakiyah di Desa Watulawang Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen yaitu makna simbolik pada sesaji yang digunakan diantaranya kambing kendhit yang memiliki dua warna yaitu, hitam dan putih menyerupai sabuk melambangkan penyelarasan manusia dengan alam dan kesucian manusia, kemenyanan melambangkan keinginan doa dapat terabulkan dengan perantara leluhur. Pelajaran yang dapat diambil dari penelitian ini, yaitu mengingat bahwa manusia didunia diciptakan oleh Tuhan, sehingga tidak boleh sombong karena di atas langit masih ada langit.
- ItemAlih Kode dan Campur Kode Dialog Tutur Sepuh di Semarang TV Edisi Januari – November 2019(Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2021-08-30) Chajar Umi LatifahPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis alih kode, yang terjadi di dalam dialog Tutur Sepuh di Semarang TV edisi Januari – November 2019 dan (2) wujud campur kode berupa kata, frasa, baster, perulangan kata, dan klausa yang diperoleh dalam dialog Tutur Sepuh di Semarang TV edisi Januari – November 2019. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan sumber data berupa dokumen video dari youtube, acara Tutur Sepuh di Semarang TV pada bulan Januari - November 2019. Data dalam penelitian ini yaitu alih kode dan campur kode dalam dialog Tutur Sepuh di Semarang TV pada bulan Januari - November 2019. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama, dengan menggunakan alat tulis, tabel, dan kartu data. Uji keabsahan data penelitian ini menggunakan teknik pengujian kredibilitas data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif atau disebut juga metode padan. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah ditemukannya bentuk alih kode dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia, bentuk campur kode bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia, bahasa Jawa dengan bahasa Arab, serta ditemukan beberapa faktor yang melatarbelakangi terjadinya alih kode dan campur kode yaitu keterbatasan penggunaan kode, penggunaan istilah yang lebih popular, ragam dan tingkat tutur bahasa
- ItemAnalisis Bentuk, Makna, dan Fungsi Tari Topeng Lengger di Desa Reco Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo(Prodi Pend. Bahasa dan Sastra Jawa, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-06-24) LastiniLastini. “Analisis Bentuk, Makna, dan Fungsi Tari Topeng Lengger di Desa Reco Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2025 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mengenai eksistensi perkembangan tari Topeng Lengger di desa Reco, kecamatan Kertek, kabupaten Wonosobo. Tari Topeng Lengger di kabupaten Wonosobo memiliki tiga pakem atau aturan dalam pertunjukan yaitu pakem Njantinan, pakem Njambunan, dan pakem Bundhengan. Pada penelitian-penelitian terdahulu, pakem yang diteliti terpusat pada pakem Njantinan yang berasal dari salah satu daerah di kabupaten Wonosobo yaitu desa Giyanti. Penelitian yang terlalu fokus pada satu tempat akan menghasilkan kesimpulan yang kurang objektif. Masing-masing daerah memiliki perbedaan pola pikir dan kepercayaan, sehingga penelitian mengenai tari Topeng Lengger di desa Reco perlu dilakukan. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan tari Topeng Lengger di desa Reco, maka diperlukan analisis yang mendalam mengenai (1)Sejarah tari Topeng Lengger di desa Reco, (2) Bentuk pertunjukan tari Topeng Lengger di desa Reco, (3) Makna pertunjukan tari Topeng Lengger di desa Reco, dan (4) Fungsi pertunjukan tari Topeng Lengger di desa Reco. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu Budayawan tari Topeng Lengger Wonosobo, ketua Sanggar setyo Langen Budoyo di desa Reco sekaligus pelaku tari Topeng Lengger, perangkat desa Reco, pekerja seni dan penulis buku tari Topeng Lengger, dan Murid di Sanggar Setyo Langen Budoyo yang paham terkait tari Topeng Lengger di desa Reco.Analisis data melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pakem tari Topeng Lengger di desa Reco dibagi menjadi dua yaitu pakem Njambunan dan pakem Njantinan. Sejarah tari Topeng Lengger di desa Reco sama seperti sejarah tari Topeng Lengger yang berkembang di kabupaten Wonosobo. Bentuk pertunjukan tari Topeng Lengger di desa Reco memiliki unsur-unsur pembangun yaitu sejarah, ragam gerak, pembagian babak, tata rias, tata busana, tata panggung, iringan musik, waktu pelaksanaan, penari, sesaji, dan topeng yang digunakan. Makna pada tari Topeng Lengger di desa Reco dibagi menjadi lima bagian yaitu makna mengenai ragam gerak, pembagian babak, tata busana, sesaji, dan jenis-jenis topeng yang digunakan. Sedangkan fungsi pada tari Topeng Lengger terbagi menjadi tujuh fungsi yaitu fungsi agama, fungsi ritual, fungsi ekonomi, fungsi sosial politik, fungsi pendidikan, fungsi hiburan, dan fungsi pelestarian budaya. Kata kunci : Topeng Lengger, Bentuk, Makna, Fungsi
- ItemANALISIS BUKU TEKS MATA PELAJARAN BAHASA JAWA DAN KESESUAIANNYA DENGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BAHASA JAWA SMA/SMK KELAS X TAHUN PELAJARAN 2015/2016(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-09-16) Wulan Octavianti 122160039Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kelayakan isi buku teks mata pelajaran bahasa Jawa SMA/SMK kelas X tahun pelajaran 2015/2016 berdasarkan kurikulum 2013; (2) kesesuaian buku teks bahasa Jawa tersebut dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) bahasa Jawa SMA/SMK kelas X tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa buku teks pelajaran bahasa Jawa Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas X, LKS Renggeping Basa Jawa SMA/SMK Kelas X serta informan. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi. Teknik pengumpuan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif. Data kelayakan isi buku teks dan kesesuaiannya dengan LKS dianalisis dengan instrumen yang disusun berdasarkan teori-teori yang relevan dan informasi maupun penilaian dari beberapa sumber. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Dari analisis data, hasil yang diperoleh adalah: (a) kelayakan isi pada buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas X memperoleh presentase kelayakan isi 82,22% yang berarti sangat baik dan layak digunakan. Dalam kesesuaiannya dengan KI dan KD, kesesuaiannya dengan KI memperoleh persentase 100%, sedangkan KD memperoleh persentase kesesuaian sebesar 97,5% ; (b) kesesuaian buku teks Prigel Basa Jawa Kanggo SMA/SMK/MA Kelas X dengan LKS Renggeping Basa Jawa SMA/SMK Kelas X Tahun Pelajaran 2015/2016 sudah sesuai dengan persentase kesesuaian sebesar 92,5% yang artinya sangat sesuai.
- ItemAnalisis Deiksis pada Novel Lakon Karya Ardini Pangastuti BN(Prodi Pend. Bahasa dan Sastra Jawa, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-06-24) Tri Pertika WulandariTri Pertika Wulandari. “Analisis Deiksis pada Novel Lakon Karya Ardini Pangastuti BN”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis deiksis dalam novel Lakon karya Ardini Pangastuti Bn dalam kajian pragmatik dengan menggunakan teori George Yule. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan bidang kajian sastra. Sumber data primer dalam penelitian ini berupa seluruh bentuk deiksis yang meliputi kata, frasa, dan klitika yang terdapat dalam novel Lakon, sedangkan sumber data sekundernya berupa buku dan artikel yang mendukung analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) dengan cara mengkaji teks secara menyeluruh, sedangkan teknik penyajian data dilakukan secara informal. Dari hasil penelitian terdapat tiga jenis deiksis dalam novel Lakon, yaitu: 1) deiksis persona, meliputi: a) deiksis persona pertama tunggal bentuk bebas meliputi aku dan kula, deiksis persona pertama tunggal bentuk terikat lekat kanan, yaitu –ku, deiksis persona pertama jamak bentuk bebas, meliputi awake dhewe. b) deiksis persona kedua tunggal bentuk bebas yang ditemukan yaitu kowe, awakmu, sampeyan, panjenengan, njenengan, deiksis persona kedua bentuk terikat lekat kanan yaitu –mu; c) deiksis persona ketiga tunggal bentuk bebas, yaitu dheweke, deiksis persona ketiga tunggal bentuk terikat lekat kanan yaitu bentuk –e; 2) deiksis spasial yang ditemukan yaitu bentuk kene, mrene menunjukkan tempat yang dekat dengan penutur, deiksis spasial bentuk kono, mriku menunjukkan tempat yang agak jauh dengan penutur, deiksis spasial bentuk mrana, kana untuk menunjukkan tempat yang jauh dengan penutur; 3) deiksis temporal yang ditemukan yaitu bentuk saiki mengacu pada waktu sekarang. Deiksis yang menunjukkan waktu lampau atau waktu yang telah terjadi dengan bentuk kala semana, mbiyen, biyen. Kata Kunci: deiksis, pragmatik, novel
