Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 93
Results Per Page
Sort Options
- ItemPengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Jawa Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Klirong Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014.(Prodi. PBSJ, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-10) Akbar Mubarok 112160355Akbar Mubarok. Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Jawa Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Klirong Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya pengaruh yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar bahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Klirong Kebumen; (2) ada tidaknya pengaruh yang positif dan signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar bahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Klirong; (3) ada tidaknya pengaruh yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap prestasi belajar bahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen yang berjumlah 224 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 142 siswa, ditentukan dengan pedoman tabel krejcie dengan tingkat kesalahan 5%. Pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Pengambilan data menggunakan skala likert yang sudah diujicobakan validitas dan reliabilitasnya. Dari 50 item soal untuk kecerdasan emosional (X1), 5 item gugur karena tidak memenuhi syarat. dan dari 40 item soal untuk Minat belajar (X2), 3 item gugur. Hasil analisi deskriptif menunjukkan bahwa prestasi belajar siwa kelas X SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen; 27,46% tergolong baik sekali, 62,68% tergolong baik, 8,45% tergolong cukup, dan 1,41% tergolong kurang. Berdasarkan korelasi partial menunjukan bahwa; (1) kecerdasan emosional memberikan sumbangan 5,56% (r 0,236; sig < 0,05) terhadap pestasi belajar bahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen tahun ajaran 2013/1014; (2) minat belajar memberikan sumbangan sebesar 10,36% (r 0,322; sig < 0,05) terhadap pestasi belajar bahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen tahun ajaran 2013/1014; (3) hasil regresi ganda mengungkapkan ada sumbangan yang positif dan signifikan secara bersama-sama antara kecerdasan emosional dan minat belajar sebesar 25,9% (Rଶ 0,259; F 23,826; sig < 0,05) terhadap prestasi belajar bahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen tahun ajaran 2013/1014. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum prestasi belajar bahasa Jawa kelas X SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen temasuk kategori baik. Terdapat sumbangan yang berarti, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri dari kecerdasan emosional dan minat belajar terhadap prestasi belajar bahasa Jawa siswa kelas X SMA N 1 Klirong Kabupaten Kebumen. Kata kunci: kecerdasan emosional, minat belajar, prestasi belajar
- ItemPenggunaan Ragam Bahasa dalam Jejaring Sosial Facebook oleh Masyarakat Pesisir Pantai di Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen(Pendidikan Bahasa Dan Satra Jawa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-26) Widi SuryaningsihPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pemakaian ragam bahasa dalam jejaring sosial facebook oleh masyarakat pesisir pantai di kecamatan Ambal kabupaten Kebumen, (2) mendeskripsikan hal-hal yang melatarbelakangi pemakaian ragam bahasa di dalam jejaring sosial facebook terhadap perilaku bahasa Jawa oleh masyarakat pesisir pantai di kecamatan Ambal kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga mnghasilkan data deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi fotografi dan wawancara. Teknik observasi partisipasi (participant observer) dilakukan dengan cara peneliti memasuki wilayah penelitian dan ikut terlibat dalam penggunaan jejaring sosial facebook agar lebih mudah mendapatkan informasi atau data dari subjek penelitian tersebut. fotografi atau pemotretan monitor (print scene) dari hasil observasi. Teknik wawancara terbuka yaitu dimana para subjeknya tahu bahwa mereka sedang di wawancarai, dan mengetahui apa maksud serta serta tujuan wawancara itu. Objek dalam penelitian ini adalah penggunaan ragam bahasa dalam jejaring sosial facebook Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Kaibon, Petangkuran dan Ambal Resmi kecamatan Ambal kabupaten Kebumen. Teknik analsis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh hasil penelitian bahwa bahasa Jawa masih sering digunakan dalan akun jejaring sosial facebook masyarakat pesisir pantai selatan kecamatan Ambal kabupaten Kebumen, dan pemakain ragam bahasa informal seperti pemakaian singkatan dan akronim, kata fatis, pemakaian kosakata asing, bahasa slang, perubahan huruf sebagai variasi penulisan dan campur kode Hal-hal yang melatarbelakangi penggunaan ragam bahasa tersebut adalah untuk mengikuti perkembangan zaman, faktor lingkungan, karakter mobile phone (handphone) yang terbatas dan keefektifan penulisan.
