Teknologi Informasi
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Teknologi Informasi by Title
Now showing 1 - 20 of 84
Results Per Page
Sort Options
- ItemABSTRAK PENERAPAN METODE SAW (SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING) PADA SELEKSI CALON KANDIDAT KETUA HIMATEKNO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO(PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2023-01-23) Dian FebriantoSistem kepemimpinan ketua HIMATEKNO (Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi) akan sangat bepengaruh terhadap kemajuan kegiatan mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Purworejo. Proses seleksi untuk mendapatkan calon ketua HIMATEKNO yang berkualitas bukanlah hal yang mudah, diperlukan penyeleksian yang ketat dalam pemilihan seorang calon ketua HIMATEKNO yang mampu membawa keberhasilan kegiatan kemahasiswaan. Proses seleksi yang berjalan saat ini masih menggunakan cara konvensional sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai tujuan seleksi. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu sistem yang mampu membantu proses seleksi calon ketua HIMATEKNO lebih efektif dan efisien. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dibangun sistem pendukung keputusan calon ketua HIMATEKNO Universitas Muhammadiyah purworejo dengan metode SAW (Simple Additive Weighting). Penelitian diawali dengan analisis dan pengumpulan data, perancangan sistem, implementasi dan pengujian sistem. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan menyimpulkan bahwa perhitungan metode SAW pada sistem dengan perhitungan manual metode SAW mendapatkan hasil akhir yang sama
- ItemAnalisis Kualiatas E-Learning MAN 1 Kebumen Menggunakan Metode Webqual 4.0 dan Importance Peformance Analisi (IPA)(Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-07-26) Masnu Ahmad MubaroqE-learning MAN 1 Kebumen merupakan sebuah platform pembelajaran elearning yang berbasis website. E-learning MAN 1 Kebumen dikembangkan untuk mengakomodasi pembelajaran daring selama PSBB Covid-19 di MAN 1 Kebumen. Setelah beberapa tahun digunakan madrasah perlu menguji sejauh mana kualitas layanan e-learning guna mempertahankan kualitas layanan yang memuaskan pengguna dan kemudian perbaikan serta pengembangan e-learning dapat dilakukan. Langkah pertama perbaikan tentu menentukan hal-hal yang akan diperbaiki, dengan menilai kualitas e-learning maka dapat ditemukan fitur dan fungsi yang menjadi kelemahan e-learning yang akan menjadi fokus perbaikan. Kemudian menentukan prioritas perbaikannya guna memutuskan fitur apa yang perlu disegerakan perbaikannya. E-learning MAN 1 Kebumen adalah e-learning berbasis website maka proses analisis kualitasnya menggunakan Metode Webqual 4.0. Sebuah metode yang menilai kualitas website berdasarkan dimensi usability, information dan service interaction website tersebut. Kualitas e-learning akan ditentukan dengan menghitung nilai Webqual Index (WQI) dan dibandingkan dengan tabel interpretasi. Guna mementukan urutan prioritas perbaikan E-learning MAN 1 Kebumen maka digunakan metode Importance Performance Analisys (IPA) dengan cara membandingkan data importance (harapan pengguna) dengan data performance (kinerja e-learning) dalam bentuk diagram kartesius yang terbagi dalam 4 kuadran. Nilai WQI keseluruhan dari 176 responden pada dimensi usability quality, information quality dan service interaction quality yaitu 0,77 dan berada pada interval 0,60-0,79 maka kualitas E-learning MAN 1 Kebumen dikategorikan berkualitas “Baik”. Hasil uji Importance Performance Analisys menunjukan prioritas utama perbaikan berada di kuadran I yakni pada sub dimensi usability quality dan service interaction quality dengan kriteria tingkat importance (harapan pengguna) yang tinggi namun tingkat performance (kinerja) aktual rendah sehingga diutamakan perbaikannya.
