Pendidikan Matematika
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Pendidikan Matematika by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 515
Results Per Page
Sort Options
- Item"Peningkatan Minat Belajar dan Kemampuan Numerasi Siswa Kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Wadaslintang Menggunakan Model Pembelajaran Teams Games Tournament "(Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo, 0029-08-20) Siti RobiyahPenelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan minat belajar dan kemampuan numerasi menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament pada siswa kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Wadaslintang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII.3 SMP Negeri 3 Wadaslintang dengan jumlah 25 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, dan catatan lapangan. Sedangkan instrumen penelitian dalam penelitian ini berupa lembar observasi untuk mengetahui peningkatan minat belajar, tes kemampuan numerasi untuk mengukur kemampuan numerasi peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan minat belajar dan kemampuan numerasi peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament. Peningkatan minat belajar dibuktikan dengan meningkatnya persentase setiap indikator. Pada indikator perasaan senang siklus I sebesar 70% kategori tinggi sedangkan siklus II 80% kategori tinggi. Indikator ketertarikan siklus I sebesar 69% kategori sedang sedangkan siklus II 71% kategori tinggi. Indikator perhatian siklus I sebesar 74% kategori tinggi dan siklus II 80% kategori tinggi. Indikator keterlibatan pada siklus I sebesar 66% kategori sedang dan meningkat menjadi 71% kategori tinggi. Peningkatan kemampuan numerasi peserta didik dapat dilihat dari hasil pengerjaan tes numerasi peserta didik. Pada siklus I, terdapat peserta didik yang tidak menyelesaikan jawaban soal. Ditemukan juga peserta didik yang kurang mampu memahami soal. Sedangkan pada siklus II, peserta didik dapat menyeselesaikan jawaban dengan tepat. Peningkatan terjadi pada rata-rata hasil tes numerasi pada siklus I sebesar 73,16% kategori baik menjadi 81,16% kategori baik. Peningkatan indikator numerasi dari 71,3% kategori baik menjadi 75% kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament dapat meningkatkan minat belajar dan kemampuan numerasi.
- ItemEKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL STAD BERBANTU PERMAINAN KARTU BILANGAN PECAHAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS IV SD SE-GUGUS DIRGANTARA KECAMATAN BENER TAHUN PELAJARAN 2013/2014(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-02) Nuri Nurhayati 092143513Nuri Nurhayati. 092143513. Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Dengan Model STAD Berbantu Permainan Kartu Bilangan Pecahan Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau Dari Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas IV SD Se-Gugus Dirgantara Kecamatan Bener Tahun Pelajaran 2013/2014. Skripsi. Pendidikan Matematika. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) apakah model pembelajaran STAD berbantu PKBP menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada model pembelajaran konvensional; (2) apakah siswa bermotivasi belajar tinggi menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada siswa bermotivasi belajar sedang dan rendah, dan apakah siswa bermotivasi belajar sedang menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada siswa bermotivasi belajar rendah; (3) pada model pembelajaran STAD berbantu PKBP, apakah siswa bermotivasi belajar tinggi menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada siswa bermotivasi belajar sedang dan rendah, dan apakah siswa bermotivasi belajar sedang menghasilkan prestasi belajar yang sama dengan siswa bermotivasi belajar rendah; (4) pada model pembelajaran konvensional, apakah siswa bermotivasi belajar tinggi menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada siswa bermotivasi belajar sedang dan rendah, dan apakah siswa bermotivasi belajar sedang menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada siswa bermotivasi belajar rendah; (5) pada masing-masing kategori motivasi belajar, apakah model pembelajaran STAD berbantu PKBP menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD se-Gugus Dirgantara Kecamatan Bener yang berjumlah 160 siswa. Sampel penelitian berjumlah 51 siswa. Pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data dengan dokumentasi, tes, dan angket dengan skala Likert. Instrumen penelitian telah diuji cobakan dan sudah memenuhi validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) model pembelajaran STAD berbantu PKBP menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada model pembelajaran konvensional; (2) motivasi belajar tinggi menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada motivasi belajar sedang dan rendah, dan motivasi belajar sedang menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada motivasi belajar rendah; (3) pada model pembelajaran STAD berbantu PKBP, motivasi belajar tinggi menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada motivasi belajar sedang dan rendah, dan motivasi belajar sedang menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada motivasi belajar rendah; (4) pada model pembelajaran konvensional, motivasi belajar tinggi menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada motivasi belajar sedang dan rendah, dan motivasi belajar sedang menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada motivasi belajar rendah; (5) pada masing-masing kategori motivasi belajar, model pembelajaran STAD berbantu PKBP menghasilkan prestasi belajar lebih baik daripada model pembelajaran konvensional. Kata kunci: STAD, PKBP, motivasi belajar, dan prestasi belajar
- ItemEKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TURNAMENT (TGT) DAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT)TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA KELAS X SMA N 1 SAPURAN TAHUN AJARAN 2013/2014(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-14) MARGONO WARIS 102143787Margono Waris. Eksperimentasi Model Pembelajaran Team Game Turnament (TGT) dan Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Prestasi Belajar Matematika ditinjau dari Keaktifan Siswa Kelas X SMA N 1 Sapuran Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi. Pendidikan Matematika. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah: (1) prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran TGT lebih baik daripada model pembelajaran NHT; (2) prestasi belajar matematika siswa dengan keaktifan tinggi lebih baik daripada siswa dengan keaktifan sedang maupun rendah; (3) interaksi antara model pembelajaran dengan keaktifan siswa. Populasi penelitian yaitu semua siswa kelas X SMA Negeri 1 Sapuran Tahun Pelajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi, dan tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi keaktifan belajar dan soal tes. Pengujian hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Hasil penelitian dengan 𝛼=5% diperoleh nilai 𝐹𝑜𝑏𝑠 pada masing-masing variabel yaitu (1) 𝐹𝑎 = 4,162 dengan 𝐷𝐾={𝐹|𝐹>4,091} maka 𝐹𝑎∈R DK sehingga 𝐻0𝐴 ditolak, artinya prestasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran TGT lebih baik daripada penerapan model pembelajaran NHT,(2) 𝐹𝑏=28,34, dengan 𝐷𝐾={𝐹|𝐹>3,238} maka 𝐹𝑏∈R DK sehingga 𝐻0𝐵 ditolak, artinya siswa yang memiliki keaktifan belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki keaktifan belajar sedang maupun rendah dalam prestasi belajar matematika (3) 𝐹𝑎𝑏 = 0,056, dengan 𝐷𝐾={𝐹|𝐹>3,238} maka 𝐹𝑎𝑏∉R DK sehingga 𝐻0𝐴𝐵 diterima, artinya tidak ada interaksi antara penerapan model pembelajaran TGT dan NHT dengan perbedaan keaktifan siswa terhadap prestasi belajar matematika. Kata-kata kunci: model pembelajaran, Team Game Turnament (TGT), Numbered Heads Together (NHT), keaktifan.
- ItemPENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED-HEAD TOGETHER (NHT) BERBATUAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS VII-B SMP PGRI BRUNO KABUPATEN PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-21) Handoko Dwi Hartarto 102143977HandokoDwiHartarto. “Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Matematika melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered-Head Together(NHT)berbantuan Alat Peraga pada Siswa Kelas VII-B SMP PGRI Bruno Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014”.Skripsi.PendidikanMatematika.FKIP,UniversitasMuhammadiyahPurwor ejo. 2015 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered-Head Together (NHT)dengan bantuan alat peraga dapat meningkatkankeaktifan dan prestasibelajar matematika kelas VII-B SMP PGRI Bruno Kabupaten Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan dua siklus, setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-B SMP PGRI Bruno yangberjumlah 26 siswa. Data penelitian yang diperoleh dari hasil observasi, dan hasil tes serta dokumentasi.Datahasilpenelitiandianalisissecaradeskriptifkuantitatifuntukhasiltes, sedangkanhasilobservasidianalisissecaradeskriptifkualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keaktifan siswa dengan kriteria minimal baikmengalami peningkatan yaitu pra-siklus presentasenya sebesar 36,34%pada siklus I mencapai 73,08%danpada siklus IImencapai 76,67%. Sedangkan untuk prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan. Untuk prasiklus nilai rata-rata 62,78 dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 30,76%, pada siklus Inilai rata-rata 68,8dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 57,7%meningkat pada siklus II menjadi 77,3dengan presentase ketuntasan belajar sebesar76,9%. Dengan demikian dapatdisimpulkanbahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan bantuan alat peraga dapat meningkatkankeaktifan dan prestasi belajar matematika kelas VII-B SMP PGRI Bruno Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2013/2014. Kata Kunci:NHT,keaktifan,Prestasi Belajar
- ItemPENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 17 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2013/1014(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-21) Sapto Hardianto 102143836Sapto Hardianto. 102143836. “Peningkatan Keaktifan Dan Prestasi Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Snowball Throwing Pada Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 17 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/1014”. Skripsi. Pendidikan Matematika. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran snowball throwing dapat meningkatkan prestasi belajar matematika dan keaktifan siswa kelas VIII B SMP Negeri 17 Purworejo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dengan dua siklus, setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 17 Purworejo semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Data diambil dengan menggunakan tes dan lembar pengamatan. Untuk memperoleh data tentang prestasi belajar matematika tersebut diambil dari tes pada pertemuan terakhir tiap siklus, setiap siklus ada 3 pertemuan. Selain itu juga diambil data tentang keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran kooperatif dengan lembar pengamatan. Indikator keberhasilan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah apabila diperoleh 75% dari siswa mempunyai kriteria keaktifan minimal baik yang diambil dengan menggunakan lembar pengamatan, apabila diperoleh ketuntasan belajar 75% siswa mencapai nilai prestasi belajar KKM 68. Hasil dari penelitian ini setelah dilakukan proses pembelajaran melalui model Snowball Throwing persentase keaktifan belajar siswa pada pra siklus mencapai 40,62%, siklus I mencapai 65,62% dan pada siklus II menjadi 75%. Ketuntasan belajar pada pra siklus ada 12 siswa yang tuntas atau 37,50%, pada siklus I ada 19 siswa yang tuntas atau 59,37% dengan rata-rata nilai kelasnya 65,15, sedangkan pada siklus II yang tuntas ada 25 siswa atau 78,12% dengan rata-rata nilai kelasnya 70,53. Kesimpulan, bahwa penerapan model pembelajaran snowball throwing dapat meningkatkan prestasi belajar matematika dan keaktifan siswa kelas VIII B SMP Negeri 17 Purworejo. Kata Kunci: Snowball Throwing, Keaktifan Siswa, Prestasi belajar
- ItemEKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SEMPOR TAHUN PELAJARAN 2013/2014(Prodi. P.Mat., FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-23) Annas Hanafi 102143849Annas Hanafi. 102143849. Eksperimentasi Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa pada Kelas VII SMP Negeri 1 Sempor Tahun Ajaran 2013/2014. Skripsi. Pendidikan Matematika. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah hasil belajar siswa yang dikenakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih baik daripada hasil belajar yang dikenakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give; (2) apakah siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi menghasilkan hasil belajar matematika yang lebih baik daripada siswa yang mempunyai motivasi belajar sedang dan rendah; (3) apakah ada interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi belajar siswa tehadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu dengan teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes dan angket motivasi belajar siswa yang telah diujicobakan dan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Teknik pengujian hipotesis menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama dengan taraf signifikansi 5% yang sebelumnya telah memenuhi syarat sampel diambil secara acak, independen, normalitas, dan homogenitas. Hasil pengujian dengan anava dua jalan dengan sel tak sama dilanjutkan uji lanjut pasca anava dengan uji Scheffe menunjukan bahwa: (1) , artinya hasil belajar matematika siswa yang dikenakan model pembelajaran TPS lebih baik dari siswa yang dikenakan model pembelajaran Take and Give; (2) , artinya siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi menghasilkan hasil belajar yang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai motivasi belajar sedang dan rendah; (3) , artinya tidak ada interaksi antara model pembelajaran yang digunakan dengan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar matematika. Kata Kunci: TPS, Take and Give, motivasi, hasil belajar, matematika
- ItemEKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN SAVI DAN KONTEKSTUAL PADA POKOK BAHASAN OPERASI HIMPUNAN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP N 11 PURWOREJO TAHUN AJARAN 2014/2015(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-24) Gagih Ewibowo 102143940Gagih Ewibowo. “Eksperimentasi Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Savi dan Kontekstual pada Pokok Bahasan Operasi Himpunan terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP N 11 Purworejo Tahun Ajaran 2014/2015”. Skripsi. Pendidikan Matematika. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika pada materi operasi himpunan dengan pendekatan SAVI akan lebih baik jika dibandingkan dengan pendekatan kontekstual. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 11 Purworejo tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 210 anak yang terdiri dari tujuh kelas A, B, C, D, E, F, dan G. Sampel dalam penelitian ini berjumlah dua kelas yaitu kelas VII C sebagai eksperimen I dengan pendekatan SAVI dan kelas VII D sebagai eksperimen II dengan pendekatan Kontekstual. Pengambilan sampel dengan teknik cluster random sampling. Pendekatan pembelajaran sebagai variabel bebas dan hasil belajar sebagai variabel terikatnya. Instrumen pengumpulan data dengan dokumentasi dan tes yang sudah diujicobakan dan sudah memenuhi validitas dan reliabilitas. Uji prasyarat analisis menggunakan statistik uji Lillifors untuk uji normalitas dan statistik uji Bartlett untuk uji homogenitas. Metode pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji t-student (uji-t). Hasil penelitian dengan α = 0,05 diperoleh sampel berasal dari populasi berdistribusi normal dan variansinya homogen. Dengan rata-rata nilai hasil belajar matematika pada kelas eksperimen I sebesar 76,80 dan pada kelas eksperimen II sebesar 71,73. Setelah dilakukan uji hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa tobs = 1,718, dengan t0.05;58 sebesar 1,645 dan DK = {t|t > 1,645}sehingga tobs > t tabel. Terlihat bahwa tobs termasuk dalam daerah kritik sehingga menyebabkan H0 ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan pendekatan SAVI lebih baik dari pada hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada pokok bahasan operasi himpunan kelas VII SMP N 11 Purworejo tahun ajaran 2014/2015. Kata kunci: SAVI, Kontekstual, hasil belajar
- ItemEKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) DAN SNOWBALL THROWING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATERI SEGITIGA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 9 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-25) NOVIA PUSPITANINGRUM 102143987Novia Puspitaningrum. Eksperimentasi Model Pembelajaran (NHT) Numbered Head Together dan Snowball Throwing Terhadap Prestasi Belajar Materi Segitiga Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/ 2014. Skripsi Pendidikan Matematika. Universitas Muhammadiyah Puworejo. 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran NHT lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Trowing pada materi segitiga siswa kelas VII SMP Negeri 9 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 9 Purworejo tahun pelajaran 2013/ 2014 yang terdiri atas 6 kelas. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik cluster random sampling, sehingga diperoleh dua kelas sebagai sampel, yakni kelas VII D sebagai kelas eksperimen 1 dan VII E sebagai kelas eksperimen 2. Pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi dan tes. Instrumen penelitian berupa tes tertulis berbentuk soal pilihan ganda yang telah diuji dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment, dan reliabilitasnya adalah 0,71 termasuk reliabilitas cukup. Analisis data awal menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan keseimbangan. Sedangkan analisis data akhir menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis yaitu uji t pihak kanan. Dari penelitian diperoleh tobs =1,687. dengan α = 5% maka =1,670 tabel t . Karena obs tabel t > t , maka 0 H ditolak, berarti prestasi belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran NHT lebih baik dibandingkan prestasi belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing pada materi segitiga siswa kelas VII SMP Negeri 9 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014. Kata kunci : NHT, Snowball Throwing, prestasi belajar, segitiga
- ItemMENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI KEDUNGWARU KECAMATAN KARANGSAMBUNG KABUPATEN KEBUMEN MELALUI METODE KONTEKSTUAL TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-25) Suci Nurwati 122140229Suci Nurwati. “Meningkatkan Kreativitas Dan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Kedungwaru Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen Melalui Metode Pembelajaran KontekstualTahun Pelajaran 2013/ 2014”. Skripsi. Pendidikan Matematika. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penetilian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan prsetasi belajar matematika siswa kelas IV SDN Kedungwaru Kebumen tahun pelajaran 2013/2014 pada materi Bangun Ruang dengan menggunakan metode kontekstual. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah 22 siswa kelas IV SD Negeri Kedungwaru, Karangsambung, Kebumen. Objek dalam penelitian ini adalah keseluruhan proses dan hasil belajar matematika khususnya materi bangun datar kubus dan balok. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, angket, dan tes. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi, angket kreativitas siswa dan soal pilihan ganda hasil belajar setiap siklus. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kulitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dan kreativitas belajar siswa di kelas IV Negeri Kedungwaru, Karangsambung, Kebumen. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata nilai siswa belajar pada siklus I yaitu 61,4 dengan presentase ketuntasan 45,5% dan meningkat pada siklus II dengan perolehan rata-rata nilai hasil belajar sebesar 85 dengan presentase ketuntasan 95,5%. Sejalan dengan hasil belajar siswa, kreativitas siswa juga mengalami peningkatan rata-rata kreativitas belajar dengan menggunakan metode kontekstual pada siklus I sebesar 57,7% dan meningkat pada siklus II dengan perolehan rata-rata kreativitas belajar mencapai 71,1%. Hasil observasi juga menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan peningkatan rata-rata hasil observasi pada siklus I sebesar 68,18% dan meningkat pada siklus II dengan perolehan rata-rata observasi belajar mencapai 81,52% Kata kunci: prestasi belajar, kreativitas, metode kontekstual
- ItemPENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA RI,ALISTIK PADA SISWA KELAS V SD NEGERI SIDOREJO TAHUN PELAJARAN 2OI3 I 2OI 4(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-25) 'Icguh l'ebriyanto 092113119Teguh Febrivanto (092f43719). Penilgkatan Keaktilan dan Prestasi Belaj.tr Matenatika Menggnakan Pendelcatan Pendidikan Matemdtika Redlistik Padd Siswa Kelas l/ SD Negeri Sidorejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Skripsi. Pendidikarl Matematika. FKIP. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Tujuan penelitian ini adalah: Mengetaiui apakah penggutaan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar natematika siswa kelas V SD Neged Sidorejo Tahun pelajaran 20i 3/201,1. Pendekatan pendidikan matcmatika realistik ini diterapkan pada matei bangun datar dan bangun rrang. Jenis penelitian yal1g digurukan dalam penelitian adalah Penciitiar Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan daLun 2 siklus yang masingnasing siklus terdiri dari perencanaatr! tildakan, pengamatan. dan relleksi. PcDelitial id dilakukan di SD Negeri Sidorejo siswa kelas V semester II tahun ajaran 2013/2014 yarg berjunlah 2,1 siswa. Teknik pcngumpulan data me[ggunakan 2 metodc, yaitu metode obseNasi ya[g berpedoman pqda lembar observasi dan Detode tes evaluasi yang dilakukan pada aldrir setiap siklus. Soal yang digunakan berupa soal essay yang be{umlah 8 buah soal. Validasi inshunen diuji menggunakan validasi isi- Data awal diambil dari nilai ulangan pada pokok bahasar sebelulnnya. Setelah data teltumpul, data dianalisis dengan melggunakan rumus remta dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan prestasr belajar siswa. Keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika mengalami peningkatan setelah dilaksanakan pembelajaran melggunakan perdekatan pendidikan matematika realistik yaitu 45% pada pra siklus menjadi 62,5yo pada siklus I dan 79% pada siklus ll dari banyaknya siswa dengan kriter-ia rninimal baik. Sedangkan prestasi belajar matematika siswa setelah dilaksanakan pencrapan pembelajaran menggunakan pendckatan pendidikan matematika realistik mengalami peningkatan jumlah siswa yang mcncapai kiteria ketuntasan minimum 65 yaitu 42olo pada pra siklus menjadi 79,17% pada siklus I dan 91,67% pada siklus II. Kata Kunci : Keat(tifan, prestasi belaiar, Pendidikan Matcmatika Realistik
- ItemUPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY BERBANTUAN ALAT PERAGA MANIPULATIF PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 PURWOREJO TAHUNPELAJARAN 2013/2014(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-02-25) Rafika Silviana Putri 102143793Rafika Silviana Putri. 102143793. Upaya Peningkatan Minat Belajar Matematika dengan Model Pembelajaran Course Review Horay Berbantuan Alat Peraga Manipulatif Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Skripsi. Pendidikan Matematika. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat belajar matematika siswa kelas VII G SMP Negeri 4 Purworejo setelah mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Course Review Horay berbantuan alat peraga manipulatif. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus memuat perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII G semester II SMP Negeri 4 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014 sejumlah 32 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, angket, dan tes. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi, angket, dan soal tes yang berupa pilihan ganda. Teknis analisis data yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif dengan persentase. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan minat belajar matematika dan prestasi belajar matematika menggunakan model pembelajaran Course Review Horay berbantuan alat peraga manipulatif pada siswa kelas VII G SMP Negeri Negeri 4 Purworejo. Hal ini ditunjukkan dari persentase hasil observasi minat belajar matematika siswa kelas VII G sebesar 62,34% pada siklus I, meningkat menjadi 75,94% pada siklus II. Berdasarkan hasil angket juga terjadi peningkatan dari 70,08% pada siklus I menjadi 75,20% pada siklus II. Pada pra siklus diperoleh persentase ketuntasan belajar klasikal siswa kelas VII G sebesar 18,75% dengan rerata nilai 57,8, meningkat menjadi 56,25% dengan rerata nilai 62,28 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 75% dengan rerata 73,44 pada siklus II. Kata kunci : Minat belajar, Course Review Horay, Alat peraga manipulatif.