- ItemPelestarian Kesenian Jepinan di Desa Pulasari Kecamatan Pagentan Banjarnegara”(Prodi. PBSJ, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-09) Ahmad Solikhin 112160647Ahmad Solikhin. “ Pelestarian Kesenian Jepinan di Desa Pulasari Kecamatan Pagentan Banjarnegara”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2014 Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pertunjukan kesenian Jepinan di Desa Pulasari Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara,; (2) Untuk mengetahui makna simbolik yang terdapat dalam sesaji yang digunakan dalam pertunjukan kesenian Jepinan di Desa Pulasari Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara,; (3) Untuk mengetahui pelestarian kesenian Jepinan di Desa Pulasari Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara. Metode Penelitian deskriptif kualitatif, Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat di Desa Pulasari Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara yang mengetahui dan masih melestarikan kesenian Jepinan. Instrumen penelitian adalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang bertindak sebagai participant observer, dan dibantu Handphone sebagai perekam wawancara serta camera digital untuk mengabadikan gambar. Teknik pengumpulan data adalah Teknik Wawancara, teknik observasi dan Teknik Dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan langkah data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa (1) Prosesi Pertunjukan Kesenian Jepinan di Desa Pulasari meliputi Ngliar, mempersiapkan tempat pertunjukan, pembuatan ubarampe/ sesaji, obong menyan (membakar kemenyan), Pertunjukan kesenian Jepinan di Desa Pulasari, Meliputi : Pertunjukan gerakan tarian , mendem (kesurupan), golet kanca (mencari anggota kesenian Jepinan yang tidak ikut dalam pertunjukan, golet Upas (mencari gunaguna atau unsur ilmu hitam yang digunakan untuk menjaili seseorang, dan pasca pertunjukan ditutup dengan berfoto bersama para pemain kesenian Jepinan di Desa Pulasari, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara. (2) Makna Simbolis yang terkandung dalam Ubarampe / Sesaji dalam Pertunjukan Kesenian Jepinan di Desa pulasari, sebagai berikut : Godhogan godhong gandul juga memiliki makna yang ada sangkut pautnya dengan kehidupan manusia. Manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia tidaklah akan berjalan indah selamanya. Pasti dalam kehidupan manusia akan memiliki rintangan ataupun cobaan yang melanda, Tela bakar, Ubarampe godhong suruh, Kembang mawar abang putih, Kinang, Wedang kopi, wedang teh, wedang putih, Minyak Duyung, Kemenyan, (3) Pelestarian Kesenian Jepinan di Desa Pulasari, dalam pelestarian kesenian Jepinan terdapat Unsur Pendukung dan Unsur Penghambat, Unsur Pendukung dalam Kesenian Jepinan di Desa Pulasari meliputi : Pemerintah Desa Pulasari, Masyarakat dan juga Pemain Kesenian Jepinan sendiri, sedangkan Unsur Penghambatnya yaitu : Pemerintah Kecamatan kesenian Jepinan yang tidak serius, Agama yang dianut masyarakat Desa Pulasari Kata kunci : Jepinan, Makna Simbolis, Pelestarian
- ItemTindak Tutur Direktif dalam Novel Sala Lelimengan Karya Suparta Brata(Prodi. PBSJ, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-05) Abdul Kholiq 112160774Abdul Kholiq, “Tindak Tutur Direktif dalam Novel Sala Lelimengan karya Suparta Brata”. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif dan fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel Sala Lelimengan karya Suparta Brata. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Sala Lelimengan karya Suparta Brata. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan novel Sala Lelimengan karya Suparta Brata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah penulis sendiri dibantu dengan menggunakan kartu pencatat data, alat tulis, buku-buku dan media lain yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantis dan ketekunan pengamatan. Kemudian analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis konten (content analysis). Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil analisis Tindak Tutur Direktif dalam Novel Sala Lelimengan karya Suparta Brata yaitu jenis tindak tutur direktif dan fungsi tindak tutur direktif. Hasil analisis itu meliputi 11 tindak tutur direktif diantaranya tindak tutur direktif memaksa, mengajak, meminta, menyuruh, menagih, mendesak, memohon, menyarankan, memerintah, memberikan aba-aba, dan menantang. Dari 11 jenis tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel Sala Lelimengan karya Suparta Brata, masing-masing memiliki fungsi dari tindak tutur direktif memaksa, mengajak, meminta, menyuruh, menagih, mendesak, memohon, menyarankan, memerintah, memberikan, aba-aba, dan menantang yang masing-masing mempunyai tujuan untuk melakukan suatu tindakan yang disebutkan dalam tuturan yang ada didalamnya, dan berkaitan pada zaman dahulu dengan kondisi pada waktu itu Indonesia baru saja merdeka akan tetapi masih dijajah oleh Belanda yang mengakibatkan kehidupan zaman dahulu masih adanya peperangan yang terjadi. Kata kunci: tindak tutur direktif, Novel Sala Lelimengan