- ItemANALISIS KUALITAS E-LEARNING MAN 1 KEBUMEN MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL 4.0(Prodi. Teknologi Informasi Fak. Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-07-26) Masnu Ahmad MubaroqANALISIS KUALITAS E-LEARNING MAN 1 KEBUMEN MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL 4.0 Masnu Ahmad Mubaroq 172520003, masnuahmad23@gmail.com E-learning MAN 1 Kebumen merupakan sebuah platform pembelajaran e learning yang berbasis website. E-learning MAN 1 Kebumen dikembangkan untuk mengakomodasi pembelajaran daring selama PSBB Covid-19 di MAN 1 Kebumen. Setelah beberapa tahun digunakan madrasah perlu menguji sejauh mana kualitas layanan e-learning guna mempertahankan kualitas layanan yang memuaskan pengguna dan kemudian perbaikan serta pengembangan e-learning dapat dilakukan. Langkah pertama perbaikan tentu menentukan hal-hal yang akan diperbaiki, dengan menilai kualitas e-learning maka dapat ditemukan fitur dan fungsi yang menjadi kelemahan e-learning yang akan menjadi fokus perbaikan. Kemudian menentukan prioritas perbaikannya guna memutuskan fitur apa yang perlu disegerakan perbaikannya. E-learning MAN 1 Kebumen adalah e-learning berbasis website maka proses analisis kualitasnya menggunakan Metode Webqual 4.0. Sebuah metode yang menilai kualitas website berdasarkan dimensi usability, information dan service interaction website tersebut. Kualitas e-learning akan ditentukan dengan menghitung nilai Webqual Index (WQI) dan dibandingkan dengan tabel interpretasi. Guna mementukan urutan prioritas perbaikan E-learning MAN 1 Kebumen maka digunakan metode Importance Performance Analisys (IPA) dengan cara membandingkan data importance (harapan pengguna) dengan data performance (kinerja e-learning) dalam bentuk diagram kartesius yang terbagi dalam 4 kuadran. Nilai WQI keseluruhan dari 176 responden pada dimensi usability quality, information quality dan service interaction quality yaitu 0,77 dan berada pada interval 0,60-0,79 maka kualitas E-learning MAN 1 Kebumen dikategorikan berkualitas “Baik”. Hasil uji Importance Performance Analisys menunjukan prioritas utama perbaikan berada di kuadran I yakni pada sub dimensi usability quality dan service interaction quality dengan kriteria tingkat importance (harapan pengguna) yang tinggi namun tingkat performance (kinerja) aktual rendah sehingga diutamakan perbaikannya. Kata kunci: Kualitas, Website, E-learning, Webqual 4.0, Importance Performance Analysis
- ItemANALISIS KUALITAS WEBSITE DESA KRANDEGAN TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA DENGAN METODE WEBQUAL 4.0 DAN END-USER COMPUTING SATISFACTION(Program Studi Teknik Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-17) RENDY NUR FIRMANSYAHWebsite Desa Krandegan berfungsi sebagai platform digital utama untuk penyebaran informasi dan penyediaan layanan bagi masyarakat. Mengingat perannya yang krusial, tingkat kepuasan pengguna menjadi tolok ukur penting dalam menentukan keberhasilan dan efektivitas website tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dianggap penting karena bertujuan untuk mengidentifikasi secara spesifik faktor-faktor kualitas mana yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pengguna, sehingga upaya pengembangan dan perbaikan website dapat dilakukan secara lebih terarah dan efisien. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan mengintegrasikan dua model, yaitu Webqual 4.0 dan End-User Computing Satisfaction (EUCS). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 70 responden. Variabel independen yang diuji adalah Usability, Information Quality, dan Service Interaction Quality yang berasal dari Webqual 4.0, serta penambahan variabel Timeliness dari model EUCS. Seluruh variabel tersebut diuji pengaruhnya terhadap variabel dependen, yaitu User Satisfaction. Analisis data menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil analisis menunjukkan bahwa model penelitian ini sangat kuat, mampu menjelaskan 92,9% (R2 = 0,929) variasi dalam kepuasan pengguna. Dari empat hipotesis yang diajukan, dua diantaranya terbukti signifikan. Variabel Usability Quality (kualitas kegunaan) dengan nilai β = 0,385 dan Timeliness (ketepatan waktu) dengan nilai β = 0,578, terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna. Sebaliknya, variabel Information Quality dan Service Interaction Quality tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemudahan penggunaan dan aktualitas informasi adalah faktor kunci yang harus diprioritaskan oleh pengelola untuk meningkatkan kepuasan pengguna Website Desa Krandegan.