- Item“ Eksperimentasi Model Pembelajaran CRH dan MMP terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII MTs AL-AZHAR Kalijaya Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015(Prodi. P.Mat., FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-02) Ardian Fahrizal Fahmi. 102144006Ardian Fahrizal Fahmi. 102144006. “ Eksperimentasi Model Pembelajaran CRH dan MMP terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII MTs AL-AZHAR Kalijaya Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015”. Skripsi. Pendidikan Matematika. FKIP. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika yang pembelajaranya menggunakan model CRH lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang pembelajarannya menggunakan model MMP berkaitan dengan materi persamaan garis lurus pada siswa kelas VIII MTs AL-AZHAR Kalijaya Kebumen tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII MTs AL-AZHAR Kalijaya Kebumen tahun pelajaran 2014/2015 yang terdiri dari 4 kelas. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII C yang pembelajarannya menggunakan model CRH dan kelas VIII D yang pembelajarannya menggunakan model MMP. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan metode tes. Sebelum dilakukan pembelajaran, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dengan uji Lilliefors, uji homogenitas dengan uji Bartlett dan uji keseimbangan dengan uji t. Setelah pembelajaran dilakukan uji hipotesis dengan statistik uji t pihak kanan dengan α = 0,05 yang sebelumnya diberlakukan uji normalitas dengan uji Lilliefors dan uji homogenitas dengan uji Barlett. Hasil dari analisis uji hipotesis dengan α = 0,05 menghasilkan tobs = 1,718, ttabel = t(0,05;50) = 1,676 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima karena tobs > ttabel. Kesimpulannya yaitu prestasi belajar yang pembelajarannya menggunakan model CRH lebih baik daripada prestasi belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan model MMP berkaitan dengan materi persamaan garis lurus pada siswa kelas VIII MTs AL-AZHAR Kalijaya Kebumen tahun pelajaran 2014/2015. Kata-kata kunci : CRH, MMP, prestasi belajar matematika
- ItemPenerapan Model STAD Dikombinasikan dengan Model ICM untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII B SMP N 1 Puring Tahun Pelajaran 2013/2014(Prodi. P.Mat., FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-02) Agus Sujarwo. 102144045Agus Sujarwo. 102144045. Penerapan Model STAD Dikombinasikan dengan Model ICM untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII B SMP N 1 Puring Tahun Pelajaran 2013/2014. Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatan motivasi belajar matematika siswa kelas VIII B SMP N 1 Puring dengan model pembelajaran model STAD dikombinasikan dengan model ICM pada SMP Negeri 1 Puring tahun pelajaran 2013/2014. Model pembelajaran yang dipakai adalah model STAD dan model ICM. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus.Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi untuk mengukur motivasi belajar siswa, dan tes essay untuk mengukur prestasi siswa. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi motivasi terhadap pembelajaran matematika dengan penerapan model STAD yang dikombinasikan dengan model ICM , dan soal tes evaluasi yang berbentuk soal uraian dalam materi kubus dan balok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP N 1 Puring mengalami peningkatan setelah mengikuti pembelajaran dengan penerapan model STAD dikombinasikan dengan model ICM. Hal ini ditunjukkan dengan motivasi siswa yang sudah memenuhi indikator-indikator motivasi dan peningkatan tersebut juga ditunjukkan dengan rerata persentase motivasi belajar siswa yang mengalami peningkatan dari 57,03% pada pra siklus, menjadi 62,69% pada siklus I, dan 72,26% pada siklus II. Sedangkan untuk prestasi belajar siswa, rerata nilai mengalami peningkatan dari 66,78 pada pra siklus menjadi 70,62 pada siklus I, dan pada siklus II menjadi 77,94. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model STAD dikombinasikan dengan model ICM dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP N 1 Puring tahun pelajaran 2013/ 2014. Kata Kunci : STAD, ICM, dan motivasi.
- ItemEksperimentasi Model Pembelajaran Pair Check dan Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Siswa Kelas VIII MT’s Ma’arif NU Kemiri Tahun Pelajaran 2014/2015.(Prodi. P.Mat., FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-05) Amat Sugiyantoko 092143542Amat Sugiyantoko. 092143542. Eksperimentasi Model Pembelajaran Pair Check dan Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Siswa Kelas VIII MT’s Ma’arif NU Kemiri Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Pair Check lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada materi sistem persamaan linear dua variabel pada siswa kelas VIII MTs Ma’arif NU Kemiri tahun pelajaran 2014/2015. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Ma’arif NU Kemiri tahun pelajaran 2014/2015 yang terdiri dari 4 kelas VIII A, B, C, dan D. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 2 kelas yang terdiri kelas VIII C sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas VIII D sebagai kelas eksperimen 2. Pengambilan data menggunakan tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda. Sebelum diujikan, tes uji coba sudah diujicobakan dan memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Pengujian hipotesis menggunakan uji rataan t pihak kanan. Uji prasyarat menggunakan uji normalitas dengan metode Liliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Barlett pada taraf signifikansi 0,05. Data setelah perlakuan, diperoleh rataan nilai kelas eksperimen 1 adalah 76,528 dan nilai rataan kelas eksperimen 2 adalah 71,528. Uji hipotesis menggunakan uji t diperoleh =1,772 sedangkan =1,645 sehingga > . Oleh karena itu sehingga ditolak. Hal ini mengakibatkan diterima. Jadi, hasil belajar matematika menggunakan model pembelajaran Pair Check lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar smatematika menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) materi sistem persamaan linear dua variabel pada siswa kelas VIII MTs Ma’arif NU Kemiri tahun pelajaran 2014/2015. Kata kunci : Pair Check, Think Pair Share, hasil belajar.
- ItemPENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING DISERTAI DENGAN PEMBERIAN REWARD UNTUK PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS IX C MTs MIFTAHUL HUDA MANGUNRANAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-05) Mabarrun 102144023Mabarrun. 102144023. Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Disertai Dengan Pemberian Reward Untuk Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa Kelas IX C MTs Miftahul Huda Mangunranan Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi. Pendidikan Matematika. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa melalui model pembelajaran Snowball Throwing disertai dengan pemberian reward pada siswa kelas IX C MTs Miftahul Huda Mangunranan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masingmasing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Masing-masing siklus terdiri dari 3 pertemuan dengan pertemuan terakhir tes. Penelitian ini dilakukan di MTs Miftahul Huda Mangunranan tahun pelajaran 2014/2015 di kelas IX C dengan jumlah siswa 29 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan 2 metode yaitu metode observasi dan metode tes. Setelah data terkumpul, data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase dan rumus ratarata kemudian hasilnya dideskripsikan. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa rata-rata persentase keaktifan siswa pada siklus I sebesar 69% dan meningkat pada siklus II menjadi 84,5%. Persentase keaktifan siswa pada siklus II sudah mencapai indikator yang ditentukan yaitu minimal 70%. Sedangkan prestasi belajar siswa sudah meningkat dibanding sebelum tindakan, yaitu pada siklus I ketuntasan belajar mencapai 59% dengan rata-rata 64,8 kemudian pada siklus II sudah mencapai 79% dengan ratarata 73,9, sehingga target ketuntasan belajar yang ditentukan minimal 70% siswa mencapai KKM sudah tercapai. Jadi dengan model pembelajaran Snowball Throwing disertai dengan pemberian reward dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar matematika siswa di kelas IX C MTs Miftahul Huda Mangunranan tahun pelajaran 2014/2015. Kata kunci: Snowball Throwing, reward, Keaktifan, Dan Prestasi Belajar
- ItemEKSPERIMENTASI METODE PEMBELAJARAN QSH DAN MODEL PEMBELAJARAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI PERBANDINGAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 26 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-05) Kanthy Pulungsari 092143637Kanthy Pulungsari. 092143637. Eksperimentasi Metode Pembelajaran QSH Dan Model Pembelajaran TGT Terhadap Hasil Belajar Pada Materi Perbandingan Kelas VII SMP Negeri 26 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah metode pembelajaran Question Student Have (QSH) memberikan hasil belajar lebih baik daripada model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada materi perbandingan. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 26 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014, sedangkan sampelnya adalah satu kelas sebagai kelas eksperimen I dan satu kelas sebagai kelas eksperimen II. Teknik sampling penelitian ini adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang terdiri dari 17 soal. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji normalitas Lilliefors, uji homogenitas dengan metode Bartlett, uji hipotesis dengan uji t pihak kanan. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis dengan uji t berdasarkan perhitungan hasil penelitian diperoleh 2,148 dan ,; 1,645 dengan DK = {t | t 1,645 Kriteria pengujian diterima jika dan tidak berada didaerah kritik. Karena pada penelitian ini dan berada didaerah kritik maka diterima dan ditolak. Sehingga dapat diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar matematika menggunakan model pembelajaran QSH lebih baik dari pada menggunakan model pembelajaran TGT Kata kunci: QSH, TGT, Hasil Belajar
- ItemPENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI KEPATIHAN PURWOREJO DENGAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNINGTIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) TAHUN AJARAN 2013/2014(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-05) Nugraha Prastomo 092143669Nugraha Prastomo.092143660.Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Kepatihan Purworejo dengan Metode PembelajaranCooperative Learning Tipe NHT (Numbered Head Togther). Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purworejo.2015. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi, angket, dan tes. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi motivasi terhadap pembelajaran matematika denganMetode PembelajaranCooperative Learning Tipe NHT, angketmotivasi terhadap Metode PembelajaranCooperative Learning Tipe NHTdan soal tes yang terdiri dari 5 soal uraian dalam materi perbandingan, teknik analisis data adalah deskriptif persentase, dan rerata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Kepatihan Purworejomengalami peningkatan setelah mengikutipembelajaran dengan Metode PembelajaranCooperative Learning Tipe NHT. Hal ini ditunjukkan dengan rerata persentase motivasi belajar siswa yang mengalami peningkatan dari67,60%pada pra siklus, menjadi 71,70%pada siklus I, dan 76,66%pada siklus II. Sedangkan untuk prestasi belajar siswa, rerata nilai mengalami peningkatandari71,25 pada pra siklus menjadi 76,25pada siklus I, dan pada siklus II menjadi 87,68. Kata kunci:Cooperative Learning Tipe NHT (Numbered Head Togther),motivasi, dan prestasi belajar. viii