- ItemGaya Bahasa dan Nilai Pendidikan Dalam Cerita Bersambung Gurunadi karya Ismoe Rianto pada majalah Panjebar Semangat tahun 2014(Prodi. PBSJ, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-08-12) Ahad Rohyati 112116844Ahad Rohyati. “Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan Dalam Cerita Bersambung Gurunadi karya Ismoe Rianto pada majalah Panjebar Semangat tahun 2014”. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. FKIP. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan gaya bahasa yang ada dalam Cerita bersambung Gurunadi karya Ismoe Rianto dan (2) mengetahui jenis nilai pendidikan yang ada dalam cerita bersambung Gurunadi karya Ismoe Rianto. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Cerita Bersambung “Gurunadi” karya Ismoe Rianto, dan data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan dalam Cerita Bersambung “Gurunadi“ karya Ismoe Rianto berupa dialog-dialog yang didalamnya terdapat penggunaan gaya bahasa. Selain itu, juga berupa berupa kutipan-kutipan dialog yang mengandung nilai pendidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka dan teknik simak catat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah human instrument yang dibantu buku tentang sastra dan cerita bersambung serta kartu pencatat data. Teknik analisi data yang digunakan adalah metode analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cerita Bersambung “Gurunadi“ karya Ismoe Rianto mengandung gaya pendidikan dan nilai pendidikan, gaya bahasa yang digunakan antara lain yaitu gaya bahasa retoris yang terdiri dari asidenton (1 data) dan hiperbola (9 data), gaya bahasa kiasan yang terdiri dari persamaan/simile (8 indikator), personifikasi (6 data), metonimia (9 data), epitet (5 data). Dan nilai pendidikan yang terdapat dalam Cerita Bersambung “Gurunadi“ karya Imoe Rianto antara lain nilai pendidikan agama (2 data), nilai pendidikan sosial (6 data), nilai pendidikan budaya (6 data), dan nilai pendidikan moral yang berhubungan dengan Tuhan (2 data), nilai pendidikan moral yang berhubungan dengan sesama manusia (12 data), dan nilai pendidikan moral yang berhubungan dengan diri sendiri (14 data). Kata Kunci: gaya bahasa, cerita bersambung Gurunadi
- ItemIMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM WACANA RUBRIK GOJEG PADA MAJALAH DJAKA LODANG EDISI TAHUN 2013(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-01-18) Nur Komariyah 112160893Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang; (2) wujud implikatur percakapan yang muncul akibat terjadinya pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa wacana rubrik Gojeg dalam majalah Djaka Lodang. Data dalam penelitian ini meliputi kutipan yang mengandung implikatur percakapan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah penelitian sendiri yang dibantu dengan kartu data. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dan menggunakan bahan referensi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis data content analysis. Teknik penyajian analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang edisi tahun 2013 mencakup empat maksim yaitu (a) pelanggaran maksim kuantitas sebanyak 4 tuturan, (b) pelanggaran maksim kualitas sebanyak 10 tuturan, (c) pelanggaran maksim relevansi sebanyak 8 tuturan, dan (d) pelanggaran maksim cara sebanyak 17 tuturan. (2) Wujud implikatur percakapan yang muncul akibat terjadinya pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang edisi tahun 2013 yang terdiri dari implikatur yang bersifat bantahan, peringatan, ancaman, pernyataan, ucapan maaf, kebanggaan, rayuan, kekesalan, tanggung jawab, meyakinkan, menguji, sindiran, keraguan, harapan, menghibur, kesalahpahaman, memberi pemahaman, meminta pengertian, kecemburuan, menyarankan, ajakan dan perintah. Hal ini membuktikan bahwa percakapan yang tidak menjalankan prinsip kerja sama akan menghasilkan implikatur dalam sebuah percakapan
- ItemFRASE NOMINAL DAN FRASE VERBAL BAHASA JAWA PADA NOVEL PINATRI ING TELENG ATI KARYA TIWIEK SA(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-01-25) Alip Rahman Sulistio 112160810Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah (1) mendeskripsikan wujud frase nominal dan frase verbal bahasa Jawa pada novel Pinatri Ing Teleng Ati karya Tiwiek SA, dan (2) mendeskripsikan hubungan makna antar unsur-unsur pembentuk frase nominal dan frase verbal pada novel Pinatri Ing Teleng Ati karya Tiwiek SA. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dan data penelitian adalah seluruh kata yang mengandung frase nominal dan frase verbal bahasa Jawa pada novel Pinatri Ing Teleng Ati karya Tiwiek SA. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan teknik sadap dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama, dengan menggunakan bantuan alat berupa buku-buku teori dan kartu pencatat data. Teknik keabsahan data menggunakan uji kredibilitas atau kepercayaan terhadap hasil penelitian dengan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian yang ditemukan adalah pertama wujud frase nominal dan frase verbal bahasa Jawa pada novel Pinatri Ing Teleng Ati karya Tiwiek SA berupa (1) frase nominal koordinatif berjumlah 46 indikator, (2) frase nominal atributif berjumlah 221 indikator, (3) frase nominal apositif berjumlah 9 indikator, (4) frase verbal koordinatif berjumlah 27 indikator, (5) frase verbal atributif berjumlah 102 indikator. Kedua yaitu hubungan makna antar unsur-unsur pembentuk frase nominal dan frase verbal bahasa Jawa (1) hubungan „penjumlahan‟ berjumlah 63 indikator, (2) hubungan makna „pemilihan‟ berjumlah 10 indikator, (3) hubungan makna „kesamaan‟ berjumlah 9 indikator, (4) hubungan makna „penerang‟ berjumlah 61 indikator, (5) hubungan makna „pembatas‟ berjumlah 28 indikator, (6) hubungan makna „penentu/penunjuk‟ berjumlah 47 indikator, (7) hubungan makna „jumlah‟ berjumlah 19 indikator, (8) hubungan makna „sebutan‟ berjumlah 64, (9) hubungan makna „ragam‟ berjumlah 28 indikator, (10) hubungan makna „negatif‟ berjumlah 11 indikator, (11) hubungan makna „aspek‟ berjumlah 63 indikator, (12) hubungan makna „tingkat‟ berjumlah 2 indikator
- ItemPENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI MEDIA KOMIK BERBAHASA JAWA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SIDOMUKTI KECAMATAN ADIMULYO KABUPATEN KEBUMEN TAHUN AJARAN 2012/2013(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-14) Tuti Setiyaningsih 082160253Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) langkah-langkah pembelajaran bahasa Jawa menggunakan media komik berbahasa Jawa: (2) mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa setelah mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan media komik berbahasa Jawa: (3) mendeskripsikan perubahan perilaku belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan media komik berbahasa Jawa untuk siswa kelas IV SD N 1 Sidomukti, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen. Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan (planning); pelaksanaan tindakan (acting); pengamatan (observing); dan refleksi (reflecting). Dalam pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Teknik tes terdiri dari tes pilihan ganda, nontes terdiri dari hasil observasi dan wawancara.Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif prosentase. Berdasarkan analisis data penelitian terlihat bahwa pembelajaran menggunakan media komik berbahasa Jawa, mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca pemahaman. Peningkatan nilai rata-rata yaitu 65 pada kondisi awal menjadi 76,67 pada siklus I dan menjadi 82,22 pada siklus II. Nilai ratarata siklus I meningkat 44,44 %dari kondisi awal, nilai rata-rata siklus II meningkat 51,11 % dari siklus I. Sedangkan ketuntasan belajar pada siklus I ada peningkatan sebesar 61,12% dari kondisi awal, siklus II meningkat 88,91 % dari kondisi awal sedangkan perubahan perilaku yang terjadi dari pra siklus ke siklus 1 ada peningkatan sebanyak 19%, ini berarti ada peningkatan sebanyak 4 anak yang memperhatikan pelajaran dengan sungguh-sungguh. Sedangkan dari siklus I ke siklus II ada peningkatan yang cukup besar yaitu sebesar 36% atau dengan kata lain dari 18 siswa, hanya tersisa 3 siswa yang masih tidak memperhatikan pelajaran dengan sungguh-sungguh. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaaan komik berbahasa Jawa sebagai media pembelajaran membaca pemahaman khususnya dalam kompetensi membaca pemahaman terbukti efektif
- ItemANALISIS GAYA BAHASA DAN NILAI PENDIDIKAN MORAL PADA KUMPULAN GEGURITAN MAJALAH DJAKA LODANG EDISI 26-37 NOVEMBER 2013-FEBRUARI 2014(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-24) Yuni Kurnia Putri 112160843Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : (1) mengetahui gaya bahasa pada kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014; (2) mengetahui nilai pendidikan moral pada kumpulan geguritan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah gaya bahasa dan nilai pendidikan moral pada kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik analisis dokumen dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah penulis sendiri dibantu dengan pedoman analisis dokumen dan kartu pencatat. Teknik analisis data menggunakan analisis isi atau content analysis. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Dari pembahasan data dan hasil penelitian menunjukan bahwa dalam kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014 ditemukan gaya bahasa dan nilai pendidikan moral. Gaya bahasa yang ditemukan pada kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014 antara lain metafora, personifikasi, simile, hiperbola, ironi, sinekdoce pars prototo dan sinekdoce totem pro parte. Nilai pendidikan moral yang ditemukan pada kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014 adalah 1) nilai pendidikan moral manusia dengan diri sendiri meliputi; kepasrahaan dan bersyukur; 2) nilai pendidikan moral manusia dengan manusia lain meliputi; sabar&ikhlas, dan kesetiaan, pengharapan; 3) nilai pendidikan moral manusia dengan Tuhannya meliputi; senantiasa mengingat Tuhan, ibadah, dan perzinaan.
- ItemANALISIS SOSIOLOGI DALAM NOVEL SUMINAR KARYA TIWIEK SA(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-25) Sri Rahayu Septianayawanti 112160900Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel;dan(2) aspek sosiologi yang terdapat dalam novelSuminar karya Tiwiek SA Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Suminar karya Tiwiek SA.Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari novelSuminar karya Tiwiek SA.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik pustaka dan teknik simak catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, kartu pencacat data, bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik perpanjang pengamatan dan meningkatkan ketekunan. Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi.Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa (1) unsur intrinsik novelSuminar karya Tiwiek SA terdiri dari: (a) tema dalam novel Suminar karya Tiwiek SAadalah percintaan, (b) dengan tokoh utamaSuminar memiliki rajin beribadah, lugu, patuh kepada orang tua, cantik, perhatian kepada orang tua, baik dan sederhana; tokoh tambahannya yaitu Indarto memiliki sifat baik, perhatian dan pemarah;Yu Parti dengan sifat perhatian;Mbok Kadinah dengan sifat ingin tahu; Pak Sudarman dengan sifat bijaksana;Kadini dengan sifat tidak mudah percaya; Siska dengan sifat suka memfitnah, iri hati, dan sombong;Teguh dengan sifat suka menolong, tidak dapat dipercaya;Yu Munah dengan sifat suka menasihati, suka menolong; Parjan dengan sifat suka menasihati; Parno dengan sifat penolong dan Ki Anom Suroto dengan sifat bijaksana. (c) Alur yang digunakan adalah alur maju.(d) Latartempat yang terdapat dalam novel Suminar karya Tiwiek SA meliputi: teras rumah, kamar, sawah selatan jembatan kademangan, ruang tamu dan kantor; latarwaktu meliputi: sore, hari kamis, malam hari; dan latar suasana meliputi: nyaman dan berkecukupan, sedih dan susah, bahagia, dan marah. (e) Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” serba tahu. (2) aspek sosiologi yaitu aspek kekerabatan meliputi ibu dan anak, nenek dan cucu, budhe dan keponakan, pakdhe dan keponakan, ayah dan anak; aspek moral meliputi bijaksana, teliti dan hati-hati, patuh kepada norma, mengutamakan perilaku baik, setia dan punya harga diri; aspek ekonomi meliputi golongan ekonomi tinggi, golongan ekonomi rendah, golongan ekonomi menengah; aspek cinta kasih meliputi jatuh cinta, keyakinan hati, sayang, setia; aspek agama meliputi beribadah, ingat kepada Tuhan; dan aspek pendidikan meliputi pendidikan atas, dan kursus.