- ItemANALISIS KUALITAS WEBSITE E-LEARNING MAN PURWOREJO MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL 4.0 DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA)(Program Studi Teknik Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-17) DINDA FAJRIN ROSELINDAMAN Purworejo telah memanfaatkan e-learning sebagai media pembelajaran daring, namun masih ditemukan kendala seperti tampilan antarmuka yang kurang menarik dan keterbatasan fitur interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas layanan e-learning menggunakan metode Webqual 4.0 dengan tiga dimensi utama, yaitu usability quality, information quality, dan service interaction quality, serta indikator tambahan yaitu overall impression. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 70 responden. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan aplikasi SPSS versi 27 dengan uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, perhitungan gap antara harapan dan kinerja, serta pemetaan ke dalam kuadran Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: usability quality memiliki nilai WQI sebesar 4,76 dengan gap -0,05, information quality memiliki WQI sebesar 4,10 dengan gap 0,18, dan service interaction quality memiliki WQI sebesar 4,30 dengan gap 0,32. Secara keseluruhan, e-learning MAN Purworejo memiliki nilai WQI sebesar 0,82 yang termasuk dalam kategori berkualitas baik, yaitu mampu memberikan layanan yang mudah digunakan, informasi yang cukup relevan, serta interaksi layanan yang cukup baik. Meskipun, masih terdapat kesenjangan (gap) antara harapan dan persepsi pengguna, khususnya pada aspek informasi dan interaksi, yang perlu diperhatikan untuk peningkatan kualitas layanan secara bertahap. Beberapa indikator berada pada kuadran I yang perlu menjadi prioritas perbaikan. Hasil ini dapat menjadi acuan pengembangan e-learning di MAN Purworejo agar lebih optimal
- ItemANALISIS MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN METODE SIMPLE QUEUE PADA SISTEM JARINGAN INTERNET DROPSHIP DI DFS MANAGEMENT(Program Studi Teknik Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-08-25) SETIYANDY ARBANANTOPada dunia bisnis digital saat ini, kecepatan dan kestabilan jaringan internet sangat penting untuk mendukung aktivitas operasional, terutama di tempat dropship yang mengandalkan koneksi internet yang stabil dan merata. Permasalahan yang sering muncul, seperti kemacetan jaringan, kecepatan internet yang tidak konsisten, dan penggunaan bandwidth yang tidak terkendali, menyebabkan produktivitas terganggu dan pengalaman pengguna menurun. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang mampu membagi bandwidth secara adil dan otomatis sesuai kebutuhan pengguna melalui penggunaan metode Simple Queue. Dalam penerapan manajemen bandwidth menggunakan metode Simple Queue dan meggunakan software aplikasi Winbox. Penelitian melakukan pengujian pada berbagai kondisi kondisi penggunaan jaringan seperti aktivitas sehari-hari untuk live streaming, dan pengunduhan file besar secara bersamaan untuk memastikan efektivitas pengaturan bandwidth yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen bandwidth secara signifikan meningkatkan kestabilan dan efisiensi jaringan di tempat Dropship DFS Management. Distribusi bandwidth menjadi lebih adil dan terkendali, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan kecepatan akses internet, baik saat aktivitas sehari-hari untuk live streaming maupun saat penggunaan secara bersamaan. Penggunaan teknologi ini mampu memberikan layanan internet yang lebih stabil, merata, dan optimal, mendukung kegiatan operasional yang lebih produktif dan efektif.
- ItemANALISIS SENAYAN LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM PADA PERPUSTAKAAN SMK TI KARTIKA CENDEKIA MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY READINESS ACCEPTANCE MODEL(Program Studi Teknik Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-17) Rizal Ma’arifPerpustakaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) TI Kartika Cendekia, seperti halnya banyak perpustakaan sekolah lainnya di Indonesia, masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan koleksi, katalogisasi, dan sirkulasi buku. Banyak perpustakaan yang masih menggunakan sistem manual, sehingga efisiensi dan kualitas layanan menjadi kurang optimal. Salah satu upaya modernisasi perpustakaan adalah dengan menerapkan sistem otomasi seperti Senayan Library Management System (SLiMS). Namun, implementasi SLiMS sering mengalami hambatan, seperti kurangnya pelatihan, latar belakang staf yang beragam, serta rendahnya tingkat kesiapan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan dan penerimaan pengguna terhadap penggunaan SLiMS di Perpustakaan SMK TI Kartika Cendekia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM) untuk mengukur kesiapan dan penerimaan teknologi, serta SmartPLS untuk menganalisis hubungan antar variabel dalam model struktural dan menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan dan penerimaan siswa terhadap penggunaan SLiMS berada pada angka 3,438 yang termasuk dalam kategori “sedang”. Temuan ini menunjukkan perlunya strategi peningkatan kapasitas pengguna melalui pelatihan dan pendampingan agar implementasi sistem SLiMS dapat berjalan lebih optimal