- ItemAnalisis Diksi dalam Geguritan pada Majalah Djaka Lodang edisi Januari-Mei Tahun 2014(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-03-15) Maryam Eriyanti 112160860Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan diksi dalam Geguritan pada majalah Djaka Lodang edisi Januari-Mei Tahun 2014, (2) mendeskripsikan makna yang terdapat dalam Geguritan pada majalah Djaka Lodang edisi Januari-Mei Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan bidang kajian bahasa dan sastra. Subjek penelitiannya berupa geguritan dalam majalah Djaka Lodang edisi Januari-Mei tahun 2014 yang diterbitkan oleh PT DJAKA LODANG PRES Jogjakarta dengan jumlah 75 judul geguritan. Objek penelitian adalah diksi dan makna dalam geguritan pada majalah Djaka Lodang edisi Januari-Mei tahun 2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka dan teknik catat. Dalam penelitian ini, penulis dalam menganalisis data menggunakan metode content analysis yang mengkaji teks karya sastra (geguritan) secara menyeluruh. Teknik penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan adanya diksi berupa: 1) kata konotatif sebanyak 37 jenis data, 2) kata konkret sebanyak 21 jenis data, 3) kata serapan dari bahasa asing sebanyak 11 jenis data, 4) kata sapaan khas dan nama diri sebanyak 45 jenis data, 5) kata seru khas Jawa sebanyak 18 jenis data, dan 6) kata dengan objek realitas alam sebanyak 39 jenis data sedangkan kata vulgar tidak terdapat. Selanjutnya, dalam pemaknaan secara hermeneutik meliputi berbagai macam bentuk makna yang tersirat, yaitu pemaknaan tentang percintaan atau kasmaran, pemaknaan tentang persahabatan, pemaknaan tentang suasana hati atau keadaan, pemaknaan tentang pendidikan, pemaknaan tentang pesan atau ajakan, pemaknaan tentang nasihat, pemaknaan tentang renungan, pemaknaan tentang harapan, pemaknaan tentang religius, pemaknaan tentang peristiwa alam, dan pemaknaan tentang tragedi
- ItemAnalisis Feminisme Tokoh Utama dalam Novel Dokter Wulandari karya Yunani(Pendidikan Bahasa Dan Sastra Jawa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2017-03-15) April Liyaningsih 122160003Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Unsur intrinsik yang terdapat dalam cerita novel Dokter Wulandari; (2) Unsur feminisme yang meliputi aspek fisik, aspek psikis, dan aspek sosial yang terdapat dalam cerita novel Dokter Wulandari karya Yunani. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah ceritadalam novel Dokter Wulandari karya Yunani. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari cerita novel Dokter Wulandari karya Yunani. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen penelitian yang dilakukan menggunakan human instrument (peneliti sendiri) tabel, dan didukung buku-buku yang relevan dengan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah content analisis (analisiskonten). Teknik keabsahan data menggunakan teknik validitas semantic dan realibilitas keakuratan. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil analisis penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Tema dalam cerita novel Dokter Wulandari karya Yunani adalah perjalanan cinta Wulandari yang selalu kandas karena status keluarga yang belum jelas dan pertemuan Wulandari dengan kedua orang tuanya. Tokoh utamanya adalah Wulandari ( Sulastri ), dan tokoh tambahannya adalah Hinaryanto, Rudi, Utami, Bu Sosro, Pak Gatot ( Wibowo ), Bu Gatot, Pak Puguh, Bu Puguh, Darmawan, BambangTrisula. Alur yang digunakan adalah alur campuran. Latar dibagi menjadi tiga, yaitu latar tempat, latar waktu dan latar suasana. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang persona ketiga. (2) Citra feminisme yaitu: (a) aspek fisik yang meliputi manis, cantik, putih, rambut panjang, seksi, pipi halus kencang. (b) aspek psikis meliputi bertanggungjawab, perhatian, keras kepala, minder, (c) aspek sosial meliputi bersosialisasi, berorganisasi, berbaur dengan masyarakat