- ItemANALISIS TINDAK TUTUR DALAM CERITA BERSAMBUNG LINTANG-LINTANG DADI SEKSI KARYA SAWITRI DALAM MAJALAH DJAKA LODANG TAHUN 2013(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-25) Buyung Dwi Hanggara 112160815Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan jenis tindak tutur yang terdapat dalam cerita bersambung lintang-lintang dadi seksi karya Sawitri; (2) Mendeskripsikan fungsi penggunaan tindak tutur dalam cerita bersambung lintang-lintang dadi seksi karya Sawitri. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita bersambung Lintang-Lintang Dadi Seksi Karya Sawitri dalam Majalah Djaka Lodang Tahun 2013. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari cerita bersambung Lintang-Lintang Dadi Seksi Karya Sawitri dalam Majalah Djaka Lodang Tahun 2013. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, kartu pencacat data, bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik kredibilitas atau kepercayaan (credibility). Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) jenis tindak tutur lokusi dan fungsinya dalam Cerita Bersambung Lintang-lintang Dadi Seksi karya Sawitri, dengan rincian data jenis tindak tutur lokusi sebanyak 10 data. (2) jenis tindak tutur ilokusi dan fungsinya dalam Cerita Bersambung Lintang-lintang Dadi Seksi karya Sawitri, dengan rincian data jenis tindak tutur asertif 21 data, direktif 17 data, ekspresif 5 data, komisif 10 data, dan deklarasi 5 data. (3) jenis tindak tutur perlokusi dan fungsinya dalam Cerita Bersambung Lintang-lintang Dadi Seksi karya Sawitri, dengan rincian data jenis tindak tutur sebanyak 5 data
- ItemMITOS CERITA MAKAM SYECH ANOM SIDAKARSA DI DESA GROGOL BENINGSARI KECAMATAN PETANAHAN KABUPATEN KEBUMEN(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-25) Etika Nurrohmah 112160912Tujuan penelitian dalam skripsi ini, adalah (1) untuk mengetahui bentuk cerita makam Syech Anom Sidakarsa di masyarakat Grogol Beningsari, (2) untuk mengetahui unsur mitos di makam Syech Anom Sidakarsa yang masih di percaya oleh tokoh masyarakat sekitar maupun peziarah yang datang dari luar kota, (3) untuk mengetahui tanggapan masyarakat terhadap mitos cerita makam Syech Anom Sidakarsa di masyarakat Grogol Beningsari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Datanya dikumpulkan, dideskripsikan, lalu dianalisis bentuk, unsur, dan tanggapan masyarakat mengenai mitos cerita makam Syech Anom Sidakarsa di Desa Grogol Beningsari. Sumber data dan data yang dikaji dalam penelitian ini yaitu juru kunci, sesepuh desa, peziarah, dan masyarakat Desa Grogol Beningsari. Data yang di ambil yaitu data lisan yang didapatkan dari hasil wawancara dengan narasumber. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi terus terang, wawancara semi struktur, dan dokumentasi berwujud rekaman wawancara dengan narasumber. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah informan yang mengetahui tentang mitos cerita makam Syech Anom Sidakarsa. Data yang diperoleh dalam penelitian ini ada dua jenis, data primer yaitu wawancara dengan informan yang mengetahui mitos cerita makam Syech Anom Sidakarsa, data sekunder yaitu buku, rekaman, foto, dan data monografi desa. Hasil penelitian dapat disimpulkan, (1) bentuk cerita mengenai mitos makam Syech Anom Sidakarsa memiliki empat bentuk cerita yang tidak lengkap. Di sini peneliti membuat versi baru dari hasil gabungan versi yang sudah dijelaskan oleh informan, (2) unsur mitos di makam Syech Anom Sidakarsa (a) mengandung kekuatan mistik yaitu peziarah yang berdoa di makam merasa khusyu’ dan yakin, (b) memberikan jaminan kehidupan manusia yaitu peziarah yang datang memiliki tujuan tersendiri antara lain: meminta rizqi, meminta keturunan, meminta jabatan dan sebagainya, (3) tanggapan masyarakat terhadap mitos cerita makam Syech Anom Sidakarsa, terdapat perbedaan yang cukup jelas yaitu antara pola pikir kelompok usia dan kelompok pendidikan. Pola pikir kelompok pendidikan cenderung menggunakan logika sedangkan pola pikir kelompok usia dengan adanya bukti yang sudah terjadi dan dikabulkan
- ItemNILAI BUDI PEKERTI DALAM CERITA BERSAMBUNG KEMBANG KERTAS KARYA ARIESTA WIDYA DALAM MAJALAH DJAKA LODANG TAHUN 2013 DAN RELEVANSINYA PADA KEHIDUPAN SEKARANG(PROGRAM STUDIPENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-26) Nur Laela 112160894Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Unsur Intrinsik yang terdapat dalam cerita bersambung; (2) Nilai budi pekerti yang terdapat dalam cerita bersambung;(3) Relevansi nilai budi pekerti dalam cerita bersambung dengan kehidupan sekarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita bersambung Kembang Kertas karya Ariesta Widya. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari cerita bersambung Kembang Kertas karya Ariesta Widya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik pustaka, teknik simak catat, dan teknik terjemahan. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, kartu pencacat data, bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik kredibilitas atau kepercayaan (credibility). Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tema dalam cerita bersambung Kembang Kertas karya Ariesta Widya adalah diantara dua pilihan. Tokoh utamanya adalah Muryat, dan tokoh tambahannya yaitu Ponidi, Subari, Pak Marto, Bu Marto, Simake, Bapak, Nuryati, Kanthi, Tarsih, Dhe Mulad, Mursid, Dhe Sarpin, dan Pak Kusuma. Alur yang digunakan adalah alur sorot balik. Latar dibagi menjadi tiga yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga “dia” maha tahu. (2) nilai budi pekerti yaitu: 1) Nilai Budi Pekerti terhadap Tuhan Yang Maha Esa meliputi ingat Kepada Tuhan, berdoa Kepada Tuhan, percaya Kepada Tuhan, dan bersyukur Kepada Tuhan. 2) Nilai Budi Pekerti terhadap sesama manusia meliputi a) terhadap diri sendiri: rendah hati, pandai, pekerja keras, ramah, sopan, baik hati, dan jujur, b) terhadap orang tua: perhatian, penuh kasih sayang, dan patuh, c) terhadap sesama: menghargai karya orang lain, dapat dipercaya, bijaksana, dan dermawan, d) terhadap yang lebih muda: suka menasihati dan menjadi teladan. 3) Nilai Budi Pekerti tehadap lingkungan: cinta lingkungan. (3) Relevansi nilai budi pekerti dalam cerita bersambung Kembang Kertas karya Ariesta Widya pada kehidupan sekarang
- ItemKAJIAN MORALITAS PADA CERKAK DALAM MAJALAH DJAKA LODANG EDISI JUNI – DESEMBER TAHUN 2014(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-26) RENI SUSANTI 112160913Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan nilai-nilai moralitas yang terkandung pada cerkak majalah Djaka Lodang edisi Juni – Desember tahun 2014, dan (2) mendeskripsikan relevansinilai-nilai moralitaspada cerkak dalam majalah Djaka Lodangedisi Juni – Desember tahun 2014 dengan kehidupansekarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah nilai moralitas pada cerkak dalam majalah Djaka Lodang edisi Juni – Desember tahun 2014. Objek penelitian ini adalah cerkak yang terdapat dalam majalah Djaka Lodang edisi Juni – Desember tahun 2014. Dalam pengumpulan data dicerkak pada majalah Djaka Lodang edisi Juni – Desember tahun 2014, digunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri serta instrumen penunjang lainnya alat bantu berupa kartu data. Teknik keabsahan dalam penelitian ini digunakan validitas semantis dan uji reliabilitas. Dalam analisis data digunakan metode conten analysis atau analisis isi. Selanjutnya,dalam penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) nilai-nilai moralitas pada cerkakdalam majalah Djaka Lodangedisi Juni – Desember tahun 2014 memiliki empat jenis, yakni (a) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan yang meliputi: bersyukur, beribadah, berdoa, pasrah, rasa berdosa, dan takut kepada Tuhan; (b) nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial yang meliputi: kesetiaan, pengkhianatan, kekeluargaan, hubungan suami istri, bersikap sopan, berbakti kepada orang tua, tolong menolong, menghargai, dan mengingatkan; (c) nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri yang meliputi: rasa percaya diri, takut, khawatir, rindu, kesepian, marah, berani, sabar, malu, semangat, ragu, sedih, tanggungjawab, rajin, dan kecewa; (d) nilai moral hubungan manusia dengan alam yang meliputi:menjaga dan melestarikan sumber daya alam, (2) relevansi nilai moralitas pada cerkakdalam majalah Djaka Lodang sebagian ada yang masih relevan dan juga ada yang tidak relevan dengan kehidupan sekarang.
- ItemANALISIS NILAI MORAL LIRIK LAGU ALBUM TITI KALA MANGSA KARYA SUJIWO TEJO(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-29) Sunaryo 112160874Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) nilai-nilai moral lirik lagu album Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo, (2) relevansi nilai-nilai moral lirik lagu album Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo pada masyarakat saat ini Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Subjek penelitian ini adalah album lagu Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo. Objek penelitian ini adalah nilai moral yang terdapat dalam sepuluh lirik lagu Sujiwo Tejo dalam album Titi Kala Mangsa dan relevansinya pada masyarakat saat ini. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan teknik catat. Peneliti sebagai human instrument mencatat nilai-nilai moral yang terdapat di dalam alum Titi Kala Mangsa yang dibantu dengan penggunaan kartu data. Dalam analisis data digunakan metode analisis isi dan metode pembacaan semiotik dengan memahami makna-makna tersurat (heuristik) dan tersirat (hermeneutik) dari lirik lagu dan hasil analisis data dipaparkan menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini adalah: (1) nilai-nilai moral lirik lagu album Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo meliputi: (a) nilai moral yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan: agar manusia selalu mengingat Tuhan dalam kondisi sesibuk apa pun, serta menjaga keseimbangan antara bekerja dan berdoa; (b) nilai moral yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan sesama: keharusan menjaga kerukunan, harus senantiasa menjaga keharmonisan keluarga, senantiasa bekerja sama/gotong royong dan menjaga persaudaraan universal, serta menghargai pendapat orang lain; (c) nilai moral yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan diri sendiri: waspada atas perubahan zaman, menahan ego/nafsu negatif atau angkara murka, menjaga kejujuran, serta hidup sederhana dan tidak serakah; (2) relevansi nilai-nilai moral lirik lagu album Titi Kala Mangsa karya Sujiwo Tejo pada masyarakat saat ini di antaranya adalah nilai religius/ketuhanan yang harus senantiasa dijunjung oleh setiap manusia sebagai hamba Tuhan, nilainilai sosial yang harus dipegang oleh setiap manusia sebagai makhluk sosial yang selamanya akan saling membutuhkan satu dengan lainnya, prinsip kerja keras yang harus menjadi acuan setiap manusia agar terus berkarya dengan sungguhsungguh demi mencapai kesuksesan yang harus diimbangi dengan sandaran vertikal kepada Tuhan, serta nilai demokratis yang mengharuskan setiap orang dapat menghormati pendapat orang lain dan menyadari bahwa perbedaan merupakan hal yang lumrah