- ItemANALISIS SENTIMEN CALON GUBERNUR JAWA TENGAH PERIODE 2024-2029 MENGGUNAKAN METODE NAÏVE BAYES(Program Studi Teknik Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-16) MARTIN NUH HANANMedia sosial X (sebelumnya Twitter) telah menjadi ruang publik yang memungkinkan masyarakat menyampaikan opini secara terbuka, termasuk dalam konteks pemilihan kepala daerah. Opini-opini ini dapat diolah menjadi informasi bermanfaat bagi pihak terkait dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen masyarakat terhadap calon Gubernur Jawa Tengah periode 2024–2029 dengan menggunakan metode Naïve Bayes. Data dikumpulkan melalui proses crawling di media sosial X menggunakan Tweet-Harvest dengan kata kunci yang relevan. Setelah itu, data diproses melalui tahapan cleaning, case folding, normalisasi, stopword removal, tokenisasi, dan stemming. Pelabelan data dilakukan secara otomatis menggunakan pustaka TextBlob untuk mengklasifikasikan sentimen positif, negatif, dan netral. Metode Naïve Bayes dipilih karena kemampuannya dalam mengklasifikasikan text secara efektif. Hasil pengujian menunjukkan akurasi model sebesar 90,28% untuk Andika Perkasa dan 84,51% untuk Ahmad Luthfi pada rasio data latih dan uji 90:10. Dari total 452 data, Andika Perkasa memperoleh 350 sentimen positif, sedikit lebih banyak dibandingkan Ahmad Luthfi dengan 336. Temuan ini mencerminkan persepsi publik yang cenderung positif terhadap kedua calon, dengan keunggulan tipis pada Andika Perkasa
- ItemANALISIS TINGKAT KESIAPAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI DESA DI DESA KEDUNGPOMAHAN WETAN(Prodi. Teknologi Informasi Fak. Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-03-28) AditantoANALISIS TINGKAT KESIAPAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI DESA DI DESA KEDUNGPOMAHAN WETAN Aditanto 202520013, iantoadit@gmail.com Sistem Informasi Desa (SID) merupakan platform penting bagi lembaga pemerintahan desa untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraaan pemerintahan ditingkat desa. Penerapan sistem informasi desa ini tidak di iringi pelatihan sumber daya yang disiapkan untuk mengelola sistem informasi desa. Hal tersebut akan mempengaruhi tingkat kesiapan desa dalam pemanfaatan sistem informasi desa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penilitian Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM) untuk mengukur indikator kesiapan penerimaan suatu teknologi baru, dan menggunakan metode analisis data SmartPLS untuk menghasilkan model struktural yang menunjukkan hubungan antar variabel dan menguji hipotesis penelitian. Hasil penilitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan Desa Kedungpomahan Wetan dalam pemenfaatan Sistem Informasi Desa masih rendah. Hal ini disebabkan pengguna Sistem Informasi Desa (SID) masih kesulitan dalam melakukan adaptasi karena kurangnya pelatihan pelatihan pengoperasian Sistem Informasi Desa (SID). Dan juga rendahnya tingkat partisipasi masyarakat desa dalam pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID) hal ini dapat dilihat dari hanya ada 200 pengunjung halaman Sistem Informasi Desa (SID) pada bulan pertama Sistem Informasi Desa (SID) tersebut di buka. Kata kunci – Sistem Informasi Desa, Technology Readiness and Acceptance Model, SmartPLS, OPENSID
- ItemAnalisis Tingkat Kesiapan Pemanfaatan Sistem Informasi Desa (Open SID) di Desa Kedungpomahan(Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2024-03-28) AditantoSistem Informasi Desa (SID) merupakan platform penting bagi lembaga pemerintahan desa untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraaan pemerintahan ditingkat desa. Penerapan sistem informasi desa ini tidak di iringi pelatihan sumber daya yang disiapkan untuk mengelola sistem informasi desa. Hal tersebut akan mempengaruhi tingkat kesiapan desa dalam pemanfaatan sistem informasi desa tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penilitian Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM) untuk mengukur indikator kesiapan penerimaan suatu teknologi baru, dan menggunakan metode analisis data SmartPLS untuk menghasilkan model struktural yang menunjukkan hubungan antar variabel dan menguji hipotesis penelitian. Hasil penilitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan Desa Kedungpomahan Wetan dalam pemenfaatan Sistem Informasi Desa masih rendah. Hal ini disebabkan pengguna Sistem Informasi Desa (SID) masih kesulitan dalam melakukan adaptasi karena kurangnya pelatihan pelatihan pengoperasian Sistem Informasi Desa (SID). Dan juga rendahnya tingkat partisipasi masyarakat desa dalam pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID) hal ini dapat dilihat dari hanya ada 200 pengunjung halaman Sistem Informasi Desa (SID) pada bulan pertama Sistem Informasi Desa (SID) tersebut di buka.
- ItemANALISIS TINGKAT PENERIMAAN PENGGUNA PADA SISTEM INFORMASI DESA (SID) DI DESA SUMOWONO MENGGUNAKAN MODEL UNIFIED THEORY OF ACCEPTANCE AND USE OF TECHNOLOGY (UTAUT)(Program Studi Teknik Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-17) TIKA WAHYUNIDigitalisasi layanan desa melalui Sistem Informasi Desa (SID) di Desa Sumowono belum optimal. Meskipun SID telah tersedia secara daring, masyarakat masih mengandalkan layanan secara langsung dengan datang ke kantor desa. Fenomena ini diduga disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat SID, kesulitan penggunaan sistem, minimnya dukungan sosial, serta kurangnya pelatihan dari pemerintah desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) untuk menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi penerimaan pengguna terhadap SID. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Variabel yang diuji meliputi Performance Expectancy (harapan kinerja), Effort Expectancy (harapan usaha), Social Influence (pengaruh sosial), dan Facilitating Conditions (kondisi pendukung) terhadap Behavioral Intention (niat perilaku penggunaan) dan Use Behavior (perilaku penggunaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Performance Expectancy tidak berpengaruh signifikan terhadap Behavioral Intention dengan t-statistik 0,543 dan P-values 0,587. Effort Expectancy tidak berpengaruh signifikan terhadap Behavioral Intention dengan t-statistik 0,137 dan P-values 0,891. Social Influence berpengaruh signifikan terhadap Behavioral Intention dengan t-statistik 4,294 dan P-values 0,000. Facilitating Conditions berpengaruh signifikan terhadap Behavioral Intention dengan t-statistik 3,603 dan P-values 0,000. Behavioral Intention berpengaruh Use Behavior dengan t-statistik 4,178 dan P-values 0,000.