- Item“Eksperimen Model Pembelajaran Kooperatif Tipe AIR pada Materi Relasi dan Fungsi terhadap Prestasi Belajar di SMK Ma’arif 9 Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015(Prodi. P.Mat., FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-06) Akhmad SyarifAkhmad Syarif. “Eksperimen Model Pembelajaran Kooperatif Tipe AIR pada Materi Relasi dan Fungsi terhadap Prestasi Belajar di SMK Ma’arif 9 Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015”. Skripsi. Pendidikan Matematika. FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa pada kompetensi relasi dan fungsi dengan model pembelajaran AIR akan lebih baik jika dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Metode penelitian ini adalah quasi experiment (eksperimen semu). Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X SMK Ma’arif 9 Kebumen. Sampel penelitian ini yaitu kelas X OT 1 dan kelas X OT 3, dengan tingkat kesalahan 5%, ditentukan menggunakan Cluster Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan tes uraian dengan jumlah 5 soal yang masing-masing soal telah diuji cobakan dan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Uji prasyarat analisis terdiri dari uji normalitas dengan metode Liliefors dan uji homogenitas variansi dengan Uji Barlet. Uji hipotesis menggunakan Uji t ekor kanan. Berdasarkan uji beda rata-rata (uji pihak kanan) dengan n1 = 34, n2 = 34, dan taraf signifikansi 5%, diperoleh |thitung| = 0,58 dengan nilai tabel t0,05;68 sebesar 1,667, dengan DK = { t|t > 1,667 }. Karena thitung bukan anggota daerah kritik, diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran AIR memberikan prestasi belajar yang tidak lebih baik dari model pembelajaran konvensional/Ho diterima. Kata kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe AIR(Auditory, Intellectually, Repetity), Prestasi belajar.
- Itempembelajaran matematika melalui model pembelajaran berbasis Joyfull Learning berbantuan LKS Terstruktur dapat meningkatkan keaktifan siswa(Prodi. PMat, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-11) Fajar Rikautamaning Putri 102143779belajar matematika akan lebih menarik jika dibawakan dengan model menyenangkan (Joyfull Learning). Joyfull Learning menggunakan proses pembelajaran yang diaplikasi kepada siswa dengan menggunakan pendekatan riang melalui game, kuis, dan aktivitas-aktivitas fisik lain. Joyfull learning menggunakan pendekatan-pendekatan permainan, rekreasi, dan menarik minat yang menimbulkan perasaan senang, segar, aktif, dan kreatif yang sangat dibutuhkan untuk mereduksi kebosanan dan ketegangan belajar yang hari demi hari dialami siswa. Pembelajaran 4 menyenangkan atau Joyful Learning diterapkan dan dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran dengan metode ceramah dinilai kurang menarik bagi para siswa sehingga berakibat kurang optimalnya penguasaan materi bagi siswa. Pembelajaran menyenangkan dibuat seolah-olah siswa sedang bermain dalam hal ini dengan menggunakan metode kuis atau dapat juga dengan metode yang lain serta dalam penyampaian diberi gambar-gambar atau animasi yang dapat membuat siswa menjadi tertarik dan senang dengan pembelajaran.
- Item“Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Menggunakan Model TAI (Team Assisted Individualization) dan STAD (Student Team Achievement Division) Materi Himpunan Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ambal Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2014/ 2015(Prodi. P.Mat., FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2015-03-18) Agus WaluyoAgus Waluyo. “Eksperimentasi Pembelajaran Matematika Menggunakan Model TAI (Team Assisted Individualization) dan STAD (Student Team Achievement Division) Materi Himpunan Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ambal Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2014/ 2015”. Skripsi. Pendidikan Matematika. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2015 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa pada materi himpunan dengan model pembelajaran TAI lebih baik jika dibandingkan dengan model STAD. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ambal tahun pelajaran 2014/ 2015. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Cluster Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen I yang berjumlah 29 siswa dan siswa kelas VII B sebagai kelas eksperimen II yang berjumlah 29 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah soal tes belajar matematika. Sebelum digunakan untuk pengambilan data instrumen diuji cobakan terlebih dahulu. Validitas instrumen tes dihitung dengan rumus korelasi product moment dengan angka kasar dan reliabilitas tes dihitung dengan rumus KR-20. Uji prasyarat analisis menggunakan uji Lilliefors untuk uji normalitas, uji bartlett untuk uji homogenitas dan Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t-student Dengan = 0,05. Dari data prestasi belajar tersebut dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas variansi. Dengan α ൌ 0,05 diperoleh kedua kelompok tersebut normal dan homogen. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji . Dengan α ൌ 0,05 menunjukkan t୭ୠୱ ൌ 2,107 1,645 ൌ t୲ୟୠୣ୪ sehingga H ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa pada materi himpunan dengan model pembelajaran TAI lebih baik jika dibandingkan dengan model STAD. Kata kunci: TAI, STAD, prestasi belajar.