- ItemETIKA DAN ESTETIKA TEMBANG DOLANAN BUKU “NI THOWONG” ASUHAN KI HADI SUKATNO(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-29) Widya Yuanita 112160602Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) etika dalam Tembang Dolanan Buku Ni Thowong Asuhan Ki Hadi Sukatno (2) estetika dalam Tembang Dolanan Buku Ni Thowong Asuhan Ki Hadi Sukatno. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa tembang dolanan buku Ni Thowong asuhan Ki Hadi Sukatno sedangkan data penelitian yang digunakan adalah syair tembang yang mengadung etika dan estetika. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang didukung oleh buku acuan sebagai referensi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, dan teknik simak catat. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis atau analisis isi. Teknik penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode informal. Hasil penelitian menunjukkan, (1) hasil analisis etika jawa terdapat: (a) etika keselarasan sebanyak 3 indikator yaitu perhatian kepada orang tua, perduli kepada orang tua dan tata krama berpakaian saat beribadah; (b) etika kebijaksanaan terdapat 3 indikator yaitu selalu memperbaiki diri, taat pada peraturan, dan setia dan perduli kepada kawan. (2) Unsur estetika yang terdapat dalam berupa tembang dolanan buku Ni Thowong asuhan Ki Hadi Sukatno meliputi purwakanthi guru-swara terdapat 15 indikator, purwakanti guru-sastra terdapat 7 indikator, purwakanthi lumaksita terdapat 16 indikator, tembung plutan terdapat 8 indikator, parikan terdapat 1 indikator, pepindhan terdapat 3 indikator, tembung saroja terdapat 3 indikator, tembung entar terdapat 3 indikator, kerata basa terdapat 13 indikator.
- ItemETIKA DAN ESTETIKA LAKON BASUKARNA SANGGIT KI PURBO ASMORO(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-29) Ihsan Mahmud 112160888Panaliten punika nggadhahi ancas kangge ngandharaken nilai etika saha unsur estetika ingkang kaemot wonten salebetipun cariyos ringgit purwa kanthi lampahan Basukarna sanggit Ki Purbo Asmoro. Jinising panaliten punika deskriptif kualitatif. Sumber data wonten ing panaliten punika cariyos wayang Basukarna sanggit Ki Purbo Asmoro ingkang awujud rekaman mp3, wondene dhatanipun awujud ukara-ukara utawi kutipan ingkang wonten gegayutanipun kaliyan unsur etika saha estetika saking lakon wayang kasebat. Instrumen ingkang dipunginakaken inggih punika panaliti piyambak minangka instrumen baken, lajeng kabyantu dening kartu pencatat data, alat tulis, buku-buku, saha media sanesipun. Teknik pengumpulan data ngginakaken teknik observasi inggih punika ngamati ingkang kanthi premati naskah cariyos wayang Basukarna. Sasampunipun dipunsimak lajeng dipunserat wonten ing kertu panyerat. Teknik keabsahan data ngginakaken teknik triangulasi. Dhata wontening panaliten punika dipunanalisis kanthi cara konten analisis, salajengipun penyajian data ngginakaken metode informal ingkang awujud ukara-ukara salebetipun tabel. Asiling analisis awujud kutipan-kutipan naskah lakon Basukarna sanggit Ki Purbo Asmoro. Saking pembahasan data saged dipunpundhut asil inggih punika wonten nilai-nilai etika antawisipun; etika keselarasan sosial ingkang ngemot prinsip hormat lan prinsip kerukunan, gunggungipun sedaya wonten 11 indikator. Etika kebijaksanaan gunggungipun wonten 14 indikator ingkang antawisipun ngemot bab tanggel jawab, rela berkorban, wicaksana, tegas, ngayomi, patuh menapa dene pantang menyerah. Kajawi nilai-nilai etika, ugi wonten unsur estetika basa Jawi inggih punika basa rinengga gunggungipun 16 indikator, purwakanthi gunggungipun 37 indikator, tembung garba gunggungipun 6 indikator, tembung plutan gunggungipun 14 indikator, tembung saroja gunggungipun 16 indikator, dasanama gunggungipun 41 indikator, pepindhan gunggungipun 9 indikator, panyandra gunggungipun 4 indikator, tembung kosok balen gunggungipun 12 indikator, paribasan gunggungipun 5 indikator, bebasan gunggungipun 2 indikator, ingkang pungkasan saloka gunggungipun 2 indikator