- ItemBRIDGING SISTEM INFORMASI RAWAT INAP DENGAN INDONESIAN CASE BASEGROUPS (INA-CBG’S) DI RSUD BUNG KARNO KOTA SURAKARTA(PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO, 2022-08-02) Ahmad KurniawanIntegrasi dan percepatan transaksi data menjadi permasalahan yang sangat penting untuk dibahas pada era perkembangan teknologi informasi terintegrasi. Masalah tersebut menjadi alasan untuk membuat sistem dapat saling interaksi dengan cepat. Indonesian Case Base Groups (INA-CBG’s) merupakan aplikasi yang digunakan untuk melakukan proses klaim pelayanan peserta jaminan Kesehatan nasional (JKN) dari pihak RSUD Bung Karno. Setiap rumah sakit diwajibkan untuk mengirimkan data pasien melalui INACBG’s. Namun saat ini proses pengajuan klaim data pasien rawat inap di RSUD Bung Karno masih dilakukan secara manual. Proses manual ini akan membuat petugas memasukkan data pasien ke sistem utama dan INACBG’s. Hal ini berakibat pada efisiensi pekerjaan yang dilakukan oleh petugas RSUD Bung Karno. Selain itu, data yang dimasukkan tidak otomatis karena ada jeda saat memasukkan data ke sistem utama dan ke INACBG’s. Pengembangan Sistem Informasi Rawat inap yang terintegrasi dengan INACBG’s menggunakan JavaScript Object Nation (JSON). Bahasa Pemrograman ini dapat mengirimkan data klaim pasien rawat inap ke Aplikasi INACBG’s dalam bentuk Array. Frmat JSON tidak memiliki format baku dalam penulisannya, sehingga dapat lebih cepat dan fleksibel dalam pengiriman datanya. dengan adanya sistem yang terintegrasi antara sistem utama dengan INACBG’s dapat meningkatkan efisiensi pengerjaan klaim data ke INACBG’s. Ditambah lagi dengan adanya peningkatan efisiensi ini, maka kesalahan dalam memasukkan data dapat dihindari dan mengurangi kegiatan memasukan data pada sistem rumah sakit dan INA-CBG’.
- ItemBRIDGING SISTEM SISTEM MENEJEMEN RUMAH SAKIT DENGAN LABORATORY INFORMATION SYSTEM (LIS) SYSMEX DI RSUD BUNG KARNO SURAKARTA(PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMDIYAH PURWOREJO, 2022-08-26) Dhea Kalingga LintangLaboratory Information system (LIS) adalah sistem yang terintegerasi dengan alat yang ada di Unit Laboratorium RSUD Bung Karno dengan server. Sampel uji coba dari pasien, seperti darah atau urin, ditempatkan ke dalam alat kemudian alat akan bekerja dan memunculkan hasil. Hasil tersebut akan di kirim ke server lokal di unit laboratorium. Masalah yang terjadi adalah antara server lokal dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) belum terhubung. Hal ini karena kode dari LIS belum sesuai dengan SIMRS dan mekanisme pengiriman dan penarikan data antara SIMRS dengan LIS belum terbangun. Akibat dari masalah tersebut, petugas bekerja dengan tidak efisien karena memasukkan data secara manual. Selain itu, pencatatan manual dapat berakibat rawat kesalahan dalam membubuhkan hasil. Kesalahan dalam pencatatan hasil berakibat fatal karena laboratorium berhubungan dengan unit-unit yang lain, misalnya dengan unit Hemodialisa, dan juga hasil pemeriksaan dari unit lain akan bergantung dengan hasil lab yang dikeluarkan. Kesalahan pemeriksaan tersebut akan mengakibatkan malpraktik dan kesalahan dalam pencatatan pembayaran tagihan pemeriksaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni mapping (memetakan) data antara data pemeriksaan yang ada di database LIS dengan database SIMRS. Hal ini disebabkan karena kode pemeriksaan di kedua database tersebut berbeda satu sama lainnya. Selain itu, metode pengiriman data yang digunakan yakni menggunakan data JSON (JavaScript Object Notation). JSON merupakan bahasa pemrograman yang memungkinkan setiap server saling bertukar data. Diharapkan dengan metode-metode tersebut, petugas Laboratorium di RSUD Bung Karno Surakarta dapat mengefisienkan waktu dan tenaga dalam merekam hasil pemeriksaan laboratorium ke riwayat pasien. Selain itu, keamanan dari data pasien yang melakukan pemeriksaan terjamin oleh sistem.