- ItemANALISIS GAYA BAHASA DAN MORALITAS DALAM NOVEL SALA LELIMENGAN KARYA SUPARTO BRATA(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-03-21) Dhea Aji Saputra 112160818Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan gaya bahasa dan (2) mendeskripsikan moralitas dalam novel Sala Lelimengan karya Suparto Brata. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Sala Lelimengan karya Suparto Brata. Data dalam penelitian ini adalah gaya bahasa dan moralitas yang ada dalam novel Sala Lelimengan karya Suparto Brata. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dibantu dengan kartu pencatat data. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi dan uraian rinci. Teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis, serta teknik penyajian data yang digunakan adalah teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) gaya bahasa yang ada dalam novel Sala Lelimengan karya Suparto Brata meliputi gaya bahasa: simile 17 indikator, metafora 2 indikator, paradoks 1 indikator, personifikasi 5 indikator, antonomasia 1 indikator, hiperbola 9 indikator, litotes 1 indikator, eufemisme 3 indikator, tautologi 1 indikator, epizeukis 1 indikator, dan anafora 1 indikator. Moralitas terdapat dua unsur, (2) moralitas yang ada dalam novel Sala Lelimengan karya Suparto meliputi: penyayang, sabar, tanggung jawab, mandiri, penolong, teguh pendirian, kejujuran, tekad yang kuat, dan perhatian.
- ItemANALISIS GAYA BAHASA DAN NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM NOVEL GUMUK SANDHI KARYA POERWADHIE ATMODIHARDJO(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-03-03) Yuli Setyorini 112160687Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) unsur struktural sastra (tema, tokoh dan penokohan, alur, pusat pengisahan, dan nilai moral atau amanat) dalam Novel Gumuk Sandhi; (2) wujud dan makna gaya bahasa dalam Novel Gumuk Sandhi; (3). Nila ipendidikan moral dalam Novel Gumuk Sandhi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek data dalam penelitian ini adalah novel Gumuk Sandhi karya Poerwadhie Atmodihardjo. Objek penelitian ini berupa struktur sastra, gaya bahasa dan nilai pendidikan moral yang terkandung dalam novel Gumuk Sandhi. Sumber data penelitian ini adalah naskah novel Gumuk Sandhi karya Poerwadhie Atmadihardjo. Data penelitian ini adalah struktur sastra, gaya bahasa, dan nilai pendidikan moral dalam naskah novel Gumuk Sandhi. Data dikumpulkan dengan cara teknik pustaka dan catat. Instrumen yang digunakan ialah peneliti sendiri sebagai instrument dibantu dengan kartu data dan alat tulis lainnya seperti penggaris, pensil, bolpoin, dan penghapus. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisi isi (Content Analysis). Teknik keabsahan data dalam penelitian ini penulis menggunakan trianggulasi yang berupa metode. Dalam penyajian data yang digunaka yaitu menggunakan teknik penyajian informal. Dari pembahasan data dan hasil penelitian pada naskah novel Gumuk Sandhi disimpulkan (1) struktur novel meliputi: (a) tema: percintaan; (b) tokoh dan penokohan (tokoh utama): Prawita (teguh pada janji atau setia, sabar, selalu ingat akan dosa dan bertanggung jawab), Sudira (tidak bertanggungjawab dan ingkar janji), Marsini (kuat, namun hatinya rapuh dan tersiksa) dan Pago Yayono dan istrinya (baik hati dan ramah); (c) alur: maju; (d) latar terdiri dari: latar waktu: malam, pagi dan siang; latar sosial: kemasyarakatan dan status sosial; dan latar tempat: kamar, kandang babi, teras, kota kecamatan, dapur, dan rumah Pagon Yayono; dan sudut pandang :orang ketiga sebaga ipencerita yaitu “Dia”; (2) gaya bahasa meliputi: persamaan, metafora, ironi, hiperbola dan metonimia; (3) nilai pendidikan moral terdiri dari: (a) moralitas manusia dengan diri sendiri meliputi rasa cinta kasih, sakit hati, rasa bingung, dan rasa bersalah; (b) moralitas manusia dengan sesama meliputi hubungan kekeluargaan, silaturahmi, rasa cinta untuk orang lain dan penghianatan janji.
