Pendidikan Matematika
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 523
- ItemPEMBERIAN TEKNIK SCAFFOLDING UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-28) Nisaa Fauziah 102143913Nisaa Fauziah.102143913.“Pemberian Teknik Scaffolding untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa”. Skripsi. Pendidikan Matematika. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik scaffolding yang dapat mengatasi kesulitan belajar siswa berdasarkan dari kesalahan yang dilakukan dalam mengerjakan soal pada materi operasi bentuk aljabar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Setting dalam penelitian ini dilakukan di kelas VIII SMPIT Logaritma Karanganyar Kebumen berbasis pembelajaran di kelas dan di asrama. Dalam penelitian ini subjek yang diambil adalah delapan siswa berdasarkan kesalahan yang sering muncul pada jawaban Ujian Tengah Semester (UTS). Dalam penelitian ini didapatkan bahwa siswa banyak melakukan kesalahan yang berhubungan dengan penggunaan sifat distributif, mengeliminasi bilangan atau variabel yang sama, pemfaktoran bentuk aljabar, dan perhitungan yang kurang tepat. Sehingga untuk mengatasi kesalahan siswa tersebut diberikan teknik scaffolding. Teknik scaffolding yang digunakan untuk mengatasi kesalahan dalam menggunakan sifat distributif berupa explaining dan reviewing, yaitu dengan memberikan contoh kepada siswa dan kemudian siswa meninjau kembali jawabannya. Untuk mengatasi kesalahan siswa dalam mengeliminasi bilangan atau variabel yang sama digunakan teknik scaffolding berupa restructuring dan structural task (scaffolding environmental provisions), yaitu dengan meluruskan pemahaman konsep siswa dan memberi umpan balik melalui tugas terstruktur. Untuk mengatasi kesalahan siswa dalam pemfaktoran bentuk aljabar digunakan scaffolding berupa explaining, reviewing, dan restructuring, yaitu dengan memberikan contoh kemudian siswa meninjau kembali jawabannya kemudian diluruskan pemahaman konsepnya. Kemudian untuk mengatasi kesalahan siswa dalam perhitungan yang kurang tepat digunakan teknik scaffolding berupa reviewing, yaitu siswa meninjau kembali jawabannya. Kata kunci: kesulitan belajar, Aljabar, scaffolding.
- ItemPENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA MATERI FUNGSI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 14 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2014/2015(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-22) Sabdani 082143182Sabdani. 082143182. Penerapan Model Pembelajaran Make a Match Pada Materi Fungsi Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 14 Purworejo Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi. Pendidikan Matematika. FKIP. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah prestasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran ekspositori pada materi fungsi siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian pre experimental design/quasi eksperiment (eksperimen semu). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah populasi sebanyak 192 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 siswa yang terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen tes prestasi belajar matematika. Instrumen tes diujicobakan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk pengambilan data prestasi belajar pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Validitas instrumen tes dilakukan dengan validitas kriterium, dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil tes tersebut dengan kriterium. Reliabilitas tes diuji dengan rumus KR-20. Metode pegumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi yang berupa data nilai matematika pada ujian tengah semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015 dan metode tes untuk data prestasi belajar matematika siswa pada materi fungsi. Uji prasyarat analisis menggunakan statistik uji Lilliefors untuk uji normalitas dan statistik uji Bartlett untuk uji homogenitas. Dengan = 0,05 diperoleh sampel berasal dari populasi berdistribusi normal dan variansinya homogen. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji rata-rata satu pihak yaitu pihak kanan dengan rumus t. Dengan = 0,05 menunjukkan thitung = 2,5854 > 1,6703 = ttabel berarti prestasi belajar siswa pada materi fungsi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match lebih baik dari hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori. Kata Kunci: Prestasi Belajar, Make a Match, Ekspositori.
- ItemEKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN NUMBEREDHEADS TOGETHER (NHT) DAN TAKE AND GIVE TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASIBELAJAR SISWA KELAS VII SMP N 1 SAPURAN TAHUNAJARAN2013/2014(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-14) ROPINGUN MUHLISON 102143794Ropingun Muhlison. Eksperimentasi Model Pembelajaran Numbered Heads Togethers (NHT) dan Take and Give terhadap Prestasi Belajar Matematika ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas VII SMP N 1 Sapuran Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi. Pendidikan Matematika. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah: (1) prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran NHT lebih baik daripada model pembelajaran Take and Give; (2) prestasi belajar matematika siswa dengan motivasi tinggi lebih baik daripada siswa dengan motivasi sedang maupun rendah; (3) interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi siswa. Populasi penelitian yaitu semua siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sapuran Tahun Pelajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket motivasi belajar dan soal tes. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Sebagai tindak lanjut dari analisis variansi dilakukan uji scheffe. Hasil penelitian dengan 𝛼=5% diperoleh nilai 𝐹𝑜𝑏𝑠0T pada masing-masing variabel yaitu (1) 𝐹𝐴 = 5,1 dengan 𝐷𝐾={𝐹|𝐹>4,02} maka 𝐹𝐴∈R DK sehingga 𝐻0𝐴 ditolak, artinya prestasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran NHT lebih baik daripada penerapan model pembelajaran Take and Give,(2) 𝐹𝐵=79,67, dengan 𝐷𝐾={𝐹|𝐹>3,17} maka 𝐹𝐵∈R DK sehingga 𝐻0𝐵 ditolak, artinya siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi belajar sedang maupun rendah dalam prestasi belajar matematika (3) 𝐹𝐴𝐵 = 3,34, dengan 𝐷𝐾={𝐹|𝐹>3,17} maka 𝐹𝐴𝐵∈R DK sehingga 𝐻0𝐴𝐵 ditolak, artinya terdapat interaksi antara penerapan model pembelajaran NHT dan Take and Give dengan perbedaan motivasi siswa terhadap prestasi belajar matematika. Kata-kata kunci: Model pembelajaran, Numbered Heads Togethers (NHT), Take and Give, motivasi. vii viii
- ItemSTUDI KOMPARASI MODEL QUANTUM TEACHING DENGAN MODEL KONVENSIONAL PADA POKOK BAHASAN MENGHITUNG KELILING DAN LUAS BANGUN DATAR DILIHAT DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA KELAS III SD SE-GUGUS SAPTA PESONA KECAMATAN GEBANG TAHUN AJARAN 2013/2014(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-14) Sari Purwaningsih 092143697Sari Purwaningsih. 092143697. Studi Komparasi Model Quantum Teaching dengan Model Konvensional pada Pokok Bahasan Menghitung Keliling dan Luas Bangun Datar Dilihat Dari Kemampuan Awal Siswa Kelas III SD se-Gugus Sapta Pesona Kecamatan Gebang Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi. Pendidikan Matematika. FKIP. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kemampuan awal siswa kelas III SD se-Gugus Sapta Pesona berkorelasi tinggi dengan hasil belajar matematika setelah mereka menggunakan model Quantum Teaching; (2) hasil belajar matematika siswa yang menggunakan model Quantum Teaching lebih baik dibandingkan dengan model konvensional pada pokok bahasan menghitung keliling dan luas bangun datar siswa kelas III SD se-Gugus Sapta Pesona Kecamatan Gebang Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini dilakukan di kelas III A dan III B SD Negeri 01 Seren semester II tahun 2013/2014. Populasi penelitian ini adalah SD se-Gugus Sapta Pesona yang berjumlah 7 SD. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling purposive. Sebagai sampel diambil 51 siswa yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Proses pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan metode tes, sedangkan instumen pengumpulan data menggunakan pretest dan post test yang masing-masing telah memenuhi taraf kesukaran, daya pembeda, validitas, dan reliabilitas. Pengujian prasyarat analisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas variansi populasi, uji korelasi, dan uji homogenitas regresi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji anakova dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan hasil yaitu: (1) Hasil uji korelasi didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,70 > 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan awal siswa memiliki korelasi tinggi terhadap hasil belajar siswa; (2) Hasil uji anakova menunjukkan Fobs = 10,45 sedangkan Ftabel = 4,08 sehingga Fobs ∈ DK maka H0 ditolak dan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas III SD se-Gugus Sapta Pesona pada pokok bahasan menghitung keliling dan luas bangun datar yang menggunakan model Quantum Teaching lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar matematika yang menggunakan model konvensional. Kata Kunci : Quantum Te
- ItemUPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DENGAN PENERAPAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) SISWA KELAS VII SMP PGRI 3 KEPIL TAHUN PELAJARAN 2014/2015(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-06) GINANJAR ADI PUTRA 082143170Ginanjar Adi Putra. 082143170. Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika dengan Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Siswa Kelas VII SMP PGRI 3 Kepil Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi. Pendidikan Matematika. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa kelas VII SMP PGRI 3 Kepil pada materi Himpunan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP PGRI 3 Kepil yang berjumlah 26 siswa. Objek penelitian ini adalah keseluruhan proses dan hasil pembelajaran matematika dengan pendekatan CTL. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan tes. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa mengalami peningkatan setelah menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Rata-rata pemahaman konsep siswa siklus I terhadap siklus II dari rata-rata 59,2 menjadi 72 dengan ketuntasan belajar klasikal siswa 38,46 % pada siklus I meningkat menjadi 65,38 % pada siklus II. Kata kunci: Contextual Teaching and Learning (CTL), pemahaman konsep.