- ItemEFEKTIVITAS VIDEO MOTION GRAPHIC SEBAGAI STRATEGI PROMOSI DI SMA NEGERI 1 PETANAHAN(Program Studi Teknik Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-09-11) WISNU WARDANASMA Negeri 1 Petanahan merupakan lembaga pendidikan yang memanfaatkan jaringan komputer dan internet untuk mendukung pembelajaran, administrasi, serta layanan strategi promosi sekolah. Jangkauan promosi yang terbatas, masih sangat sederhana yakni dengan metode sosialisasi secara tatap muka dan media yang digunakan dalam promosi sekolah power point dan brosur. Kondisi ini sangat berpengaruh kepada daya tarik masyarakat serta animo terhadap keberadaan SMA Negeri 1 Petanahan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas dan keberhasilan video motion graphic sebagai strategi promosi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan pengembangan sistemnya menggunakan Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang meliputi tahap concept, design, material collecting, assembly, testing, distibution. Konsep yang disajikan dalam penelitian ada tiga unsur yakni, pra produksi, produksi dan pasca produksi. Pengujian dilakukan sebelum dan sesudah pembuatan menggunakan skala likert dengan analisa memakai dimensi emphaty, persuasion, impact, dan communication (EPIC) model yang menjadi parameter untuk mengukur efektivitas video motion graphic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh perhitungan rata-rata pada dimensi Emphaty sebesar 91,3% masuk dalam kategori sangat layak, dimensi Persuasion sebesar 86,5% masuk dalam kategori sangat layak, dimensi Impact sebesar 88,6% masuk dalam kategori sangat layak, dimensi communication sebesar 88,2% masuk dalam kategori sangat layak dan rata-rata EPIC rate didapatkan sebesar 88,65% dan masuk dalam kategori sangat layak. Hal tersebut video motion graphic sangat efektiv sebagai strategi promosi di SMA Negeri 1 Petanahan.
- ItemEVALUASI MATURITY LEVEL TEKNOLOGI INFORMASI DI UNIT DONOR DARAH PMI KABUPATEN PURWOREJO MENGGUNAKAN FRAMEWORK IT INFRASTRUCTURE LIBRARY DOMAIN SERVICE OPERATION(Program Studi Teknik Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-18) LUTHFIA AZLINAPemanfaatan Teknologi Informasi (TI) dalam organisasi pelayanan publik menjadi aspek penting untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas layanan. Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Purworejo telah mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Donor Darah (SIMDONDAR) untuk mendukung operasionalnya. Namun, dalam praktiknya, pemanfaatan sistem ini belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan (maturity level) layanan TI di UDD PMI Kabupaten Purworejo menggunakan framework ITIL V3 pada Domain Service Operation yang terdiri dari tujuh subdomain. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan penyebaran kuisioner kepada sepuluh responden yang terlibat langsung dalam pengelolaan layanan TI. Setiap pertanyaan kuisioner disusun berdasarkan indikator dari masing-masing subdomain dan dinilai menggunakan skala likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata maturity level berada pada level 4 (Managed and Measurable), dengan nilai rata-rata sebesar 3,91. Hal ini mengindikasikan bahwa layanan TI di UDD PMI sudah berjalan secara terstruktur dan terdokumentasi, namun masih terdapat kesenjangan (gap) sebesar 1,90 dengan level ideal yaitu level 5 (Optimized). Berdasarkan hasil evaluasi, disusun rekomendasi peningkatan pada aspek pelatihan staf, penguatan dokumentasi prosedur, dan optimalisasi pemanfaatan sistem yang telah tersedia. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam strategi pengembangan layanan TI yang lebih optimal dan berkelanjutan di lingkungan UDD
- ItemEVALUASI TATA KELOLA PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA SISTEM KEUANGAN DI DESA WINGKOSIGROMULYO KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO(Program Studi Teknik Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-08-13) CAREL AKSANEvaluasi tata kelola penggunaan teknologi informasi pada sistem keuangan di Desa Wingkosigromulyo Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo dilandasi oleh permasalahan yang terjadi keberadaan sistem informasi tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya. Keberadaan perangkat lunak yang ada dalam instansi tersebut perlu dilakukan pemeliharaan dan pengawasan yang baik sehingga dapat dipastikan bahwa sistem organisasi akan selaras dengan tujuan instansi. Permasalahan tersebut membuat peneliti akan mengevaluasi sistem tersebut untuk meningkatkan efisiensi dalam pengolahan berbagai data dan informasi baik di dalam maupun antar pemerintahan dan meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat di Desa Wingkosigromulyo. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja COBIT 5 yang berfokus pada domain EDM dan MEA, dengan menggunakan subdomain EDM01, MEA01, dan MEA02. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu studi literatur, wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada 8 perangkat desa. Selanjutnya, metode pengolahan data yang digunakan, yaitu skala likert, maturity level, dan analisis kesenjangan/gap. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh subdomain masih berada pada level 0 (incomplete process), dengan nilai kesenjangan/gap yang signifikan untuk mencapai target pada level 4. Kesenjangan ini mengindikasi perlunya peningkatan dalam hal pengaturan kerangka tata kelola, pengawasan sistem, dan pengendalian internal teknologi informasi. Rekomendasi perbaikan yang diajukan mencakup pembuatan kebijakan tertulis, pelatihan sumber daya manusia, serta peningkatan infrastruktur keamanan jaringan.