- ItemANALISIS GAYA BAHASA DAN NILAI PENDIDIKAN MORAL PADA KUMPULAN GEGURITAN MAJALAH DJAKA LODANG EDISI 26-37 NOVEMBER 2013-FEBRUARI 2014(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-24) Yuni Kurnia Putri 112160843Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : (1) mengetahui gaya bahasa pada kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014; (2) mengetahui nilai pendidikan moral pada kumpulan geguritan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah gaya bahasa dan nilai pendidikan moral pada kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik analisis dokumen dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah penulis sendiri dibantu dengan pedoman analisis dokumen dan kartu pencatat. Teknik analisis data menggunakan analisis isi atau content analysis. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Dari pembahasan data dan hasil penelitian menunjukan bahwa dalam kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014 ditemukan gaya bahasa dan nilai pendidikan moral. Gaya bahasa yang ditemukan pada kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014 antara lain metafora, personifikasi, simile, hiperbola, ironi, sinekdoce pars prototo dan sinekdoce totem pro parte. Nilai pendidikan moral yang ditemukan pada kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014 adalah 1) nilai pendidikan moral manusia dengan diri sendiri meliputi; kepasrahaan dan bersyukur; 2) nilai pendidikan moral manusia dengan manusia lain meliputi; sabar&ikhlas, dan kesetiaan, pengharapan; 3) nilai pendidikan moral manusia dengan Tuhannya meliputi; senantiasa mengingat Tuhan, ibadah, dan perzinaan.
- ItemAnalisis Gaya Bahasa Pada Geguritan Dalam Majalah Djaka Lodang Edisi 3 Oktober 2015 - 2 April 2016(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2017-04-07) Dyah Nur Lailyana 122160109Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) jenis gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna pada geguritan dalam majalah Djaka Lodang edisi 3 Oktober 2015 - 2 April 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yaitu geguritan pada majalah Djaka Lodang. Data penelitian adalah kutipan-kutipan dalam rubrik geguritan majalah Djaka Lodang edisi 3 Oktober 2015 - 2 April 2016. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik simak-catat. Instrumen penelitian adalah human instrument dengan dibantu buku tentang sastra dan puisi serta kartu pencatat data. Teknik analisis data menggunakan content analysis. Penyajian hasil analisis digunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rubrik geguritan pada majalah Djaka Lodang mengandung gaya bahasa dan makna-makna tertentu, gaya bahasa yang digunakan antara lain yaitu gaya bahasa berlangsung tidaknya makna pada geguritan dalam majalah Djaka Lodang edisi 3 Oktober 2015-2 April 2016. Gaya bahasa berlangsung tidaknya makna meliputi: (a) 11 indikator asonansi, 3 indikator litotes, 2 indikator hiperbol, (b) gaya bahasa kiasan meliputi: 9 indikator simile, 11 indikator personifikasi, 5 indikator sinisme.
- Item“Analisis Kata Keterangan Bahasa Jawa pada Cerita Bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk dalam Majalah Panjebar Semangat Tahun 2012(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-09-26) Novit Chalina 112160864Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis kata keterangan pada cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk; (2) makna yang terkandung di dalam kata keterangan pada cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk. Data dalam penelitian ini meliputi kutipan-kutipan langsung cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument) yang dilengkapi dengan kartu data. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis). Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis dan makna kata keterangan pada cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk. Jenis kata keterangan (adverbia) pada cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk terdiri atas; (1) adverbia verba terdapat 7 indikator; (2) adverbia adjektival terdapat 7 indikator; (3) adverbia nominal terdapat 6 indikator; (4) adverbia klausal terdapat 6 indikator; (5) adverbia numeralia terdapat 6 indikator; (6) adverbia monomorfemis terdapat 13 indikator; (7) adverbia polimorfemis terdapat 13 indikator; (8) adverbia letak kanan terdapat 2 indikator; (9) adverbia letak kiri terdapat 10 indikator, (10) adverbia letak bebas terdapat 8 indikator. Makna yang terkandung di dalam kata keterangan pada cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk ada dua belas makna, yaitu (1) makna keakanan; (2) makna kebermulaan; (3) makna keberlangsungan; (4) makna keusaian; (5) makna keberulangan; (6) makna keniscayaan; (7) makna kemungkinan; (8) makna keharusan; (9) makna keizinan; (10) makna kecaraan; (11) makna kualitatif; (12) makna kuantitatif; (13) makna limitatif.