- ItemETIKA DAN ESTETIKA TEMBANG DOLANAN BUKU “NI THOWONG” ASUHAN KI HADI SUKATNO(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-02-29) Widya Yuanita 112160602Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) etika dalam Tembang Dolanan Buku Ni Thowong Asuhan Ki Hadi Sukatno (2) estetika dalam Tembang Dolanan Buku Ni Thowong Asuhan Ki Hadi Sukatno. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa tembang dolanan buku Ni Thowong asuhan Ki Hadi Sukatno sedangkan data penelitian yang digunakan adalah syair tembang yang mengadung etika dan estetika. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang didukung oleh buku acuan sebagai referensi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, dan teknik simak catat. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis atau analisis isi. Teknik penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode informal. Hasil penelitian menunjukkan, (1) hasil analisis etika jawa terdapat: (a) etika keselarasan sebanyak 3 indikator yaitu perhatian kepada orang tua, perduli kepada orang tua dan tata krama berpakaian saat beribadah; (b) etika kebijaksanaan terdapat 3 indikator yaitu selalu memperbaiki diri, taat pada peraturan, dan setia dan perduli kepada kawan. (2) Unsur estetika yang terdapat dalam berupa tembang dolanan buku Ni Thowong asuhan Ki Hadi Sukatno meliputi purwakanthi guru-swara terdapat 15 indikator, purwakanti guru-sastra terdapat 7 indikator, purwakanthi lumaksita terdapat 16 indikator, tembung plutan terdapat 8 indikator, parikan terdapat 1 indikator, pepindhan terdapat 3 indikator, tembung saroja terdapat 3 indikator, tembung entar terdapat 3 indikator, kerata basa terdapat 13 indikator
- ItemINTERFERENSI BAHASA INDONESIA BENTUK MORFOLOGI DAN SINTAKSIS DALAM ROMAN BERBAHASA JAWA KADURAKAN ING KIDUL DRINGU KARYA SUPARTO BRATA(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-03-02) Sri Setyo Utami 112160803Dalam penelitian ini ada dua tujuan yang hendak dicapai oleh peneliti. Tujuan tersebut adalah mendeskripsikan bentuk interferensi morfologis dan bentuk interferensi sintaksis dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis yang berwujud tuturan langsung dari tokohtokoh yang terdapat dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. Sumber data yang digunakan adalah roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. Data penelitian yang tercakup dalam penelitian ini adalah kalimat yang mengalami interferensi morfologis dan interferensi sintaksis dalam roman berbahasa Jawa Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Dalam menganalisis data menggunakan metode agih yang dijabarkan lagi dalam teknik ganti dan teknik lesap. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal yang menyajikan data berupa kata-kata bukan angka. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa (1) interferensi bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa bentuk morfologis sebanyak 46 kalimat yang terbagi dalam pola afiksasi sebanyak 38 kalimat yang berupa afiksasi –e, di-/-ake, di-,ber-, di-/-i, -ne, pe-/-an, me-, -an, ke-/-ane, ter-, pola reduplikasi sebanyak 7 kalimat yang terdiri dari bolak-balik, kapan-kapan, rintangan-rintangan, diusirusir, kadhang-kadhang, bisik-bisik, komentar-komentar dan pola kompositum sebanyak 2 kalimat yang berupa kompositum bahaya udhara dan kulit badane (2) interferensi bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa bentuk sintaksis sebanyak 8 kalimat yang terbagi dalam pola kata tugas 1 kalimat yaitu antara liya dan pola konstruksi frase 7 kalimat terdiri dari frase paling
- ItemKAJIAN PSIKOLOGI DALAM NOVEL MENDHUNG KARYA YES ISMIE SURYAATMADJA(PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2016-03-02) Vini Rahmaniar 112160840Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perwatakan tokoh yang terdapat dalam novel Mendhung karya Yes Ismie Suryaatmadja dengan menggunakan metode telaah perwatakan (2) konflik psikis atau batin yang dialami tokoh dalam novel Mendhung karya Yes Ismie Suryaatmadja ditinjau dari teori psikoanalisa kepribadian Sigmund Freud. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak, teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, instrumen tambahan berupa Card Quantion (Kartu Kutipan) dan buku-buku pengkajian sastra yang relevan. Teknik keabsahan data pada skripsi ini menggunakan validitas semantis dan uji kredibilitas dengan kepercayaan terhadap hasil penelitian. Teknik analisis data pada skripsi ini menggunakan teknik content analysis. Teknik penyajian data pada skripsi ini menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini meliputi: (1) wujud perwatakan tokoh: (a) watak para tokoh di antaranya pemarah, bimbang, kasar, sombong, cerewet, egois, kejam, baik hati, penyayang, sabar, ramah, dan tegas, (b) metode telaah perwatakan yang dominan adalah metode telling (metode langsung) dan metode showing (metode tidak langsung) yang didominasi oleh watak pemarah, (c) telaah perwatakan melalui sudut pandang digunakan dalam pengisahan cerita dengan gaya “dia” maha tahu, (d) sedangkan metode telaah perwatakan melalui gaya bahasa menggunakan majas personifikasi; (2) konflik psikis tokoh: (a) konflik psikis atau batin para tokoh diantaranya kekhawatiran, kekecewaan, emosi, kecemasan, pertentangan batin, kepuasan batin, kebencian, kekaguman, dan keputusasaan, (b) wujud konflik psikis di dominasi oleh konflik psikis emosi dan kekecewaan yang sering dialami oleh sistem kepribadian ego para tokoh, (c) dorongan sistem id para tokoh mendorong ego memperlihatkan konflik psikis yang ditunjukkan oleh para tokoh melalui perwatakannya, (d) sistem superego para tokoh mengevaluasi dorongan-dorongan id dari keinginannya supaya tetap mempertimbangkan kualitas etika dan moral. Dalam penelitian ini ditemukan keterkaitan antara perwatakan dengan konflik psikis atau batin yang dialami para tokoh