- ItemEVALUASI TATA KELOLA SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN SENAYAN LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM (SLIMS) MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 DI SD IT ULUL ALBAB 2(Program Studi Teknik Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-08-13) Mauna Dwi HandayaniPada era digital masa kini, penggunaan teknologi informasi di lembaga pendidikan semakin meningkat untuk mendukung proses belajar mengajar dan proses administrasi. Oleh karena itu sangat penting bagi lembaga pendidikan untuk memiliki sistem tata kelola teknologi informasi yang baik agar teknologi yang digunakan dapat memberikan manfaat untuk kedepannya. Sistem Informasi perpustakaan Sekolah pada Sekolah Dasar Islam Terpadu Ulul Albab 2 mulai diterapkan di sekolah sejak tahun 2014. Sistem perpustakan yang digunakan di Sekolah Dasar Islam Terpadu Ulul Albab 2 ini yaitu SLIMS 9 Bulian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai tingkat kematangan tata kelola Senayan Library Management System menggunakan framework COBIT 5 pada domain Evaluate the Governance System (EDM01.01), Direct the Governance System (EDM01.02), dan Monitor the Governance System (EDM01.03). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner, observasi, dan wawancara, dan studi literatur yang dikelola menggunakan pengukuran skala likert, serta menggunakan metode analisa data assessment process activities pada COBIT 5 Hasil penelitian, kondisi saat ini (as is) yang dimiliki proses Evaluate the Governance System (EDM01.01) 0,79 berada pada level 1 (Performed Process) dan untuk kondisi yang diharapkan (to be ) pada proses Evaluate the Governance System (EDM01.01) adalah 3, dan gap yang ditemukan 2,21. Kondisi saat ini (as is) yang dimiliki proses Direct the Governance System (EDM01.02) 0,77 berada pada level 1 (Performed Process) dan untuk kondisi yang diharapkan (to be ) pada proses Direct the Governance System (EDM01.02) adalah 3, dan gap yang ditemukan 2,23
- ItemEVALUASI TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENDUKUNG SISTEM INFORMASI INLISLITE MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 PADA PERPUSTAKAAN UMUM DAERAH KABUPATEN PURWOREJO(Program Studi Teknik Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-16) KARTIKA KUMALATata kelola TI merupakan bagian penting dari suatu organisai agar sasaran dan harapan dari tujuan penerapan TI dapat tercapai. Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Purworejo, sebagai salah satu instansi pelayanan publik milik pemerintah yang berfungsi sebagai pusat informasi, pengetahuan, dan literasi masyarakat, telah menerapkan sistem informasi INLISLite untuk mendukung kegiatan operasionalnya. Namun, dalam penerapnnya masih belum optimal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai tingkat kematangan tata kelola TI dalam mendukung operasional sistem INLISLite menggunakan framework COBIT 5 pada domain Manage Human Resources (APO07), Manage Operations (DSS01) dan Monitor, Evaluate, and Assess Performance and Conformance (MEA01). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner, observasi, dan wawancara, dan studi literatur yang dikelola menggunakan pengukuran skala Likert, serta menggunakan metode analisa data assessment process activities pada COBIT 5. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kapabilitas saat ini (as-is) berada pada level 1 (Performed Process) untuk domain Manage Human Resources (APO07) dengan indeks 1,50 dan pencapaian sebesar 60% dan domain Monitor, Evaluate, and Assess Performance and Conformance (MEA01) dengan indeks 1,49 dan pencapaian sebesar 42,85%, serta pada level 2 (Managed Process) untuk domain Manage Operations (DSS01) dengan indeks 2,39 dan pencapaian sebesar 60%. Sementara itu, untuk kondisi yang diharapkan (to-be) berada pada tingkat kapabilitas di level 3 (Established Process) untuk proses APO07 dan MEA01 dengan gap sebesar 1,50 dan 1,51, serta level 4 (Performed Process) untuk proses DSS01 degan gap sebesar 1,61. Untuk mencapai tingkat kapabilitas yang ditargetkan, penelitian ini merekomendasikan peningkatan tata kelola TI agar mampu mendukung sistem INLISLite secara optimal dan memperkuat layanan Perpusda Kabupaten Purworejo kepada masyarakat, seperti mempersiapkan SDM yang kompeten di bidang TI, pengembangan dan dokumentasi prosedur operasional yang lebih terstruktur serta monitoring terhadap infrastruktur dan layanan TI, serta implementasi mekanisme evaluasi dan pelaporan kinerja TI yang sistematis untuk memastikan kesesuaian terhadap tujuan dan standar Perpusda