- Item“Analisis Makna Tari Wungu Karya Rizka Yuana Putri Sebagai Representasi Identitas Purworejo(Prodi Pend. Bahasa dan Sastra Jawa, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-11) Noni LiharyantiNoni Liharyanti. “Analisis Makna Tari Wungu Karya Rizka Yuana Putri Sebagai Representasi Identitas Purworejo”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) proses kreatif terciptanya Tari Wungu karya Rizka Yuana Putri dan (2) makna simbol gerak, properti, dan kostum dalam pertunjukan Tari Wungu karya Rizka Yuana Putri. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif menggunakan teori semiotika menurut Charles Sanders Peirce dan teori kreativitas penciptaan tari menurut Alma M. Hawkins. Sumber data primer penelitian ini yaitu narasumber yang mengetahui proses kreatif terciptanya Tari Wungu dan makna simbol gerak, properti, dan kostum dalam pertunjukan Tari Wungu, sumber data sekunder berupa foto, video serta referensi yang relevan dengan penelitian ini. Data primer dalam penelitian ini yaitu hasil wawancara dengan narasumber yang disajikan dalam bentuk transkrip wawancara, data sekunder berupa foto mengenai gerak, properti, dan kostum dalam pertunjukan Tari Wungu, video pementasan tari wungu, serta informasi dari referensi yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara terstruktur, teknik observasi tidak langsung, dan teknik pengumpulan data dengan dokumentasi. Instrumen penelitian ini dibantu dengan handphone untuk menyimpan dokumen, kartu pencatat data, dan pedoman wawancara. Uji validitas data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) proses kreatif terciptanya Tari Wungu karya Rizka Yuana Putri terdiri dari tiga tahapan yaitu eksplorasi, improvisasi, dan komposisi, (2) makna simbol gerak, properti, dan kostum pada Tari Wungu karya Rizka Yuana Putri merepresentasikan tahapan-tahapan dalam proses membatik, mulai dari persiapan, pembatikan, pewarnaan, hingga penyelesaian akhir. Setiap unsur dalam pertunjukan ini dirancang tidak hanya untuk memperindah tampilan visual, tetapi juga untuk menyampaikan cerita dan filosofi yang terkandung dalam kegiatan membatik sebagai warisan budaya. Gerak tari menggambarkan aktivitas membatik secara simbolis, properti digunakan sebagai representasi alat dan bahan membatik, sedangkan kostum mencerminkan estetika dan nilai budaya yang ingin disampaikan melalui tarian. Kata kunci: Tari Wungu, proses kreatif, makna simbol
- ItemANALISIS NILAI ETIKA DAN ESTETIKA DALAM TEKS SERAT SUTALEKA YANG TERMUAT DALAM NASKAH SERAT SRI GANDANA SAHA SUTALEKA(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-24) Malinda Kusuma Wardani 122160078Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai etika dan estetika dalam teks Serat Sutaleka yang termuat dalam naskah Serat Sri Gandana saha Sutaleka. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu teks Serat Sutaleka yang termuat dalam naskah Serat Sri Gandana saha Sutaleka. Data dalam penelitian ini berupa kalimat yang mengandung nilai etika dan estetika dalam teks Serat Sutaleka. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kartu data. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan validitas semantis, reliabilitas intrarater dan interrater. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan teknik content analysis atau analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode penyajian data informal. Hasil penelitian nilai etika dan estetika dalam teks Serat Sutaleka yang termuat dalam naskah Serat Sri Gandana saha Sutaleka adalah (1) nilai etika keselarasan sosial (prinsip hormat dan prinsip kerukunan) terdapat 13 indikator dan nilai etika kebijaksanaan (sikap pasrah, jujur, ikhlas) terdapat 15 indikator (2) nilai estetika berupa purwakanthi terdapat 154 indikator, tembung garba terdapat 18 indikator, paribasan terdapat 4 indikator, dan tembung plutan terdapat 33 indikator
- ItemANALISIS NILAI MORAL DALAM WACAN BOCAH MAJALAH DJAKA LODANG TAHUN 2015(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-08-24) Sari Setiyawati 122160081Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) nilai-nilai moral ‘Wacan Bocah’ dalam majalah Djaka Lodang, (2) relevansi nilai-nilai moral yang terkandung dalam ‘Wacan Bocah’ Majalah Djaka Lodang dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dan data penelitian ini adalah Nilai Moral dalam ‘Wacan Bocah’ majalah Djaka Lodang tahun 2015. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat, pustaka, dan terjemahan. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen dibantu dengan bolpoin, buku, dan kartu pencatat data. Teknik keabsahan data menggunakan kredibilitas atau kepercayaan. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis atau analisis isi. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode analisis informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) nilai moral ‘Wacan Bocah’ dalam majalah Djaka Lodang memiliki empat jenis, yakni (a) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan yang meliputi: berdoa dan bersyukur kepada Tuhan; (b) nilai moral hubungan manusia dengan manusia yang meliputi: menasehati, persahabatan, tolong menolong, persaudaraan, berbakti kepada orang tua; (c) nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri yang meliputi: khawatir, ragu-ragu, senang, waspada, berjanji pada diri sendiri, berpikir, ikhlas, simpati, membela diri, pemberani; (d) nilai moral hubungan manusia dengan alam yang meliputi:memuji keindahan alam dan sayang binatang. (2) Relevansi nilai moral ‘Wacan Bocah’ dalam majalah Djaka Lodang sebagian ada yang masih relevan dan juga ada yang tidak relevan dengan kehidupan sekarang
- ItemAnalisis Nilai Moral dalam ‘Wacan Bocah’ Majalah Djaka Lodang Tahun 2015(Pendidikan Bahasa Dan Satra Jawa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2016-08-24) Sari SetiyawatiPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) nilai-nilai moral ‘Wacan Bocah’ dalam majalah Djaka Lodang, (2) relevansi nilai-nilai moral yang terkandung dalam ‘Wacan Bocah’ Majalah Djaka Lodang dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dan data penelitian ini adalah Nilai Moral dalam ‘Wacan Bocah’ majalah Djaka Lodang tahun 2015. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat, pustaka, dan terjemahan. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen dibantu dengan bolpoin, buku, dan kartu pencatat data. Teknik keabsahan data menggunakan kredibilitas atau kepercayaan. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis atau analisis isi. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode analisis informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) nilai moral ‘Wacan Bocah’ dalam majalah Djaka Lodang memiliki empat jenis, yakni (a) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan yang meliputi: berdoa dan bersyukur kepada Tuhan; (b) nilai moral hubungan manusia dengan manusia yang meliputi: menasehati, persahabatan, tolong menolong, persaudaraan, berbakti kepada orang tua; (c) nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri yang meliputi: khawatir, ragu-ragu, senang, waspada, berjanji pada diri sendiri, berpikir, ikhlas, simpati, membela diri, pemberani; (d) nilai moral hubungan manusia dengan alam yang meliputi:memuji keindahan alam dan sayang binatang. (2) Relevansi nilai moral ‘Wacan Bocah’ dalam majalah Djaka Lodang sebagian ada yang masih relevan dan juga ada yang tidak relevan dengan kehidupan sekarang.
- ItemANALISIS NILAI MORAL LIRIK LAGU ALBUM TITI KALA MANGSA KARYA SUJIWO TEJO(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-29) Sunaryo 112160874Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) nilai-nilai moral lirik lagu album Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo, (2) relevansi nilai-nilai moral lirik lagu album Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo pada masyarakat saat ini Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Subjek penelitian ini adalah album lagu Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo. Objek penelitian ini adalah nilai moral yang terdapat dalam sepuluh lirik lagu Sujiwo Tejo dalam album Titi Kala Mangsa dan relevansinya pada masyarakat saat ini. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan teknik catat. Peneliti sebagai human instrument mencatat nilai-nilai moral yang terdapat di dalam alum Titi Kala Mangsa yang dibantu dengan penggunaan kartu data. Dalam analisis data digunakan metode analisis isi dan metode pembacaan semiotik dengan memahami makna-makna tersurat (heuristik) dan tersirat (hermeneutik) dari lirik lagu dan hasil analisis data dipaparkan menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini adalah: (1) nilai-nilai moral lirik lagu album Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo meliputi: (a) nilai moral yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan: agar manusia selalu mengingat Tuhan dalam kondisi sesibuk apa pun, serta menjaga keseimbangan antara bekerja dan berdoa; (b) nilai moral yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan sesama: keharusan menjaga kerukunan, harus senantiasa menjaga keharmonisan keluarga, senantiasa bekerja sama/gotong royong dan menjaga persaudaraan