- ItemEVALUASI TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 DI PERPUSTAKAAN SMK YPE SAWUNGGALIH KUTOARJO(Program Studi Teknik Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-08-21) UBAIDAH MUTMAINAHTata kelola teknologi informasi (TI) merupakan aspek penting bagi organisasi dalam mendukung pencapaian tujuan secara optimal. Perpustakaan SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo telah menggunakan sistem perpustakaan berbasis website untuk mendukung layanan digital, namun masih ditemui kendala seperti keterbatasan fitur, tidak adanya pencadangan data, serta belum adanya evaluasi berkala sehingga layanan belum berjalan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kapabilitas tata kelola TI pada sistem perpustakaan dengan menggunakan framework COBIT 5 pada domain Manage Operations (DSS01) dan Monitor, Evaluate, and Assess Performance and Conformance (MEA01). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode Assessment Process Activities COBIT 5 dengan skala Likert sebagai alat ukur, sehingga dapat diperoleh gambaran tingkat kapabilitas sistem perpustakaan saat ini dan target yang ingin dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapabilitas saat ini (as-is) berada pada level 2 (Managed Process) untuk domain DSS01 dengan indeks 2,36 dan pencapaian 60%, sedangkan domain MEA01 berada pada level 1 (Performed Process) dengan indeks 1,49 dan pencapaian 42,85%. Kondisi yang diharapkan (to-be) adalah level 4 untuk DSS01 dan level 3 untuk MEA01, dengan gap masing-masing sebesar 1,65 dan 1,51. Untuk mencapainya, direkomendasikan penguatan prosedur operasional, pencadangan data, dokumentasi sistem, serta monitoring dan evaluasi berkala. Rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan layanan TI yang lebih optimal dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.
- ItemEVALUASI TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PENUNJANG APLIKASI HONDA E-CARE DAN HONDA SMART DEVICE MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5(Program Studi Teknik Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2025-07-16) MEITRI LINDAWATIPerkembangan teknologi informasi (TI) di era digital memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja dan efisiensi operasional berbagai sektor, termasuk industri otomotif. Salah satu bentuk usaha dalam industri ini adalah dealer mobil yang telah mengintegrasikan TI dalam proses bisnisnya seperti halnya Cabang Dealer Mobil Honda Tunas Jaya Purworejo. Meskipun penerapan TI di cabang ini sudah cukup baik dengan penggunaan sistem seperti Honda Smart Device dan Honda e-Care masih ditemukan sejumlah kendala dalam tata kelola TI, seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya tenaga ahli di bidang TI, tidak adanya pemeliharaan terjadwal, serta jaringan yang tidak stabil. Selain itu, kebijakan pengelolaan TI yang diatur pusat menyebabkan kurangnya mekanisme pengawasan di tingkat cabang sehingga menimbulkan kesenjangan antara pelaksanaan operasional di cabang dan kebijakan strategis dari pusat. Hal ini berdampak pada efisiensi kerja dan potensi penurunan kualitas layanan. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja Control Objectives for Information and Related Technologies versi 5 (COBIT 5) sebagai metode evaluasi tata kelola TI. Fokus evaluasi diarahkan pada dua sub domain, yaitu Manage Operations (DSS01) untuk manajemen operasi dan Monitor, Evaluate and Assess Performance and Conformance (MEA01) untuk monitoring kinerja TI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada sepuluh responden untuk mengukur tingkat kapabilitas proses yang berjalan saat ini (as-is) dan membandingkannya dengan kondisi yang diharapkan (to-be). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada domain DSS01 tingkat kapabilitas saat ini berada pada level 3 dengan nilai rata-rata 2,78 dan rating 27,8% (P-Partially Achieved) sedangkan target yang diharapkan adalah level 4, sehingga terdapat gap sebesar 1,22. Pada domain MEA01 tingkat kapabilitas saat ini juga berada di level 3 dengan nilai rata-rata 2,664 dan rating 26,64% (P-Partially Achieved) sedangkan targetnya berada di level 4 hal ini menunjukkan adanya gap sebesar 1,336. Rekomendasi perbaikan yang disarankan mencakup penyusunan SOP operasional, peningkatan infrastruktur TI, pelatihan sumber daya manusia, serta penyusunan SOP evaluasi kinerja dan pelaksanaan audit TI secara berkala