universal, serta menghargai pendapat orang lain; (c) nilai moral yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan diri sendiri: waspada atas perubahan zaman, menahan ego/nafsu negatif atau angkara murka, menjaga kejujuran, serta hidup sederhana dan tidak serakah; (2) relevansi nilai-nilai moral lirik lagu album Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo pada masyarakat saat ini di antaranya adalah nilai religius/ketuhanan yang harus senantiasa dijunjung oleh setiap manusia sebagai hamba Tuhan, nilainilai sosial yang harus dipegang oleh setiap manusia sebagai makhluk sosial yang selamanya akan saling membutuhkan satu dengan lainnya, prinsip kerja keras yang harus menjadi acuan setiap manusia agar terus berkarya dengan sungguhsungguh demi mencapai kesuksesan yang harus diimbangi dengan sandaran vertikal kepada Tuhan, serta nilai demokratis yang mengharuskan setiap orang dapat menghormati pendapat orang lain dan menyadari bahwa perbedaan merupakan hal yang lumrah
- ItemAnalisis Representasi Kehidupan Pedesan dalam Film Pendek Ledhek Produksi Paniradya Kaistimewan(Prodi Pend. Bahasa dan Sastra Jawa, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-06-03) Siti ZulaifahSiti Zulaifah. “Analisis Representasi Kehidupan Pedesan dalam Film Pendek Ledhek Produksi Paniradya Kaistimewan”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi kehidupan pedesaan dalam film pendek Ledhek produksi Paniradya Kaistimewan. Fokus penelitian ini adalah menggambarkan bagaimana kehidupan masyrakat desa direpresentasikan melalui elemen naratif dan visual dalam film, serta makna budaya yang terkandung di dalamnya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian sastra dan teori representasi Stuart Hall. Data dalam penelitian ini berupa dialog, adegan, latar, tokoh, dan simbol-simbol budaya yang muncul dalam film pendek Ledhek. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan simak catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis, film pendek Ledhek merepresentasikan kehidupan pedesaan sebagai kehidupan yang masih memegang nilai-nilai tradisi, seperti kepercayaan pada ledhek sebagai pengundang hujan, serta aktivitas sosial seperti bertani, bergotong royong, dan ritual budaya. Selain itu, film ini juga memperlihatkan bagaimana tradisi mulai tergerus oleh perkembangan zaman dan kurangnya minat generasi muda terhadap budaya lokal. Kata Kunci: Representasi, Film Pendek, Budaya Lokal
- ItemAnalisis Sosiologi Cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana Karya Suhindriyo dalam Majalah Djaka Lodang Edisi 21 Februari 2015 – 1 Agustus 2015 (Kajian Sosiologi Sastra)(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2017-03-14) Dona Agnes Pangesti 122160104Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan unsur instrinsik karya sastra cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana Karya Suhindriyo. (2) mendeskripsikan aspek sosiologi sastra dalam karya sastra cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana Karya Suhindriyo. Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitataif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana karya Suhindriyo. Data dalam penelitian ini adalah kutipan kalimat yang menunjukkan unsur instrinsik (tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sudut pandang) dan aspek sosiologi sastra (kekerabatan, ekonomi, politik, pendidikan, dan agama/kepercayaan) dalam karya sastra cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana karya Suhindriyo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument atau peneliti sebagai instrumen utama. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan validitas semantik dan reliabilitas keakuratan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil penelitian unsur instrinsik pada cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana karya Suhindriyo yaitu: (a) tema dalam cerbung ini ialah pemfitnahan terhadap Mandhor Pasar Tandhasridana; (b) tokoh utama dalam cerbung ini adalah Tandhasridana memiliki karakter pintar, wawasannya luas, suka membaca, taat beribadah, baik hati; (c) alur dalam cerbung ini adalah alur maju; (d) latar dalam cerbung ini adalah latar tempat, latar waktu, dan latar suasana; (e) sudut pandang pandang dalam cerbung ini adalah narrator observer. Hasil analisis sosiologi sastra dalam karya sastra cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana karya Suhindriyo, meliputi: (a) aspek kekerabatan 20 indikator; (b) aspek ekonomi 6 indikator; (c) aspek politik 3 indikator; (d) aspek pendidikan 11 indikator; (e) aspek agama/kepercayaan 5 indikator.